
Ini adalah hari pertama Mey masuk sekolah negeri. Mey berasal dari sekolah swasta yang baru pindah di sekolah negeri Karena orang tuanya ingin sekolah anaknya tidak jauh dari rumahnya.
Di hari pertamanya masuk sekolah ia disapa Julia teman sebangkunya dan juga teman pertamanya di hari pertama.
"Ee anak baru yah, kenalin gua Julia dan kalo lu butuh bantuan luu boleh minta bantuan sama aku" ucapnya sambil berjabat tanganku.
"Oh hai aku Mey,senang deh dapat teman baru begitu cepat" kataku sambil tertawa. Kami mengobrol begitu lama dan kebetulan hari itu kami sedang mendekor kelas karena sebentar lagi SMP kami akan mengadakan lomba hari Kemerdekaan.
"Ee tak terasa udah jam istirahat ini,yuk ke kantin temenin aku, kalo kamu bawa bekal dari rumah kita makan di kantin aja yuk" ucapnya sambil menarik tanganku keluar kelas.
Lalu aku melihat dia menghampiri seorang pria dikantin dan memeluknya dari belakang dan yah pria itu pasti pacarnya pikirku.
Aku berpikir mungkin aku akan makan sendiri jadinya karna Julia sudah bersama pacarnya.Tapi tak lama kemudian.
"Hei ngapain lihat,sini aku mau kenalin seseorang" katanya sambil melambaikan tanggannya kepadaku yang sedang berdiri di depan pintu kantin.
Aku pun mendekatinya dan pacarnya langsung memperkenalkan dirinya. Aku pun kaget karena dia terlihat begitu ramah dan terlihat sok akrab.
Aku merasa tak enak karena aku pikir Julia mungkin tak merasa nyaman tapi aku melihatnya biasa saja bahkan tertawa senang.
"Hai,baru pindah yah Mey?Gua Farel,loh ngak bawa bekal yah?Kalo bawa bekal makan disini aja bareng kita" "Haha iya anak baru,aa aa aku belum bilang na na namaku siapa tapi aneh kamu sudah tau, aku sih lebih suka makan di tempat yang yang yang anu yang ngak terlalu ramai jadi aku makannya di kelas aja sebentar" ucapku sambil gugup.
"Santai dong Mey kita kan bakal jadi teman ngapain gugup, norak banget sih bikin gemess haha, aku tau namamu karena papan nama yang ada di seragammu dong ngak mungkin aku tau sendiri memanggnya kamu pikir aku dukun haha" katanya sambil mencubit pipiku.
Sekita aku melihat ekspresi Julia yang tadinya tertawa kini menjadi terheran heran dengan sikap pacarnya, sunguhh aku merasa tak ena dan merasa bersalah walaupun aku berpikir aku salah apa yah.
Julia pun langsung mengajakku balik ke kelas
Sesampainya di kelas aku meminta maaf atas yang kejadian tadi, "Jul tadi itu aku ngak tau" ucapku yang belum selesai langsung di sambung ucap julia "syutt, sudahlah tak usa canggung emang begitu orangnya sih kata temanku agak gitu, aku sama dia baru 3 hari jadiaan dan kita tu kenalan baru 1 jam tak lamanya dia langsung menembakku" akupun kaget dan heran mendengar cerita julia "Loh kok bisa?pantas dia orangnya sok akrab gitu, kayaknya dia usah terbiasa deh dekat ama cewe,hati hati aja deh jul" sahutku sambil merasa kasihan.
Kini saatnya waktu pulang sekolah, Farel sudah menungguu Julia di depan kelas dan mereka pulang bersama tapi lagi lagi Julia manggil aku buat pulang bareng yahh jadi kita bertiga pulang bareng deh.
Sumpah aku merasa di kacangin gitu😑 mana aku jomblo lagi hadehhh. Tapi tak apalah namanya juga teman.
__ADS_1
Keesokan paginya di sekolah ku lihat wajah Julia tampak murung dan terlihat dia baru saja menangis dan karena aku kasihan aku pun bertanya.
"Kamu kenapa?"
"Ee ngakpapa kok, ini tadi ini itu tadi mataku perih aja" ucapnya yang tak jelas karena menahan air mata
"Kalo kamu punya masalah kenapa ngak cerita?ngak ember kok aku jadi aman cerita".
