Menyatu Di Amin Yang SAMA

Menyatu Di Amin Yang SAMA
Putus


__ADS_3

"Kita ngak ngapa ngapain kok om"


"Om akan nikahkan kalian sebelum kalian berdua membuat aib di keluarga ini!"


"Tapi om..."


"Sudah! Ayo kerumah kamu sekarang! om mau membicarakan ini bersama dengan orang tua mu!"


"Pa sudah dong! Farel muak pa muakkk!"


"Ee perempuan coba kamu lihat pacarmu! Dia tak mau menanggung jawab dengan perilakunya kepada mu! Kau sudah lihat kan? Dan kau masih ingin bersamanya?"


"Pa cukup!"


Farel pun langsung mengajakku pulang


Tapi kami berdua pergi ke kost nya Samuel. Aku menenangkan pikirannya sambil memeluknya.


Tapi ternyata papanya Farel sudah mengikuti kami.


"Farel pulang sekarang jangan buat malu papa!"


Papanya Farel pun langsung menarik Farel masuk ke dalam mobil. Papanya menyuruh orang suruhan buat memeriksa apakah ada barang Farel yg tertinggal dan mengambil motor Farel.

__ADS_1


Selepas Farel pergi aku begitu sedih karena aku tak tahu kenapa papanya Farel begitu membenciku. Samuel langsung mengantarkan ku pulang.


Sesampainya dirumah aku menghubunginya tapi tak di angkat. Dia menolak panggilanku.


Aku mencoba inbox tapi dia tak membaca inboxku.


Esoknya aku mencari Farel di sekolah tapi tak jumpa.


Hari hari berlalu aku tak melihat Farel.


Sudah seminggu aku tak melihat Farel. Aku merindukannya setiap malam.


Setiap malam aku menelepon dan mengirimnya pesan tapi tak ada jawaban sama sekali. Aku bertanya tanya kepada teman temannya tapi semua teman nya tak ada yang mengetahui kabarnya.


Aku yang melihatnya langsung mengejarnya dan memeluknya. Tapi wajahnya terlihat begitu marah kepadaku dan sikapnya begitu dingin.


"Ynk kamu kemana aja?kamu baik baik aja kan?peluk mey dong udah kangen banget"


Dia malah mendorongku dan meninggalkan ku.


Aku mengejarnya dan bertanya kenapa.


Aku mengikutinya sampai ke kelasnya.

__ADS_1


"Farel kenapa kamu diam saja? Hey kemana kamu jawab aku!" aku mengejarnya terus.


"Farel jawab dong jangan diemin aku kek gini? apa kamu mau kita putus ha?kalau diamin aku kenapa tak kau putuskan saja biar aku ngak khawatir apa yang kamu lakukan!"


Dia kembali ke belakang dan menghampiriku sambil berkata "Ya" setelah katanya itu dia langsung pergi.


"Oo ooo okee kita putuss! biar kamu puas! itu yang kamuu mau kann? kann?" Dia tak memperdulikan aku dan hanya berjalan terus masuk ke kelas.


Aku benar benar stres!


Aku masuk ke kelas tapi pikiran ku tak fokus di pelajaran! Aku hanya memikirkan betapa bodohnya diriku mengucapkan putus!


Ketika waktu istirahat datang sengaja ke kantin dekat kelasnya hanya untuk melihatnya dan mencari perhatiannya saja-_-


Tapi dia bahkan tak mau keluar kelas dan aku melihat dari luar dia sedang bercanda dengan Aisyah!


Aisyah lagi Aisyah lagi!


Aku pergi meninggalkan kelasnya! Aku cemburu banget! Mana bisa belum sehari putus sudah se akrab itu dengan wanita lain.


Ketika jam pulang datang aku mencoba menunggu di depan pagar sekolah seolah olah ada orang yang menjemputku padahal aku hanya ingin dia menegurku untuk naik bersamanya.


Tapi yang kulihat tak sesuai dengan yang ku harapkan……

__ADS_1


Aku melihat dia mengantar Aisyah dan mereka terlihat sangat mesra bahkan Aisyah memeluknya saat naik motornya! Farel yang melihatku ekspresinya biasa biasa saja! Dia tak tahu aku sedang menahan cemburu!


__ADS_2