Menyatu Di Amin Yang SAMA

Menyatu Di Amin Yang SAMA
Rasa ingin merebutnya kembali kini hadir


__ADS_3

"Maa…maa…maksud mu gimana?"


"Jadilah pacar ku!"


"Aku tak mengerti mey, co…co…coba ka…ka…kamu jelaskan"


"Aku ingin kau menjadi pacarku, jika dia cemburu berarti dia masih mencintaiku, kamu bisa menjalin hubungan dengan wanita lain selain aku, ini hanya pura pura"


"Iya aku mau"


ketika dia mengatakan mau menjadi pacar ku, aku melihatnya tanpa berkata apa apa dan menatap nya cukup lama.


"Makasi yah, makasih banget"


Samuel pun menyuapiku.


Jujur aku tak menyukai Samuel, tapi aku terpaksa melakukan hubungan pura pura ini untuk melihat reaksi Farel.


Dalam hati ku aku masih mencintainya dan tak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisinya.


Esoknya ketika sekolah aku ingin menjalakan rencanaku.


Samuel kebetulan sedang berada bersama Farel di depan kelasnya. Aku baru mau masuk ke kelas sudah di halangi Samuel.


Samuel ingin memegang tangan ku di depan Farel tapi aku menghindarinya.


Aku menarik Samuel ke dalam kelas dan mengatakan "Sam, aku ngak bisa melakukan ini, aku merasa aku berselingkuh jika aku bersama dengan lelaki lain walaupun aku sudah tak bersamanya lagi."


"Ngak apa apa lah Mey, aku ngerti kok kamu ngak bisa nyakitin dia, Kamu tulus banget! Terlalu syg sama dia"


"Makasi yah Sam, maaf aku ngerepotin mulu"


"Dah lah ngak apa apa, lama kelamaan juga kau akan bisa melupakannya!"


"Ngak Sam, aku ngak berniat melupakannya.


Aku tak ingin aku melupakan cinta pertama ku."


"Mending sekarang kamu tenangkan pikiran mu, aku akan balik ke kelas sekarang, byee"


Dia meninggalkan ku dengan tingkahnya yg sangat aneh.


Ketika waktu istirahat aku ke kantin dan melihat Farel tapi tak bersama dengan Aisyah……


Dia makan berada tepat di sampingku.

__ADS_1


Tak ada jarak di antara kami berdua, tapi dia bahkan tak mau mengajak aku berbicara.


Lalu ada seorang siswa laki laki yang akan duduk di samping ku juga. Tapi di halangi oleh Farel.


"Ee bro maaf yah tempat itu udah ada yang punya, mending di sini aja!"


Aku yang merasa sangat aneh dengan tingkah Farel, kenapa dia ingin menyingkirkan orang yang di samping ku.


Setelah selesai makan aku ke kelas ku, ternyata dia mengikuti ku dari belakang.


Sesampainya depan kelas ku aku memanggil Sam. Entah kenapa aku memanggil Sam tanpa alasan.


"Sam sam sam!"


"Iya kenapa, santai dulu tarik nafas baru jelaskan apa yang terjadi" ucapnya sambil memegang kedua tanganku.


Aku tahu Farel melihat aku bersama dengan Sam.


Dia segera menghampiri kami dan terlihat ingin melepaskan tangan Samuel.


"Ee Sam yuk mabar" ucapnya sambil menarik tangan Samuel.


"Kenapa sih?kalian berdua kenapa?"


aku langsung berlari ke kelas, ketika aku masuk ke kelas aku melihat Aisyah datang.


Aku yang mendengar kata kata Aisyah juga sangat merasa terheran heran dengan sikap Farel.


Aku semakin percaya bahwa Farel masih mencintaiku, tapi kenapa dia harus bersama dengan orang lain.


Ketika akan pulang Sam ke kelas ku dan mengajak ku ke supermarket buat beli keperluan kelompok kita. Aku yang merasa tidak apa apa karena urusan sekolah aku langsung mengiyakan tawaran yg di berikan Samuel.


