
“ kamu bicara apa Nad sama adikmu?” Ucap Kevin dengan suara meninggi yang begitu kanget dengan perkataan Nadia itu.
sedangkan Cia nampak sedikit terkejut dan sangat kecewa mendengarkan perkataan mba nya itu.
“ kakek, kenapa bela Cia, jelas ini karena salahnya dia kek” ucap Nadia yang tidak terima mengenai perkataan yang Kevin yang menurutnya sang kakek matah pada dirinya.
“ kakek bukannya membela adikmu Nad, tapi perkataanmu itu sungguh sangat tidak berguna dan kamu menyakiti perasaan adikmu” ucap Kevin masih dengan nada yang lumayan tinggi.
melihat perdebatan Nadia dan sang Kakek, Cia pun segera menenangkan Kevin.
“ Kakek, tidak boleh marah marah, kakek masih sakit” ucap Cia sambil berdiri memegang tangan sang kakek.
“ Mba Nadia juga kenapa mba bisa bicara seperti itu, kenapa Mba memperkeruh suasana aja, ini kakek lagi sakit perlu istirahat dan jangan tambah pikiran” ucap Cia pada Nadia sambil menatap Nadia.
“ tidak perlu sok baik kamu, tidak akan mempan untukku. Semua ini memang fakta karena kamu, dan kamu itu akar segala masalah” ucap Nadia.
“ jika Cia tahu akan menjadi seperti ini jadinya, Cia harusnya setuju dengan permintaan kakek. Harusnya aku tidak perlu memberitahukan sama mba dengan keadaan kakek. Karena Mba hanya menambah beban pikiran kakek saja, Mba ternyata tidak memikirkan perasaan orang lain, mba sangat egois” ucap Cia dengan kesel mengeluarkan uneg-unegnya itu.
“ wah, semakin lama kamu ternyata semakin pintar melawan ya. sudah merasa hebat dan sudah pintar melawan” ucap Nadia yang tercengang dengan perkataan Cia.
Melihat suasana semakin memanas, Kevin pun akhirnya mengalihkan pembicaraan.
“ kakek mau istirahat dulu, ini rumah sakit tempat orang sakit berobat bukan tempat berantam. Nadia mending kamu pulang saja Nad. Istirahat dirumah kamu pasti lelah dalam perjalanan, biar Cia saja yang menemani kakek disini besok kamu datang lagi ke sini setelah amarahmu itu mereda” Ucap Kevin.
“ baiklah bila kakek maunya seperti itu” ucap Nadia dan melirik tajam pada Cia yang seolah-olah permasalahan itu masih belum tuntas.
__ADS_1
Setelah Nadia meninggalkan ruangan itu, cuaca sedikit hening akibat dari perdebatan kecil tadi.
“ tidak perlu dipikirkan perkataan mba mu itu Cia, mungkin mba mu saat ini tidak berpikir jernih” ucap Kevin yang melihat Cia kelihatan sedang bengong itu.
“ iya Kek, tidak apa-apa kok” ucap Cia.
setelah beberapa saat berdiam dengan pemikiran masing- masing. Cia pun mengatakan supaya Kevin istirahat lagi.
“ kakek, baiknya kakek istirahat lagi supaya kakek cepat pulih” ucap Cia
“ baiklah Nak” ucap Kevin sambil merebahkan badannya kembali.
Setelah 20 menit akhirnya Kevin pun tertidur.
Cia pun merasa lega setelah sang Kakek tertidur. Cia pun berkelana dalam pikirannya dengan perkataan Nadia tadi.
Ditengah malam Cia nampak masih berpikir keras dengan perkataan Nadia.
“ kamu kenapa Cia, sejak Gadis tadi datang dan dia pergi lagi, muka kamu jadi kusut gitu. Sebenarnya siapa gadis yang datang tadi itu?” Ucap Tante Rita yang melihat Cia tidak seperti biasanya.
“ oh itu Kakak Cia tante baru datang dari Jakarta tadi pagi, Mba Nadia beberapa tahun terakhir ini tinggal di Jakarta karena kuliah” ucap Cia
“Kakak kandung kamu Cia?” Ucap Tante Rita.
“ Iya tante” ucap Cia
__ADS_1
“ tapi kok bicaranya seperti itu sama kamu, apa kalian sering bertengkar?” Ucap tante Rita.
“ kami tidak pernah bertengkar tante, hanya tadi saja” ucap Cia yang tidak mau menceritakan hal yang tidak pantas di humbarkan.
“ Tapi yang Tante lihat Tatapannya sama kamu itu begitu memancarkan kebencian, bukannya tante menjelekkan Kakakmu itu. Tapi Tante lihat tadi dia begitu Egois dan mementingkan dirinya saja, sempat-sempatnya adu mulu di hadapan orang yang lagi Sakit” ucap Tante Rita yang melihat langsung acara live perdebatan antara Kevin, Cia dan Nadia.
“ mungkin karena saat ini Mba Nadia sedang tidak dalam kondisi baik tante, dan tante belum mengenal Mba Nadia seperti apa orangnya” ucap Cia.
“Baguslah bila perasaan tante salah” ucap Tante Rita yang membenarkan Perkataan Cia.
“ Iya Tante” ucap Cia
“ Tapi Cia tante perhatikan kamu dirumah sakit terus, kamu memang tidak sekolah Nak” ucap Tante Rita.
“ Cia sudah Izin dengan Wali kelas Cia Tante, karena bila Cia sekolah, kakek tidak ada yang jaga Tante” ucap Cia apa adanya.
“ kamu harus sekolah Nak, kalo masalah Jaga kakek kamu, bisa Tante bantu jagain. Pulang sekolah Kamu bisa datang lagi, nanti kamu banyak ketinggalan pelajaran kayak Siska” ucap Tante Rita.
“ makasih banyak ya tante” ucap Cia sambil memeluk Rita dengan perasaan yang begitu senang.
“ sama-sama Nak” Ucap Tante Rita.
Setelah pembicaraan itu, mereka pun istirahat.
Cia langsung tidur karena pagi-pagi sekali Cia harus pulang ke rumah karena dia akan kembali sekolah setelah ada yang jaga kakek selama dirinya sekolah.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟
^^^Bersambung….. ^^^