
"Ee papa, ee kakak"
"Siapa yang kamu bawa? Kenapa anak orang kamu bawa kesini? kamu lagi kenapa masih pakai seragam sekolah sudah singgah rumah orang? kalo orang tua mu marah bagaimana? Aku sekolah kan kamu bukan bawa anak orang ke rumah, Aku sudah susah kerja banting tulang anak ku malah tidak fokus sekolah dan belajar."
"Paa bisa ngak jangan marah di depan Mey?"
"Kenapa memangnya dengan perempuan itu? siapa dia sampai kau memaksa ayah mu untuk mengikuti keinginan mu? Apa dia yang menyekolahkan mu? Dia yang menafkahi kita sekeluarga?"
"Papa kenapa sih, dia datang kesini baik baik loh pa, papa bahkan belum berkenalan dengannya papa sudah memarahinya!"
"Apa pentingnya aku berkenalan dengan wanita itu? apa dia menguntungkan bagiku?"
"Terserah deh" ucap farel sambil memegang tanganku dan mengajak ku naik ke atas motor mengantar ku pulang
"Maa coba lihat anak ini sudah mulai bandel! Baru kenal wanita sudah lupa dengan keluarganya, Heiii mau ke mana kamu? apa kau akan menjadi ojek bagi wanita itu?"
Farel bergegas menyalakan mesin motornya
"Om, tante, kakak, permisi yah mau pulang"
"Pergi aja kamu tapi Farel tinggal disini kalo dia ikut kamu papa om akan kunci pagar rumah"
"ynk ayok, ngak usa dengar semua itu"
__ADS_1
kami pun langsung pergi...
Kami tak berkomunikasi dalam perjalanan mengantarku pulang. Aku melihat dari kaca motor wajah farel sangat marah..
Sesampainya di rumah ku dia terlihat merasa bersalah.
Aku memeluknya dan mencium pipinya.
"Ynk tidak apa apa, aku masih mencintaimu"
Dia memelukku dan menciumku.
Dia tidak mengucapkan apa apa. Bahkan dia pergi pun tak mengucapkan apa apa.
Jujur aku sakit hati, keluarga ku menerima Farel dengan senang hati, yah jujur sih Mama farel menyukai aku, tapi aku masih memikirkan apa yang di katakan papanya Farel.
Dia akan kemana?
Apa yang akan dia lakukan jika tak di rumah.
Aku merasa tak tenang dan aku berniat menyusul nya.
Aku masuk ke dalam rumah lalu aku mandi dan bersiap siap menyusul nya.
__ADS_1
Setelah selesai aku pergi ke warung untuk membeli beberapa roti dan minuman jika nanti dia benar benar tidak dalam rumah.
Aku masuk ke kompleks rumahnya dan aku melihat gerbang rumah itu di kunci.
Dan sudah pasti dia tidak di sini.
Aku menelepon nya tapi tak ada jawaban. Aku semakin bingung dan gelisah. Aku sangat sangat khawatir bila terjadi apa apa dengan Farel.
Sudah 5 menit aku menelepon nya tak ada jawaban.
Aku pun jongkok depan rumahnya dan menangis sesaat.
Aku mencoba membuka pikiran ku dan memikirkan kemana dia pergi.
Aku mencari ke tempat yang biasa kita tujui bersama.
Aku mengunjungi tempat bermain yang biasa kita kunjungi ketika aniversari tapi tak ada Farel dalam situ.
Aku pun ingin pergi ke pantai di mana tempat yang sering kita kunjungi juga selepas pulang sekolah.
Dan benar saja dia ada di sana
"Ynkkkkkkk" teriak ku sambil menangis mendekati nya.
__ADS_1
"ma...ma...maafin aku ynk, ini gara gara aku sampai kamu tak bisa masuk rumah"
"Ngak ynk, ngak papa aku baik baik saja. Kamu dah makan ynk?"