Menyatu Di Amin Yang SAMA

Menyatu Di Amin Yang SAMA
mencintai paling dalam adalah mengiklaskan dirinya ke pelukan orang lain


__ADS_3

Tak lama kemudian kami pun pulang, aku di antarkan Farel karena sam memiliki arah yg berbeda dan cukup jauh dengan rumahnya.


Dalam perjalanan aku menyadari Farel telah menemukan penggantinya, bahkan dia sudah tak cemburu lagi ketika aku naik motor bersama dengan Sam tadi……


Setidaknya walau dia menemukan pengganti ku yg se iman dengan dirinya. Walaupun wanita itu menyakitinya tapi setidaknya wanita itu dapat mengisi hatinya yg hampa saat tak bersama ku.


Ketika sampai di rumahku orang tuaku tak tahu kalau kami berdua sudah putus.


"Ee nak Farel, masuk dulu ibu buat kan teh, dah lama sekali ngak kemari, ibu pikir kalian dah putus, sini…sini…duduk…duduk…"


"Iya tante akhir akhir ini Farel sibuk"


"Udah penting Farel dateng lagi…tante buatkan teh dulu buat Farel… ayok…ayok!"


Mama ngak tahu kita berdua udah putus, tapi sudahlah mama ngak perlu tahu, lagian ngak penting mama tau apa ngak.


"Di minum yah tehnya nak…Kalian berdua satu sekolah lagi yah?"


"Iya tante"


"Uhh so sweet banget, mudah mudah sampe nikah yah, bagus loh masih mudah udah setia ama satu pasangan, ntar kalian nikah ngak selingkuh…uhh…uhh…so sweet banget liat anak mudah langgeng, tante ikut senang…"


"Ma Farel ngak bisa lama lama yah soalnya Farel ada exkul di sekolah"


"Iya tante, Farel kemari hanya rindu doang sma tante."


"Loh cepat banget toh, udah Farel jangan lupa datang yah minggu depan hari perkawinan Tante."


"Iya tante Farel janji walaupun Farel sibuk tapu farel akan berusaha semampu Farel untuk datang"


"iya anak ganteng, hati hati di jalan yah"


"Iya tante permisi"


aku pun mengantar Farel dan meminta maaf karena tak memberi tahu kedua orang tuaku mengenai hubungan kita.


"Maaafin guaa yah, guaa…guaa lupa…iya gua lupa… gua lupa kasih tau mama yang sebenarnya, gua ngak bakal tau kalau ke depan nanti bakal kek gini"


"hmm…ngak apa apa kok, aku ngak marah, lagian aku juga rindu ke sini., dah bertahun tahun ngak kemari…oh yah aku pergi dlu yah"


"Iya hati hati."

__ADS_1


Semakin hari aku semakin nyaman berteman denganya walau tak lagi bersama.


Walaupun aku tau dia tak lagi mencintai ku tapi aku bersyukur masih bisa berbagi tawa dengannya dan tersenyum depan wajahku.


Esok harinya tiba aku melihat Farel dan Nazwa sepertinya tampak baik baik saja.


entah mengapa aku ikut merasakan bahagia melihat hubungan Farel yg baik baik saja, aku malahan bersyukur melihat mereka berdua baik baik saja dan tak ada masalah.


Bahkan dalam hatiku aku berdoa agar hubungan mereka awet.


apakah kini aku benar benar mengiklaskan Farel?


Tak lama kemudian Samuel menelfon ku.


"Ey Mey ngapain?sibuk yah?"


" Kenapa Sam?ngak sibuk kok!"


" Jalan jalan yuk aku jemput bentar kamu pulang sekolah?"


" boleh juga sih, kamu ngak sekolah?"


"Untuk semntara ini sih belum, aku lagi cari cari sekolah yang pas cuman surat pindahan ku lagi di urus papa! oh yah jadi ngak?"


"Oke deh semnagat yah Mey jelek!"


" Iya Samuel yg lebih lebih lebih jelek!"


ketika selesai sekolah aku langsung di ajak Sam nonton bioskop dan makan makan bareng.


