Menyatu Di Amin Yang SAMA

Menyatu Di Amin Yang SAMA
Kembalinya Samuel


__ADS_3

Setelah dia selesai menulis dia langsung pergi meninggalkan aku di sini tanpa kata terima kasih. Aku hanya terseyum tertawa melihat dia senang.


Aku pun bersikap seperti dulu lagi……


Di mana aku akan senang melihatnya senang walau tanpa diriku yg menemaninya.


Setelah bertahun tahun aku tak berkomunikasi dengannya kini aku melihat di tertawa, tertawa dan bahagianya sudah cukup membuaktku senang dan membuat aku tertawa lagi.


Setelah aku keluar gerbang sekolah aku melihat Farel berbicara dengan seorang lelaki.


Rupanya itu Sam…


Sudah 2 tahun aku tak melihatnya, dia adalah teman yg sangat baik yg pernah ku dapati.


Aku benar benar merindukann Sam, dia banyak membantuku.


Dia melambaikan tanggannya kepadaku, ternyata dia masih mengenali ku dan tak berubah sedikitpun. Dia masih menjadi orang yg sama seperti yg aku kenal sebelumnya. Dia juga masih menjadi orang yg murah senyum dan baik.


aku mendekatinya dan ternyata aku sudah memeluknya karena terlalu rindu.


"Ey Mey apa kabar? lama ngak ketemu makin gendut aja kamu, yah kan Farel?"


"Iya Sam, nih sih Mey kerjaannya makann melulu"ujar Farel sambil tertawa


"Ah kalian kurang ajar banget, kamu juga Sam baru bertemu udah ngejekin aku, berani nya sama cewe doang! iss ngak mau aku bekawan sama Sam"


"Is paan sih makin jelek tau ngak muka mu kek gitu" ujarnya sambil mencubit pipiku.


"aah cukup deh kalian berdua ngejekin orang melulu"


Kami bertiga pun tertawa seolah kami bertiga sebelumnya teman, yah memang sih kami dan Sam berteman tapi aku dan Farel terlihat seperti teman juga.


Yah betul kata Farel kami berdua teman smp.


Lebih cocok jdi teman smp saja…


Sam pun mengajak kami berdua untuk menghabiskan waktu di warteg dekat smp kita dulu biar saling mengingat ingat masa smp dulu.


Ketika Sam ingin menghidupkan motornya aku naik di belakang Sam dan Farel sudah pergi meninggalkan kami. Wajah Samuel yg terlihat binggung kepada ku.

__ADS_1


"Loh? berantem yah sama Farel? gara gara aku yah?"


"Oh ngak kok, kita ngak berantem, emg kenapa Sam?"


"Oh ngak kok, udah kita tancap gas sekarang"


Pasti samuel belum tahu aku sudah setahun putus dengan Farel.


Sesampainya di warteg kami makan bersama dan mengingat ingat semua kenangan smp kami.


"Oh yah Sam, teringat ku kau sekolah di mana?"


"Aku balik ke surabaya, aku kemari untuk cari sekolah baru ,soalnya kini papa ku pindah tugas di manado lagi jadi kini aku ngak ngekos lagi, udah bareng papa dan aku juga mau bertemu seseorang yg spesial di manado"


"Pantes yah Sam aku ngak nemuin kamu, facebook kamu pun aku tengok udah kek ngak aktif"


"Iya nih Mey hp gua yg sebelumnya rusak jadi aku ganti hp baru dan aku lupa akun aku, oh aku minta nomor whatsapp kalian"


"Nih nomorku,"aku memberikan nomorku kepada Sam.


Sam juga meminta kepada Farel dan saat itu Farel sedang makan jdi Sam berniat untuk melihat nomor Farel langsung di hp nya Farel. Ketika dia melihat walpaper hp Farel dia cukup terkejut melihat fotonya bersama dengan Nazwa.


"Oh dia pacar aku"


"Oh pacar baru mu yah?"