Ketika kami sampai di tempat parkir ternyata Farel sedang menunggu di sana bersama Aisyah tapi mereka tak terlihat baik baik saja. Dan sepertinya Farel memiliki firasat aku akan pergi dengan Samuel.


Farel yg melihat kami wajahnya sangat kesal.


" Ee Sam yuk mabar di tempatnya Josua, katanya di rumahnya ada wifi juga"


" Oh iya bentar yah aku ke supermarket dulu bareng Mey, ada hal hal dan keperluan yang harus kita lakukan, bentar doang kok"


" Oh gitu yah? sekalian aja gua mau ke supermarket juga mau beli apel, lagi suka makan apel." katanya sambil menyiapkan motornya.


Aku dan Samuel saling menatap satu sama lain sambil merasa heran.


Dia pergi dengan Aisyah tapi tampaknya dia ingin berada di belakang kami, dia tak ingin kami yang berada di belakang kami.

__ADS_1


Dia sepertinya ingin mengawasi ku, ketika dia melihat tanganku memeluk Samuel dia langsung membunyi kan klackson.


Aku sontak tertawa kecil dengan tingkahnya.


Kini aku percaya bahwa dia masih mencintaiku.


Kini aku tak sendiri memilki rasa.


Rasa ingin merebutnya kembali kini hadir. Aku ingin merebut kembali yang seharusnya menjadi milikku.


Ketika sampai Farel tak pergi ke tempat buah, malahan dia masih mengikuti kami.


Dan seketika aku melihat boba yg biasa Farel beli buat aku. Ketika aku melihat boba ternyata Farel yang memperhatikanku langsung membeli boba rasa strawberry seperti kesukaanku.


Ku pikir dia akan membeliku tapi ternyata dia membeli untuk kami semua. Ternyata dia hanya membeli rasa strawberry hanya 1.


Ketika dia membagikan kepada kami samua ternyata strawberry itu untuk ku.


Aku yang meminum minuman itu seketika mengingat kisah kisah kami berdua. Rasa dari bobo itu tak berubah seperti rasa cinta ku kepada nya.


" Ee bro katanya beli apel kok malah bagi bagi boba buat kita semua?" ujar sam sambil terlihat menikmati boba nya.


" Aku ingin membeli 1 saja tapi tak enak lah aku minum tapi kalian ngak" ucapnya sambil tertawa.


Aku dan Sam pun bersama sama mencari keperluan kami. Dan ternyata Farel mengikuti kami, dan hal itu di sadari Samuel.


"Loh mana Aisyah? kok aku ngak lihat dia?"


"Oh iya yah, abis dia sih suka sendirian" setelah dia menyedari hal itu dia tetap mengikuti kami dan tak menghiraukan Aisyah.


Ketika kami akan pulang Farel memaksa Samuel untuk segera ke rumah Josua cepat.


"Yok lah yok Sam, ntar si Josua tidur ngak enak kita bangunkan"


"Iya bentar doang kok 10 menit aku anterin Mey kerumah dulu baru aku balik lagi ke sini, kamu tunggu aja di sini"


"Pesankan ojek aja sih Mey, ntar kita telat"


Samuel menatapku dan seakan akan ingin mengatakan akan pergi bersama Farel.


Aku pun langsung mengatakan aku tak punya uang pulang lagi karena aku telah membeli keperluan kelompok kita.


Farel yang menyadari bahwa aku dan Sam akan pulang bersama dia langsung kesal dan mencoba memisahkan kami lagi.


"Ee ee Sam biar aku saja yang antar biar cepat, aku mah kalian tahu kan kalau bawa motor suka ngebut jadi bisa cepat deh kita ke rumah Josua"

__ADS_1


Samuel pun tahu dia berusaha mendekati ku dan mengijinkan Farel untuk mengantar kan aku pulang.


__ADS_2