
Mereka berdua terlihat memiliki hubungan orang tua dan anak yg sangat bagus. Tidak terlihat jarak antara mereka berdua.
Berbeda dengan Farel…
Aku tak ingin membeda-bedakan tapi memang terlihat jelas perbedaannya.
Maklum saja yah mungkin karena dia di besarkan oleh papanya jadi wajar aja kalo mereka berdua terlihat akrab.
"Om sebenarnya ngak mau ikut campur dengan hubungan kalian, tapi kalau ada masalah boleh cerita cerita lah sama om jangan malu malu, anak mudah seperti kalian ini banyak mengambul keputusan tanpa berpikir panjang jadi kalo mau cerita cerita boleh sama om" ujar papanya sambil merangkul kami berdua.
"Om makasi yah"
aku spontan mengucapnya sambil tersenyum tanpa aku sadari.
Wajah Sam dan papanya agak aneh melihatku setelah aku tak sengaja melontarkan kata "Om makasi yah".
__ADS_1
Om Jos hanya menganguk-angukkan kepalanya setelah mendengar itu.
"Hmm yah, iya Mey sama sama"
Aku pun menjelaskan semua.
"Sejujurnya om aku merasa senang dengan tingkah laku om, aku merasa di terima dalam suatu hubungan, itulah mengapa Mey ingin mengucapkan terima kasih"
"Oh gitu HAHAHA" om Jos tertawa sangat kuat sampai aku kaget.
"Apa pun pilihan Sam dan siapapun pasangan Samuel sudah om Anggap seperti anak om sendiri jadi jangan malu malu dan sungkan yah, biar kita semua bisa merasakan kedekatan antar keluarga, kita semua yg ada saat ini keluarga"
Selama berjam jam kami bertiga menghabiskan waktu.
Ketika ingin pamit pulang papanya Sam mengajak kami bertiga untuk foto bersama sebagai foto keluarag yg baru kata papanya.
__ADS_1
Aku mau mau aja, abis papanya baik banget, Siapa juga yg ngak mau foto bareng pacar dan calon mertua, kapan lagi ada kesempatan kek gini kan.
Aku berpamitan pulang kepada Om Jos soalnya aku juga masih ada tugas sekolah dan harus belajar…
Dalam perjalanan pulang aku merasa senang dan ternyata aku senyum-senyum. Aku ingin di cintai oleh pacarku, tapi aku juga ingin di terima di keluarga pacarku, selama ini itulah yang ku cari.
Sepulangnya dirumah sebelum aku masuk ke dalam rumah aku memeluk Sam dan mengucapkan "I love you, makasi atas semua, aku sayang kamu, please jadi yg terakhir" itu kali pertama aku mengucapkan.
Sam memelukku dan berkata "I love you too, gue syg bnget sama loh, please janji sama gua jangan nangis lagi saat jadi pacar aku, gua bakal merasa gagal banget jadi pacar lo klo sampe lo nangis" setelah mengatakan itu dia memelukku sangat erat.
Apakah secepat itu aku menaruh perasaan padanya? Aku menatapnya dan memeluknya sangat erat, aku bahkan tak mau melepaskan pelukkan yg terasa sangat nyaman.
Aku melepaskan pelukanku dan ingin masuk ke dalam rumah.
"Aku…aku ke dalam dulu yah, kamu hati hati yah" ujarku sambil mengelus elus rambutnya.
__ADS_1
Dia mengambil tanganku yg mengelus rambutnya dan mencium tanganku. "Aku pulang dulu yah, jangan lupa kasih aku kabar setelah kamu selesai makan dan mandi"
Aku pun membuka pintu rumahku dan kami berdua masih saling menatap satu sama lain.