"Akuu, aku sebenarnya....hufffff😭....aku di huffff😭...." ucapnya dengan penuh tangisan
"Kamu kenapa sih?jangan macet macet gitu dong ceritanya" sahutku dengan rasa penasaran
"Aku diselingkuhin sama si Farel, dia ternyata jadian sama Novi dan Nayla juga😭 dan aku binggung aku ini di selingkuhin apa selingkuhannya😭" sambil nagis dengan keras.
Akupun tak tinggal diam aku mendatangi kelas 7.E yang kebetulan dekat dengan kelas kami 7.C
Aku melihatnya sedang bermain gitar di dalam kelas dengan santai tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Aku melihatnya selama 5 menit dan dia melihatku sambil tersenyum menggoda, haaa?bisa bisanya dia sempat sempatnya menggodaku dengan senyumannya. Aku semakin panas dan aku menghampirinya di dekat jendela kelasnya.
tanpa kusadari kutelah menonjoknya dengan 1 pukulan dan dia diam saja-_- whatt theee....
Gue pun langsung memberikan pukulan kedua dan masih diam saja sampai ketiga kali dia menahan pukulanku dan aku memukulnya secara membabi buta tanpa melihat siapa disamping ku.
Tak lama kemudian ketua kelasnya melaporkan kita berdua di ruangan BK dan alhasil kita pun dihukum dengan cara membersihkan ruang uks.
Semenjak saat itu aku tak pernah lagi bercerita dengannya sampai aku naik kelas 8.
Bahkan Saat saling tatap muka tak bertegur sapa.
Setahun berlalu sampai kita naik kelas 8.
Aku dan Julia masih berteman tapi kami tak sekelas lagi, namun pertemanan kami tak sedekat dulu lagi.
__ADS_1
Aku memulai hari-hariku sepertia biasa tapi yah kalian taukan kalo baru pertama naik kelas pasti belum belajar masih pengenalan saja. Dan yah kami pulang begitu cepat dan aku tak pulang bareng Julia lagi semenjak naik kelas 8.
Aku melewati masjid yang dekat sekolahku tak lama Farel keluar dari gerbang masjid dan tak sengaja menabrakku yang saat itu sedang melihat ponsel.
Sontak aku kaget tapi tak bisa berkata apa apa hanya bisa terdiam menatap lalu aku pergi berjalan meninggalkannya tapi sepertinya dia mengikutiku dari belakang.
Aku tak menghiraukannya dan terus berjalan tapi tampaknya dia semakin mendekat.
"Kamu ngikutin aku yah?kamu mau apa? ngak punya uang buat angkot yah?berapa minta aja?ngak usah ikut kek gitu! oh iya lupa kamu kan playboy jdi modus yah kamu?" teriakku sambil menatap sinis kepadanya.
Dan sial dia hanya senyum dan mengakatan "Loh kan memang arah pulangku kesana? Kan aku ngak punya jalan lain selain jalan ini"
Siallllll aku benar benar malu.
"Loh kenapa diam?ngakpapa kok santai aja yok pulang bareng" dan tanpa sadar dia memegang tanganku layaknya orang pacaran.
Dalam perjalanan aku merasa heran dan bingung juga merasa aneh dengan sikapnya.
"Kamu tau ngak kamu itu cewek, kenapa ngak ada yang jemput atau antarin pulang?bahaya tau"..
"Ja ja jadi maksudmu aku harus berterima kasih sama kamu?kan aku ngak pernah minta di antarin"
"Diem ngak?kalo ngak aku angkat kamu bikin kincir angin! oh bandel yah aku buat sekarang yah!" ucapnya tanpa pikir panjang langsung menggendongku
Aku terdiam sambil menatap wajahnya. Jujur saja yah aku belum pernah pacaran jadi jantungku saat itu merasa berdetak cepat dan badanku merasa panas entah mengapa aku merasa sesuatu yang belum aku rasakan sebelumya.
Aku seperti tersihir sesuatu.
Aku merasa dia begitu tampan saat melihatnya.
Apakah aku jatuh cinta pada lelaki yang tak cukup 1 wanita?
Apakah aku akan terluka juga?
__ADS_1
Sial aku terjebak perasaan cinta begitu cepat dengan seorang lelaki yang tak puas 1 wanita.