
Se sampainya di kelas aku belajar seperti biasanya, aku mencoba tak ambil pusing dengan ucapan Julia.
Aku hanya ingin kembali seperti biasa saja seperti waktu dulu..
Waktu istirahat pun tiba.
Aku melihat Farel ada di samping kelasku.
Dia sedang berbicara dengan seorang laki laki yang rupanya temannya.
Dia melihatku ketika keluar kelas,
kita saling bertatap cukup lama,.
aku pun pergi tanpa menghiraukannya.
Aku pergi ke kantin untuk mengantri membeli makanan, tapi aku tahu dia mengikuti dari belakang dan sedang mencari cariku.
Dia pun mendapatkan diriku yang sedang mengantri.
Dia mengantri tepat dibelakangku
"Hai"
Dia menyapaku secara berbisik di telinga.
Aku tak membalas sapaannya.
Aku mencoba tak menghiraukannya
"Hai"
uhhhh dia membuat kesal.
__ADS_1
"Hai hai hai"
aku sudah tak tahan dan benar benar muak
"Kenapa sih kamu?mau apa sebenarnya? coba deh jangan ganggu aku lagi"
aku pun langsung pergi dan aku tak jadi membeli makanan di kantin.
Jujur saja aku muak, aku tak mau di permainkan lagi.
Aku ingin pergi ke kelas dan sepertinya dia mengikuti ku lagi.
Aku pun menghampirinya dan sontak aku sangat marah
"Mau kamu apa?belum puas yahh liat orang menderita? oh aku tau, kamu udah ngak laku yah jadi balik lagi ke aku? haaa kamu pikir hati ini mainan!"
"Boleh ngak kamu ngak marah marah? ngak semua masalah kamu bisa kamu selesaikan dengan marah"
"Loh kok ngatur? ngak papa gua sering marah marah ngak jelas dari pada perasaan dan tingkah kamu yang ngak jelas"
"Bilang ajah di sini aku sibuk"
Dia mencium dahiku, dan aku sedikit tenang tapi aku tak ingin merasa di bodohi lagi dengan kecupan dan kenyamanan ini.
Aku langsung pergi meninggalkannya tapi dia menggenggam tangan ku begitu aku ingin pergi meninggalkannya.
"Sebentar, aku merindukanmu"
aku pun terdiam namun aku mencoba melepaskan tanggannya.
"Apa kau tak merindukanku?"
aku tak menghiraukannya aku hanya mencoba melepaskan tanggannya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, tapi aku mencintai Tuhanku"
haa?aku bingung dan terdiam, aku pun membalikan badanku dan aku memandang bingung.
Dia memelukku erat erat sambil menangis.
Aku bingung kenapa dia menangis.
Aku melepaskan pelukannya.
"Nanti kita bertemu lagi, ini masih jam belajar" ucapku sambil pergi ke kelas.
Aku sangat bingung, aku tak tahu alasannya apa sampai dia mengatakan itu.
Aku juga mencintainya tapi aku juga mencintai Tuhanku.
Aku tak mengerti apa yang dia katakan
Waktu pun berlalu dan tak sadar sudah saatnya pulang. Aku menunggu di depan kelas. Aku berharap Farel akan datang kesini dan benar saja dia datang kemari.
"Ynk ada yang mau aku bilang"
"kita keluar sekolah dulu"
aku pun pergi mendahuluinya dan dia tertinggal di belakang.
Sesampainya di depan gerbang di menahan tangganku dan menggenggam tangganku.
"Jangan jauh jauh, aku merindukanmu"
Kami berjalan sambil menggenggam tangan tanpa sepata kata pun. Sesampai di tempat pemberhentian angkot dia pun memelukku.
"Ynk maafkan aku, aku tau aku salah, tapi aku mencintaimu dan aku tak ingin kehilangan orang kucintai"
__ADS_1
"Ynk kamu terus mengucapkan maaf, aku butuh penjelasan, aku tak tahu apa arti dan maksud 'Aku mencintaimu, tapi aku mencintai Tuhanku' aku bingung ynk dengan kata kata itu"