
Ini semua ulahku.
Aku malah menyalakan diriku ketika sampai di pantai.
Aku tak mengingat kisah kita berdua tapi aku hanya menyalahkan diriku atas semua yang terjadi.
Tak lama kemudian Farel datang dan duduk di sampingku yang sedang menangis.
"Kenapa…kenapa… kau kemari juga? apa kau ingin melihatku menangis?"
"Aku kemari bukan karena mengikuti mu. Aku kemari hanya ingin mengingat semua yang kita lakukan sebelumnya. Semua kisah kita aku masih mengingatnya. Aku tak bisa melupakannya karena setiap malam aku mengingat dirimu."
"Kenapa kau meninggalkan ku kalau kau masih mencintaiku?"
"Aku meninggalkan mu karena aku mencintaimu"
Sontak aku bingung dengan perkataannya.
"Apa maksud mu? kenapa harus meninggalkan ku jika mencintaiku?"
"Hmm… karena aku hanya ingin kau selalu berada di dekatku"
Aku semakin bingung dengan perkataanya.
Setelah mengatakan itu dia memelukku dan mencium dahiku, aku pun tak tinggal diam.
Aku langsung memeluknya, aku merindukan pelukannya yang tak lagi memeluk ku selama berbulan bulan.
"Jangan lepaskan gelang pemberianku, jangan lupakan kenangan kita, jangan berhenti mencintaiku, dengan begitu kita masih akan bersama sama dan memiliki perasaan yang sama walau tak lagi bersama" ucapnya sambil menangis, dia menangis tepat di depan mataku.
Dia memberikan ku boba Strawberry dan meninggalkan ku.
Aku hanya menangis melihat dia meninggalkanku.
Aku memang tak mengerti kata katanya sebelumnya.
Tapi kini aku tak lagi menghiraukannya, yg penting kami berdua memiliki perasaan yang sama walau tak bersama, cinta kita tak menghilang.
Sejak saat itu liburanku semakin terganggu, aku hanya merasakan rindu yang mendalam.
Aku ingin bertemu dengannya lagi.
Seminggu berlalu aku mengunjungi tempat itu lagi tapi sudah ber jam jam aku di sana aku tak melihat Farel.
__ADS_1
Semua tempat yg pernah Farel dan aku kunjungi aku pergi untuk mencarinya.
Tapi tak kunjung ketemu.
Hari hari liburanku hanya ku habiskan dengan mengunjungi tempat tempat itu.
Tapi aku tak kunjung melihat Farel disana.
Aku lebih baik putus dengan nya tapi masih bisa melihat nya dari pada aku tak melihatnya.
itu sangat sangat membuatku tidak tenang.
Aku hanya menghabiskan liburanku untuk mengunjungi tempat tempat yang biasa kita kunjungi.
Ketika liburan berakhir aku mencarinya di sekolah.
Akhirnya aku bertemu dengannya.
Ketika melihatnya aku langsung memeluknya dan tak memperdulikan apa tanggapan Aisyah.
Aku hanya ingin melepas rinduku…
"Aku lebih baik melihatmu bersama orang lain dari pada aku tak melihatmu sama sekali" ucapku sambil memelukku dengan erat.
aku menatapnya dengan air mata, aku tak sanggup menahan air mataku setelah mendengar alasan dari Farel.
"Aku memutuskan hubungan kita bukan karena sengaja, aku memutuskan hubungan kita berdua agar aku dan kamu tak berpisah jarak, walaupun hubungan kita telas kandas tapi cinta kita tidak kandas, aku sangat bodoh"
Kita berdua sepakat untuk berpisah tapi tak jadian dengan orang lain sampai kita lulus sekolah dan akan bersatu lagi ketika kita lulus sekolah dan akan memulai hubungan baru walaupun kami baru akan lulus smp tapi kami sudah berkomitmen
Kita berdua berjanji bersama.
Ujian kelulusan smp pun tiba……
Kita pun mengikuti ujian dengan baik dan lulus smp. Kita berdua ingin masuk sekolah yang sama lagi tapi di saat kita mendaftar sekolah Farel tak datang, aku menelfonnya tak ada jawaban. Tapi tak lama kemudian dia datang.
Dan yah kami pun satu sekolah lagi.
Sudah sebulan kami berdua bersekolah, dan ternyata papa nya Farel ke sekolahnya dan tak sengaja bertemu denganku yang ingin mengajak Farel ke kantin.
Ketika papa nya melihatku, dia melihatku dengan wajah kaget dan terlihat tak suka.
Seketika itu juga Farel keluar dari kelas dan melihat papa nya dan aku sedang menatap satu sama lain.
__ADS_1
Papanya tak berkata apa apa kepadaku hanya melihatku dengan tatapan sinis.
Aku melihat Farel dan papanya masuk ke ruang kepala sekolah. Aku menunggu sampai papanya Farel pergi dan aku menemui Farel untuk menanyakan ada apa.
Dia mengatakan bahwa papanya ternyata berteman dengan kepala sekolah kita, dan dia memperkenalkan Farel anaknya kepada kepala sekolah.
"Apa kah papa tak curiga dengan kita?"
"Ngak ynk santai aja"
"Kok wajah kamu murung murung ynk?"
"ngak apa apa kok ynk"ucapnya sambil pergi meninggalkan aku.
"Ynk…ynk… bentar…ynk…tunggu…YANKKKK… TUNGGU… "aku terus mengejarnya.
"Ynk ada apa sih?cerita sama aku? kenapa? aku kan da bilang kalo ada masalah ceritain jangan sembunyi sembunyi nanti kita bisa menyelesaikannya bersama."
"Ynk papa aku mau kamu di keluarkan dari sekolah, dia tak ingin kita berdua bertemu"
"Ynk bilang aja ke papa kita berdua ngak punya hubungan apa apa, gitu aja kok susah ynk, aku tuh orang susah ynk kalo aku di keluarin mama dan papa ku juga bisa marah, mereka baru selesai bayar uang sekolahku selama 3 tahun loh ynk, baru juga beli seragam seragam ku ynk, aku harus gimana ynk, kalo di suruh milih putus ato di keluarkan dari sekolah aku milih putus aja ynk, aku sayang sama kamu tapi aku juga sayang sama kedua orang tua ku, aku masih punya adik yg harus di sekolahkan, aku harus bicara sama papa".
"Biarkan aku berpikir dulu ynk, beri aku beberapa hari"
setelah itu Aku pun ke kelas.
Guru yg masuk ke kelas ku terlihat memperhatikanku sejak awal.
Dia sengaja mengabsen kami semua untuk melihat yg mana nama Mey. Absen berhenti di nama ku saja
Aku sudah memilki firasat yang buruk.
Aku di panggil ke depan dan harus menjelaskan materi yang dia berikan minggu lalu, tentu saja aku tak bisa menjawab!
Guru itu menghukum ku dan mengatakan aku tak belajar hingga aku tak bisa menjawab dan mengetahui jawabannya……
Aku pun di berikan surat panggilan orang tua, dan jika 3 kali di berikan surat panggilan orang tua maka aku akan di keluarkan……
Aku sakit hati dengan sikap papanya Farel….
Aku pun menjauhi Farel, aku sangat kesal dengan tingkah Farel, kenapa dia mau merusak pendidikan ku.
Dia hanya memikirkan anaknya saja tidak memikirkan nasib orang lain!
__ADS_1
Aku tak ingin berhenti sekolah hanya karena cinta.