
Pagi hari seperti kemarin Cia pulang ke rumah untuk bersih-bersih dan memasak untuk bekal siang dan malam, Cia pun pamit pada Kevin ditinggal sebentar dan kali ini Kevin tidak terlalu kesepian karena ada Siska dan Tante Rita.
Rita juga bersedia menjaga Kevin saat Cia meminta Rita menjaga Kevin sebentar sampai dia datang kembali. Dan setelah pamit Cia pun bergegas kerumah meninggalkan rumah sakit.
setelah sampai di rumah Cia langsung memasak dan memasak lumayan banyak karena Nadia hari ini akan datang. Selesai memasak Cia pun langsung bergegas mandi, setelah selesai mandi Cia pun langsung pergi lagi ke rumah sakit serta membawa bekal yang telah dia sediakan sebelumnya.
*
Di siang hari keadaan di ruangan Kevin di rawat nampak ramai karena saat ini suara TV mengisi ruangan tersebut. Ditengah kondisi ramai itu terdengar suara ponsel Cia berdering, yang membuat perhatian Cia terputus yang menonton TV itu. di ponsel nya Cia tertera nama Nadia saat Cia mengambil ponselnya yang berada di atas meja itu.
“ Halo mba, Mba sudah sampai dibandara? Ucap Cia.
“ Saya sudah di rumah tapi kunci rumah tidak saya bawa, kamu datang ya ke rumah” ucap Nadia tanpa basa- basi.
“ baiklah mba, Cia akan segera datang tunggu ya mba” Ucap Cia sambil memutuskan panggilan itu.
“ Cia pulang dulu sebentar ya kek, jemput mba Nadia. Kuncinya mba Nadia tidak dia bawa kek” ucap Cia pamit pada Kevin yang daritadi melihat Cia saat menjawab telp itu.
“ ya sudah Nak, buruan jemput mba mu kasihan lama menunggu dirumah” ucap Kevin.
“ baik kek” ucap Cia sambil pergi meninggalkan ruangan itu.
Setelah 20 menit Nadia duduk di teras rumah, akhirnya dia melihat Cia yang datang naik ojek itu. setelah sampai Cia membayar ongkos dan mengembalikan Helm yang di pakai dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
“ Mba maaf ya lama nunggunya!” Ucap Cia yang melihat raut wajah Nadia nampak kurang bersahabat itu.
__ADS_1
“ buru dah buka pintunya, gerah ini nunggu di luar Mana panas lagi” ucap Nadia sambil mengkipas-kipas wajahnya menggunakan syal yang digunakan di lehernya tadi.
“ iya Mba” sahut Cia sambil membuka kunci pintu rumah.
setelah selesai dan pintu terbuka Nadia langsung masuk melenggang.
“ Cia, tolong bawakan Koperku ke dalam kamarku. saya mau mandi dulu, soalnya gerah banget ini” ucap Cia bergegas ke kamarnya membawa tas selempang yang dia gunakan.
dan Cia pun membawa koper Nadia ke kamar Nadia dan habis itu Cia duduk di ruang tamu sambil menyetel TV menunggu Nadia selesai mandi.
Setelah 30 menit berlalu, Nampak Nadia keluar dari kamarnya dengan penampilan yang segar.
“ Mba kita langsung ke rumah sakit ya? Ucap Cia
“ Iya, tapi saya nyari makan dulu. Soalnya lapar ini tadi belum makan” ucap Nadia.
“ Ok, jika masih ada lauk dan Nasi” ucap Nadia sambil menuju dapur untuk makan.
setelah selesai makan mereka pun berangkat ke rumah sakit.
Setelah tiba dirumah sakit, saat pintu ruangan itu terbuka. Nadia berjalan Cepat menuju Kevin yang terlihat berbaring di ranjang rumah sakit.
“ Kakek, Nadia sudah datang kek” ucap Nadia setelah di dekat Kevin.
Kevin pun terbangun yang mendengarkan suara cucu yang dirindukannya memanggil dirinya itu.
__ADS_1
“ kamu sudah datang Nad” ucap Kevin setelah melihat Nadia berdiri disamping tempat tidurnya itu.
“ Iya kakek, Nadia sudah datang baru saja sampai kek” ucap Nadia sambil memeluk Kevin yang masih berbaring di ranjang rumah sakit itu.
setelah acara melepas rindu itu tiba, Nadia pun duduk di kursi di sebelah Kevin,
“ kakek, Kenapa sakit kakek di tutup-tutupi dari Nadia? Dan kenapa baru mau dirawat juga? Ucap Nadia.
“ kakek hanya tidak mau kamu itu tidak fokus kuliah Nad” ucap Kevin
“ tapikan tetap saja harusnya kakek bilang sama Nadia, kalau kakek ada apa-apa. Nadia kan cucu kakek juga, harusnya Nadia juga perlu tahu kek? Ucap Nadia yang merasa dirinya terabaikan itu.
“ bukan seperti itu Nad, kamu pastinya cucu kakek. Kakek hanya kuatir dengan kamu saja di Jakarta yang tinggal sendiri tiba-tiba kamu mendengar kabar kakek yang tidak baik, membuatmu sedih dan kuatir nak. Serta kuliahmu jadi tidak fokus juga” ucap Kevin.
Mendengar penjelasan sang Kakek nampaknya Nadia mengerti.
“ baiklah, Jadi bagaimana Kek kata dokter dengan kondisi kakek? Masih dapat diobati kan kek, dan tidak separah yang kakek rasakan sebelumnya kan kek” ucap Nadia.
Kevin sambil menghela napas panjangnya.
“ maaf Nak, ternyata sakit Ginjal kakek sudah Kronis kata dokter” ucap Kevin sedih karena menggangap sakitnya itu dulu hal wajar.
Namun setelah dibawa ke rumah sakit, penyakitnya sungguh sudah sangat parah. Apalagi dia sudah tua semakin membuat penyakit itu dengan cepat membuat kondisinya drop.
“ ini pasti gara-gara kamu kan Cia yang tidak becus merawat kakek? Dulu kakek tidak jatuh sakit saat aku masih tinggal dengan kakek” ucap Nadia yang mengubah arah wajahnya melihat Cia di sampingnya itu dengan pandangan yang begitu tidak bersahabat itu, serta suara yang begitu kencang.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟
^^^Bersambung…. ^^^