"Oh ngak kok, dah setahun loh kita bersama"


Sam pun menatapku lagi dengan wajah yg terlihat binggung. Aku langsung mencari topik buat menghilangkan kecanggungan ini.


"Sam kamu ngak punya pacar?aku ngak pernah lihat kamu punya pacar loh!" dia tak membalas pertanyaan ku, dia malah menyakan Farel sekali lagi.


"kamu cinta ngak sama cewek ini? gimana kalian bisa bertemu?"


"iya dong Sam,ketika aku bersamanya aku merasa tak punya masalah sekali pun, emang kenapa? aku bertemu dengannya ketika dia pindah kemari, ee dia juga dari surabaya loh"


"Kamu bahagia ngak sama dia?"


"Banget sih"

__ADS_1


"Dia sebenarnya pacar aku, aku tadi ke sekolah kalian buat bertemu dengannya tapi dia ketika ingin mengantarnya pulang kami berdua hanya berantem"


Farel terlihat sangat sangat marah.


Pantas saja tadi Farel dan Najwa ngk jadi ketemuan, rupanya Nazwa berbohong. Aku pun ikut kesal dan marah atas tingkah Nazwa. Aku menaruh kepercayaan kepada Nazwa untuk membuat Farel bahagia dan tertawa.


Aku tak pernah mencintai laki laki lain selain Farel tapi bisa bisanya dia membuat lelaki yg ku cintai kecewa.


Ternyata mereka berdua saling terdiam.


Mereka pasti ingin memperebut Sih Nazwa.


"Farel, loh mau ngak nurusin hubungan loh sma Nazwa?


"Iya, aku sudah tak ingin kehilangan orang yg kucintai lagi. Bagaimana denganmu Sam?"


"Yah kau tahu kan aku tak pernah menjalin asmara dengan perempuan, dialah perempuan pertama yg memulai hubungan denganku, sudah 2 tahun kami bersama, aku cukup kagey juga mendengar kabar bahwa dia bersama denganmu selama setahun. ternyata dia membohongi ku selama setahun dengan shabatku sendiri."


"Maafkan aku temanku, aku tak bermaksud merusak kebahagiaan mu, aku tak tahu dia sedang menjalin hubungan denganmu"


"Sudah lah kawan, tak ada gunanya kita merusak pertemanan kita hanya karena seorang wanita, aku mengiklaskan dia kepadamu"


BENAR BENAR KETERLALUAN SIH NAZWA!!!


Dia sudah menghancurkan hati kedua orang yg ku anggap spesial. Teman baikku dan orang yg ku cintai.


"Mey kau sudah punya pacar?"


Sam menanyakan hal itu kepada ku dengan tatapan serius.


"Ngak Sam, aku belum bisa menerima orang baru. Aku… aku…aa…aa…aku belum bisa menemukan cinta yg dapat mengantikan posisi orang yg mengisi hati ku sebelumnya. Masih dia dan tetap dia"


Farel yg mendengar hal itu langsung menatapku dengan tatapan yg tajam dan agak terlihat risih dengan tingkah dan ucapanku.


Aku pun langsung menduduk ke bawah agar tak melihat tatapannya yg terlihat begitu marah kepada ku entah mengapa. Aku tak banyak bicara lagi dan hanya menunduk saja.


Sam yg menyadari hal itu langsung berkata "Farel, gua iklas loh sama dia, tolong loh buat dia bahagia, dia menduakanku karena mungkin tak bahagia jadi aku minta kepada mu untuk membahagiakan Nazwa, dia adalah gadis yg baik, dia dapat mengisi kehampaan dan kekosongan hatimu, jaga dia baik baik, jangan kecewakan dia, Karena dia telah memilih diri mu, dia menaruh harapan kepada dirimu."


"Makasih yah bro, loh sangat sangat baik dan sangat sangat mengerti dengan keadaan gue dan hati gue, gua ngak bisa dapat kan teman kayak loh bro, loh banyak membantu selama ini, gue akan balas kebaikan loh suatu hari nanti bro."

__ADS_1


__ADS_2