
Aku tak menangis lagi, kali ini hatiku benar benar iklas dan sangat lega.
Aku tak lagi mencari orang untuk mengisi hatiku. Walaupun hatiku telah iklas dengan pilihannya tapi hati ini hanya mengiklaskan bukan untuk berhenti mencintai nya.
Tak ada yang bisa aku lakukan selain mencintainya.
Aku melanjutkan hari hariku seperti biasa.
1 bulan berlalu dan kelas kami memiliki guru IPA Yang sama dengan Samuel jadi guru kami mengambungkan kedua kelas untuk belajar bersama.
Aku kesulitan mencari tempat duduk karena kelas itu sudah agak penuh.
"Eey Mey duduk sampingku aja" Kata Samuel sambil menyiapkan kursi untuk aku duduk.
"Iya Sam terima kasih yah baik banget"
"Ee teringatku kok kamu lebih kurus? sakit yah?"
"Ih enggak kok aku cuman lagi males makan aja"
tak sengaja aku melihat tangan Samuel memegan tiket bioskop tapi aku tak menanyakan buat apa tiket itu.
Ternyata ketika istirahat tiba Farel datang mengambil tiket itu, ternyata buat dia.
Selama aku jadian dengannya aku tak pernah di aja nonton di bioskop tapi tak apalah. Asalkan dia bahagia.
__ADS_1
Aku dan Sam kebetulan mendapatkan tugas kelompok dan Sam mengajak ku buat tugas di kost nya tapi aku menolak karena ngak enak aku Perempuan di kost cowo jadi aku mengajaknya ke rumahku saja.
Dan tentu saja aku pulang naik motor bareng Samuel.
Ternyata Farel melihat kami berdua dan dia mendekati kami berdua.
"Ee Sam beli skin nya kapan?skarang aja yah? soalnya sebentar kan aku harus nonton bareng Aisyah"
"Nanti kamu pulang dari bioskop aja soalnya aku mau buat tugas di rumah Mey"
"Iya sekarang aja nanti dia tunggu bentar kita beli skin nya dulu"
"Dahlah Farel lagian kan belum buat skarang skin nya, masih banyak waktu! aaku duluan yah" ucapnya sambil meninggalkan Farel di tempat parkir.
Hatiku tak tenang, aku yang sebelumnya berpikir Bahwa dia sdh tak mencintaiku lagi kini aku berpikir dia masih mencintaiku. Aku merasa bersalah pergi dengan lelaki lain.
Tapi apa dia merasakan hal yang sama ketika dia bersama dengan orang lain. Apakah dia sakit hati juga?
Dalam perjalanan aku menangis, aku memeluk samuel sambil menangis keras.
Samuel yg menyadari hal itu dia tidak langsung kerumah ku, dia membawa ku ke kostnya.
Dia membuatkan ku Teh dan mie.
"Tenanglah, nih makan kamu dah kurus akhir akhir ini!" ucapnya sambil ingin menyuapiku.
__ADS_1
"Sam kenapa?apa aku yang berharap terlalu tinggi? apa kah dia masih mencintaiku?"
"Maafkan aku tak bisa menjawab pertanyaanmu ini, aku tak ingin mencampuri urusan kalian, lebih baik kamu makan dulu" ucapnya sambil ingin menyuapiku
"Samm..."
"Iya?kenapa?...?"
"Tolong aku"
"Tolong kenapa?"
"Aku ingin membuktikan apakah dia masih mencintaiku atau tidak, hatiku merasa sangat tidak tenang"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Bantu aku membutikkanya"
"iya tapi aku harus membuktikan dengan apa? tak mungkin aku bertanya langsung kepada nya, mungkin kau juga akan malu jika aku bertanya langsung kepada nya."
"Tapi apa kau ingin membantuku? sekali ini saja aku janji tak akan merepotkan kamu lagi"
"Iya, apa yg harus aku bantu?"
"Jadilah pacarku!"
__ADS_1