"Oh yah Sam kenapa kamu ajak aku senang senang?"


"Aku lagi bete di rumah, aku mah pengen cepat sekolah lagi, aku ngak panggil Farel lagi,ntar ngak enakan sama Nazwa"


"Trus loh sama Nazwa gimana?"


"gua minta putus tapi gue ber alasan pingin sendiri, gua ngak bilang karena ketahuan dia selingkuh ama Farel, gue ber alasan lain, gue ngak mau dia merasa canggung sama Farel"


"yang sabar yah Sam, mencintai paling dalam adalah mengiklaskan dirinya ke pelukan orang lain untuk melihatnya bahagia, percayalah saja bahwa kau tak perlu memilikinya untuk membuatnya bahagia, dia bersama dengan orang lain pun bisa membuat kamu bahagia saat melihat di tertawa dan bahagia, lebih baik dia bersama dengan orang lain asalkan dia bisa tertawa dan bahagia dari ada bersama kita tapi batinnya terluka dan tak bahagia."


"Aku jadi terharu mendengarnya, kau sepertinya sangat ahli dalam hal seperti ini"

__ADS_1


"aku sudah banya mengiklaskan orang yg ku cintai, aku belajar arti cinta dari pengalamanku, percaya saja jika dia adalah jodoh mu maka akan bersatu lagi tapi jika tidak jodoh tidak usah memaksan diri yg membuar diri mu dan orang yg kau cintai terluka."


"hahah…kamu tau ngak kamu kelihatan dewasa banget?…Salut banget gue sama loh udah bertahun tahun sanggup menghadapi ujian yg harus mengiklaskan sebagian dari hidup mu"


"Itulah hidup dan Takdir Sam, kita hanya bisa berdoa dan bekerja serta usaha. Kita dapat memaksakan sesuatu."


setelah berbincang bincang Sam mengantarkan ku pulang.


Kita melewati pantai yg biasa aku kunjungi bersama Farel.


Aku pun mulai teringat satu per satu kenangan kami berdua sambil tertawa. Betapa lucunya diriku yg pernah bermanja manjaan pada seorang lelaki yg kini tampak seperti teman smpku.


"Kenapa loh tawa tawa sendiri?dah gila loh? Ngak jelas banget sih ketawa ngak ada lucu lucunya"


"Ah kamu tau apa soal aku hahahah"


aku tertawa sangat puas karena kini aku tak lagi menangisi orang yang telah bahagia bersama dengan orang lain, aku hanya bisa ikut tertawa dan ikut merasakan bahagia atas hubungan kalian yg awet.


aku berteriak di atas motor "HUU SEMOGA JODOH GUA NGAK KEK SAMUEL MUKA JELEK HUUUU JELEK BANGET"


samuel pun berteriak juga "SEMOGA GUA DAPAT PACAR BARU YANG NGAK GENDUT DAN JELEK KEK MEY YG GENDUTNYA KEK SAPI"


Aku mencubit badannya dan kita berdua tertawa bersama di atas motor sambil berteriak "SAMUEL JELEK, MEY JELEK, FAREL JELEK, NAZWA JELEK" kami berdua merasa sangat puas dengan teriakkan kami.


Se sampai di rumahku aku mengajak Sam masuk buat minum teh.


"Ngak usah deh jelek,ntar kelamaan bareng kamu aku bisa jadi lebih jelek, aku pulang duluh yah Sapi jelek!"


"Iya **** putih jelek"


Dia turun dari motornya dan memeluk ku.


"Uhhh bau **** jangan peluk peluk aku jijik iwww"


Dia pun tertawa sambil mencubit hidungku.


Aku pun tak tinggal diam, aku pun mencubit pipinya sampai dia melepaskan cubitan nya dari hidung ku.


"Sakit **** bodoh jelek!"


"Gua juga sakit sapi gendut jelek!"

__ADS_1


Dia pun pergi dengan wajah tertawa dan senyum.


__ADS_2