Menuju Bahagia

Menuju Bahagia
Akhirnya…..


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Rizky dan James pun pamit untuk berangkat ke kantor.


“ mah, papa berangkat ya” sambil mencium kening sang istri. “ iya Pah, hati-hati ya pah berangkatnya sahut Cindy. serta Shandy mencium punggung tangan sang papa yang akan pergi ke kantor untuk kerja.


Dan James pun menyusul sang Papanya.


“ James, berangkat kerja dulu ya Ma” ucap James sambil mencium punggung tangan sang mama. “ Iya nak, hati- hati ya nak di jalan dan jangan kebut-kebutan” sahut Cindy.


“ iya Ma, ucap James”


“ kamu hutang penjelasan ya dek sama Abang” ucap James saat mencium kening Shandy.


hehehe…. Shandy cengengesan mendengarkan perkataan sang abangnya itu.


“Iya akan adek jelasin deh, Abang anter Shandy sekolah ya bang” pinta Shandy.


“ Ok, akan Abang anterin tapi pulangnya sama supir ya! Ucap James.


“ siap bang” ucap Shandy sambil mengangkat tangannya memberikan hormat pada abangnya.


“ Shandy pergi sekolah dulu ya Ma, pamit Pada Cindy sambil mencium telapak sang Mama.


“ Iya nak, belajar yang cerdas dan jangan suka usil sahut Cindy yang selalu sering mendengar cerita sang putri yang sering sekali mengusili temanya disekolah.


“ baik Ma, Shandy akan selalu belajar cerdas tapi untuk tidak mengusili teman Shandy ngak bisa janji mah sahut Shandy sambil berlari ke mobil sang Abang yang menunggunya di depan rumah.

__ADS_1


Cindy pun hanya tersenyum dan geleng- geleng kepala melihat tingkah putrinya yang sangat periang itu.


“ semoga kamu selalu seperti ini nak, dan sehat selalu” batin Cindy.


Setelah melihat kedua anaknya sudah pergi sampai tidak melihat mobilnya sudah melaju meninggalkan rumah, Cindy pun masuk ke rumah dan masuk ke kamarnya.


walaupun Cindy sudah memiliki putri lagi, namun Cindy tidak pernah melupakan sang putrinya Sandra. Orangtua manapun pasti tidak pernah melupakan anaknya. Begitupun dengan Cindy, sering Cindy disela-sela seperti ini setelah suaminya pergi kerja anak-anaknya pergi kesekolah Cindy sering menangis di kamar sang putrinya Sandra untuk mengenangnya. Sengaja kamar Sandra tidak dirubah maupun disingkirkan, mereka sangat menyayangi Sandra sehingga kamar Sandra Biarkan seperti sebelumnya. Hanya boneka Barbie lah yang bertambah diruangan kamar itu, karena setiap James,Cindy maupun Rizky bila rindu dengan Sandra mereka akan membeli boneka barbie kesukaan Sandra dan memajangnya di lemari koleksi Sandra. Bahkan sudah sangat banyak sekali boneka barbie diruangan itu, dan melebihi stock satu toko di mall.


*


didalam mobil yang terputar lagu Maroon 5 itu nampak James melirik sang Adik yang terlihat begitu menggemaskan sambil mengikuti lagu yang sedang sedang berlangsung.


namun tidak lama terdengar lagu yellow dari coldplay yang membuat James mencari asal suara tersebut karena nama dering ponselnya bahkan adiknya samaan karena Shandy akan mengambek bila James merubah nada dering ponselnya itu. Akhirnya James pun tidak pernah merubah nada seringnya itu karena Shandy pernah ngambek tidak bicara satu harian padanya karena hal sepele itu.


“ enak ya dek nada deringmu sudah ganti tapi Abang tetep nada deringnya seperti itu ucap James.


“ Shan, nggak ganti nada dering kok, bang sumpah” sahut Shandy sambil mengangkat tangannya jarinya membentuk✌️


“ terus itu ponsel siapa yang bunyi, kalo kamu tidak ganti nada dering” ucap James.


sambil tepok jidak “ ya, ampun bang giman ini ponselnya Nadia kebawa sama Shandy, adek gimana ini bang” ucap Shandy.


“ coba liat siapa yang telp dia, siapa tahu penting” ucap James.


sambil mengeluarkan ponsel Nadia dari Kantingnya shandy melihat nama yang tertera di ponsel Nadia, Kakek calling….

__ADS_1


“ bang, kakek Nadia yang telp bang! shandy jawab apa ini bang? Ucap shandy.


“ ya udah, nggak usah panik, angkat saja dan jawab saja apa adanya” sahut James yang melihat shandy agak panik tapi sangat imut menurut James.


“ Halo…. Nadia, akhirnya kamu angkat telp kakek nak” ucap suara dari ponsel Nadia.


“ Iya… Halo kek, ini Shandy teman Nadia kek.


maaf Shandy angkat telpnya Nadia, ponsel Nadia tidak sengaja terbawa Shandy kek, ucap Shandy.


“ ouh, begitu ya nak, Nadianya ada nak, kakek mau ngomong sama Nadia” ucap Kevin.


“ mohon maaf kek, Nadia ada dirumah kek, saat ini Shandy lagi menuju ke sekolah kek. nanti bila shandy pulang sekolah akan info ke Nadia bahwa kakek telp dan minta telp balik sama kakek” ucap Nadia.


“ Nadia ada di rumah ya kamu ya Nak, makasih ya nak sudah angkat telp kakek, sahut Kevin dengan suara agak kecewa Karena yang angkat telpnya bukan cucunya melainkan orang lain.


“ iya kek, saat ini Nadia dirumah Shandy kek, Nadia baru tiba malam hari ke rumah shandy. Kakek nggak usah kuatir ya, saat ini Nadia aman kek di rumah Shandy, pulang sekolah Shandy akan bilang sama Nadia agar telp balik sama kakek, supaya kakek percaya dan tenang bahwa Nadia aman kek” ucap Shandy yang mendengar suara kakek Nadia yang agak kecewa dan kuatir itu.


“ iya Nak, terima kasih ya kamu mau membantu kakek, ya udah kakek tutup dulu ya telp nya, dan sampaikan salamku pada Nadia dan sampaikan terima kasihku pada orangtuamu yang telah bersedia menampung Nadia selam Nadia dirumah kamu ya nak” ucap Kevin.


“ iya kek, akan Shandy sampaikan” sahut Shandy.


* setelah Kevin dapat kabar mengenai cucunya, Kevin sudah merasa lebih tenang walaupun tidak mendengarkan kabar dari cucunya langsung. Namun mendengarkan perkataan gadis yang terima telp darinya itu sudah cukup menenangkan hatinya, apalagi gadis itu akan menyampaikan pada Nadia bahwa dirinya mencari dan bilang Nadia agak memberikan kabar padanya.


karena hatinya belum tenang sepenuhnya akhirnya Kevin pun ke kebun di samping rumahnya yang kecil itu yang terdapat pohon jeruk yang sedang berbuah itu. Kevin tidak pergi ke kebun yang di lumayan jauh dari rumahnya, karena Kevin takut ponselnya akan mati waktu di kebunnya karena di kebunnya itu tidak ada listrik untuk charger bila ponselnya tiba- tiba mati, sehingga Kevin pun ke kebun jeruk yang ada di samping rumahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2