
Kami berdua menghabis kan waktu bersama sama dengan bermain dan karoke.
Ternyata Samuel memiliki tingkah yg sangat kocak dan lucu. Aku merasa aku seperti jatuh cinta lagi. Sudah bertahun tahun aku tak merasakan perasaan seperti ini, di mana hatiku bergetar saat bersama nya dan tak ingin berpisah jauh dengannya.
Kami berdua menghabiskan waktu bersama dan setelah itu Samuel bingung harus kemana lagi, kita sudah makan, bermain,makan lagi dan karoke.
"Apa lagi setelah ini Mey?"
"Terserah kamu deh, kan kamu yg ajak"
"Aku lagi bingung mau kemana, tersisa 1 jam sebelum jam 6"
"Kita ke pantai aja!"
"Buat apa Mey ke sana?"
"Di sana kamu bisa merasa rileks dan melepaskan semua beban pikiran mu. Kita juga akan melihat pemandangan yg indah. Ayo kita ke sana sekarang, enak kok di sana juga adem"
"Udah deh ayok, oh yah kamu ke depan sebentar yah, ni kunci motor kamu hidup kan aja mesin motornya, gua harus mengambil sesuatu ada yang ketinggalan, kamu duluan aja biar mesin motornya cepat nyala"
"Oh ya udah aku depan sekarang"
Sesampainya di depan aku mengikuti perintah nya, tapi sudah 10 menit Sam tak kunjung datang
Akhirnya setelah ±10 menit aku menunggu Sam akhirnya datang dan ternyata dia membawa boba.
"Nih buat kamu! jangan ngambek yah karena aku lama!"
Aku menatapnya cukup lama saat dia memberikan boba itu, ketika dia memberikan boba itu aku mengingat wajah Farel, aku mengingat kenangan aku dan dia saat dia membelikan boba untukku saat menembak ku dan ketika Sam memberikan boba itu aku membayangkan Farel yg melalukannya…
Aku terdiam cukup lama…
Kenapa aku bisa teringat lagi kenangan bersama dia, aku pun memutuskan untuk tak pergi ke pantai, aku takut nanti aku teringat lagi masa masa dan kenangan kenangan kami berdua di saat kami berdua bersama sama.
"Sam… kita berdua ngak usah ke pantai deh sebaiknya, aku lupa aku…aku…aku ada pr yg harus aku kerjakan"
__ADS_1
"Gitu yah? aku anterin pulang dong sekarang?"
"Iya Sam, maaf yah."
"Ngak apa apa naik aja, nanti juga kan ada hari esok dan hari libur, tapi janji yah hari libur kita jalan jalan lagi?"
"Iya janji"
"Nanti aku panggil Farel lagi biar kita lebih rame."
Aku sontak langsung membantah Sam
" Janggannnn, ma…ma…maksud ku ngak usah ntar ngak enak sama Nazwa,…ka…ka…kamu tau kan, nanti di kira Nazwa kita punya maksud lain…!"
"Oh ya udah deh, yuk naik ntar keburu jam 6"
Dalam perjalanan aku hanya memikirkan tentang Farel, Farel dan Farel.
Padahal aku ingin mencoba membuka hati ku untuk Sam, tapi kenapa aku mengingatnya lagi, ini sungguh tak adil, Farel telah melupakanku selama setahun hingga bisa menerima orang baru, tapi kenapa aku tak bisa seperti itu, aku benar benar muak.
Ini bukan kali pertamanya aku mencoba untuk melupakan Farel, lagi lagi aku gagal. Kenapa hanya cinta ku yg begitu tulus tapi dia tak tulus kepada ku.
Aku tak sadar aku lupa mengucapkan selamat tinggal kepada Sam. Tapi sudahlah, pentinh sekarang aku harus belajar lagi karena dengan belajar aku bisa melupakan Farel.
Aku benar benar bodoh seharusnya aku tak berhenti belajar aku masih bisa melupakan Farel.
Aku mematikan ponselku dan mencoba belajar.
Tapi setelah 30 menit membaca buku aku frustasi dan mengamuk. Aku melempar buku bacaan ku. Aku benar benar bingung dengan diriku, aku tak tahu kenapa aku begini, aku hanya menyalahkan diriku sendiri.
Aku memukul mukul kepala ku sambil menangis.
Aku benar benar frustasi…
Aku butuh teman cerita, aku pun mengaktifkan ponsel ku, aku melihat ternyata Samuel menghubungiku sebanyak 8 kali.
__ADS_1
Aku menelfonnya dan langsung menangis.
"Hufhh…hufh…Sam…hufh…"
"Kamu kenapa Mey? kenapa?cerita sama aku ada apa?"
aku pun melanjutkan tangisanku selama beberapa menit, dan Sam mencoba menenangkan ku.
"Mey kamu tenang dulu, aku akan menunggu sampai kamu siap bercerita, kalo kamu dah siap bercerita silakan cerita aja, kamu jangan nangis yah, nanti tambah jelek dong, udah jelek jadi lebih jelek lagi!"
aku yg mendengarnya langsung tersenyum dan tertawa.
"Ah bisa yah kau orang lagi frustasi dan nangis nangis gini masih aja kamu ledekin, dasar kamu **** jelek, bodoh lagi!"
"Kamu juga lagi nangis nangis bisa bisa nya ejekin orang, ohhh dasarr ngak jelass, sapi gendut jelek tukang nangis jelek jelek jelek jelek!!"
bisa bisanya dia membuat ku tertawa.
"Sam sebenarnya aku mau ngomong sesuatu"
" iya ngomong aja ngak apa apa, gua mah orangnya ngak mulut ember, yg mulut ember mah kamu"
"Ah Sam aku mau bicara serius kamu malah kek gini, ahhh ngak jadi deh, males aku males"
"udah bilang aja mau bilang apa, janji gua bakal serius dengarnya"
Aku pun menceritakan semuanya kepada sam, bahkan aku bercerita semua yg terjadi kepadaku setelah kami berdua lulus smp.
Aku bahkan bilang rahasia ku dan papa nya Farel……
Aku menceritakan semua yg ku alami selama ini dan perasaanku selama ini yg ku rasa kan.
"Oh jadi gitu yah? udah deh kek gitu aja kok, gua tau loh orangnya kuat, loh lupa ini bukan kali pertama nya bagi loh, gua udah lihat ketangguhan mu sejak SMP, aku juga melihat ketulusan di mata mu, aku belum pernah bertemu dengan wanita setulus diri mu, jujur saja aku salut dengan kamu, aku tak percaya dengan cinta seorang wanita, karena wanita pertama yg ku kenal merusak kepercayaan ku, yaitu ibu ku sendiri. Ibu yg seharusnya mencotohkan cinta ketulusan, tapi dia lah orang pertama yg merusak kepercayaan ku kepada wanita, dia meninggalkan ku selama bertahun tahun, aku bahkan tak bisa mengingat wajahnya, aku tumbuh tanpa nya, Ayahku dan dirimu lah yg menunjukkan kepada ku bahwa masih ada cinta yg tulus dan menerima segala kekurangan dan keselahan kita".
Aku yg mendengar kisah Sam pun ikut kaget, dan tak sadar kami berdua cukup lama bercakap cakap sampai tertidur pulas satu sama lain.
__ADS_1
Sejak saat itu Sam dan aku sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama sama.
Kami bahkan banyak berkomunikasi lewat telepon setiap malam dan kami juga sudah saling terbuka satu sama lain, jika kami memiliki masalah dan ingin butuh teman cerita untuk memahami persoalan, kami saling mendengar dan menghibur satu sama lain .