Menyatu Di Amin Yang SAMA

Menyatu Di Amin Yang SAMA
Apakah dia mencintai wanita itu?


__ADS_3

"Susah yah kamu jalan kaki saja?Lagian dekat kok kost kamu sampai sini! ngak perlu numpang numpang pacar orang! nih buku Farel buku kamu! Aku masuk dulu! Selamat bersenang senang!"


Aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua setelah mengatakan itu. Farel bahkan tak mengejarku. Aku sangat kesal sekali.


Aku tak keluar keluar dari kelas, aku hanya ingin tak melihat mereka berdua.


Waktu pulang ke rumah pun telah tiba dan ternyata Farel menunggu ku depan kelas.


Aku mencoba untuk menghindarinya.


Tak sengaja aku menabrak Samuel ditengah keremunan siswa.


"Ngapain sih lo buru buru? Loh sana kan Farel? Faaarr....." aku langsung menutup mulutnya dan menariknya sampai depan pagar sekolah.


"Ngapain sihhh ahh? ngak bisa nafas loh aku!"


"Ee Sam loh tau ngak sih Farel nganter sih Aisyah ke sekolah! Dia beralasan bahwa kamu ngak bisa anterin Aisyah ke sekolah, kan Aisyah pergi ke sekolah sendiri! Kan bisaaaaaa!"


"Dah lah cuman kek gitu, tuh sana Farel !"


aku langsung menarik Sam dan bersembunyi.

__ADS_1


"Sini sembunyi dulu, aku mau lihat mereka mau ngapain"


Aku melihat Farel menganter Aisyah pulang dan aku juga melihat tangan Aisyah memeluk erat Farel.


Aku tak tinggal diam……


Aku langsung menghalang mereka berdua.


"Oh jadi gini yahh? peluk pelukan? Enak yah enak?"


"Ynk kamu kenapa sih? aku cariin kamu ngak ada, Aku anterin Aisyah karena tujuan kita sama jadi sekalian aja aku anterin."


"Ohh oh ohhh…… tujuan sama yah? iya kalian memiliki tujuan yang sama"


"Kamu tau ngak aku sakit hati? ha? Kamu tau ngak? Kamu lebih memilih membela wanita yang baru kenal dari pada akuuuu… akuuu yang menemani kamu selama setahun."


"Aku ngak membela siapa siapapun! kenapa kamu ngak iklas temenin aku selama setahun? Aisyah turun kamu sekarang juga! Kamu ikut aku sekarang ynk! Naik"


Aku pun naik motornya tapi aku menjaga jarak, aku tak memeluknya atau menyentuh di atas motor. Dalam perjalanan aku hanya menangis tak memperdulikan apa pun.


Dia membawaku ke rumahku ternyata..

__ADS_1


"Kenapa kamu bawa aku kesini?"


"Apa sih ynk? aku anterin kamu salah, aku anterin Aisyah salah juga."


"yg ngomong salah siapa?"


"ynk cukup dong, di sekolah kamu marah marah ngak jelas terus dirumah kamu juga marah marah ngak jelas"


"Oh maksud kamu aku ngak jelas?kamubpikir aku gila marah ngak ada alesan?"


"Terserah kamu deh ynk" ucapnya sambil membalikkan motornya untuk pergi.


"Lihat aku belum selesai bicara kamu udah mau pergi, ynkkk kalo kamu pergi aku ngk mau menegur kamu"


"Terserah deh ynk"


selepas Farel pergi aku menangis sambil menatap foto kita berdua.


Aku tak menyangka kita akan bertengkar hanya masalah seperti ini. Aku tidur dengan menangis, aku bahkan tak makan malam.


Paginya ke sekolah Farel dan Aku tak bertegur sapa. Aku melihat dia memboncengi dan mengantar Aisyah lagi dan lagi. Aku melihat mereka berdua berduaan lagi di kantin belakang yg menjadi tempat nongkrong aku dan Farel.

__ADS_1


Dia bahkan tak menegurku, apa dia sudah jatuh cinta dengan wanita yang baru ia kenal?


__ADS_2