
Keesokan harinya aku melihat papanya Farel datang lagi, aku langsung menghampirinya.
"Om kenapa sih om harus pendidikan ku yang harus om rusak? kisah cintaku om sudah rusak sekarang pendidikan ku om rusak, om ngerti ngak sih perasaan orang tua melihat anaknya akan di keluarlan dari sekolah? om kami dari orang susah, kami ngak mampu gonta ganti sekolah" ucapku sambil menangis
"LANCANG KAMU YAH!!! BRANI SEKALI KAMU!!"
aku langsung berlutut dan memohon agar aku keluarkan dari sekolah
"Om aku mohon, aku masih ingin bersekolah, akan ku lakukan keinginan om asalkan om tak merusak pendidikan, aku akan mencium kaki om jika itu yg bisa membuat aku bersekolah lagi"
Papanya farel yg melihat hal itu langsung terdiam dan langsung menarik aku ke atas
"Berdiri…berdiri… berdiri dulu ada yg mau om sampaikan… berhenti menangis dulu dan dengarkan om, Om akan berikan kamu 1 kesempatan, jika kamu melanggarnya om tidak akan memberikan kamu kesempatan lagi, kamu jangan mendekati Farel lagi, om menaruh harapan padanya untuk menjadi penerus om. Om hanya ingin dia fokus sekolah, om mohon kamu ngak bilang ini ke Farel. Om tidak akan seperti ini jika kalian berhubungan ketika lulus sekolah. Sekarang saatnya kalian belajar bukan waktunya berpacaran."
"Iya om aku janji mulai sekarang aku akan menjauhi Farel, asalkan jangan buat pendidikan ku hancur, aku masih ingin bersekolah om, aku ngak mau putus sekolah hanya karena cinta"
"Itulah yg di pikirkan om, Om ngak mau nanti Farel tak fokus sekolah dan bisa putus sekolah hanya karena cinta, mengertilah……"
"Iya om maafkan aku yg selama ini memaksakan kehendak dan kemauan ku untuk bersama sama dengan Farel, pegang janji ku om jika aku melanggar om bisa hancurkan semua yang ku miliki termasuk pendidikan ku"
"Makasi kalo Mey sudah paham dengan ucapan om, om rasa om sudah tak punya urusan lagi dengan Mey, belajar saja dengan giat, jika kalian berdua memiliki nilai yg bagus dan kerjaan yg bagus pasti orang tua tak akan menghalang hubungan dan cinta kalian, om pamit dulu kalo begitu"
Kali ini aku akan benar benar menghindari Farel.
Waktu istirahat tiba Farel mendatangi kelas ku tapi aku berpura pura sibuk membuat tugas agar aku tak di ganggu Farel.
"Ynk ayok makan!"
"Duluan aja aku sibuk"
"Buat apa?aku bantuin yah?"
"Ngak usa aku lagi buru buru, mending kamu makan aja duluan!"
"Oh iya ynk a…a…aku pe…pergi du…du…lu yah ynk" dia pergi dengan rasa heran.
Ketika waktu pulang dia menunggu ku di luar kelas.
__ADS_1
"Ynk yok abis pulang dari sekolah kita singgah makan yuk di warteg kan tadi ngak makan"
"Pulang aja deh ynk duluan aku mau buat tugas di perpustakaan, aku juga mau prin prin tugas sama foto copy dan aku juga mau di jemput papa karena mau prin di kantor papa"
"Aku temenin yah ke perpus?"
"Ngak usah ntar aku ngak fokus, mending kamu pulang aja, aku mau fokus naikkin nilai aku, aku mau ambil beasiswa"
"Oh yah udah Farel pulang dulu yah, hati hati yah jangan terlambat makan, nih ada roti bakar, tadi Farel bawa bekal dari rumah ngak ke makan karena Farel makan di kantin, syg makan aja sambil belajar di perpus, takutnya sakit ngak makan makan"
"Ngak deh, di perpus harus bersih ngak bisa makan di sana, bawa aja deh lagian aku mau ke kantor papa jadi aku pasti makan bareng papa"
"Oh gitu yah?Jaga kesehatan yah"
"Iya, kamu hati hati juga"
"Aku pergi dulu yah, nanti kita wa yah pas kamu pulang!"
"Iya."
Dia pun pergi, sesungguhnya aku tak mau belajar di perpus tapi yah sudahlah, aku harus mengejar beasiswa ku.
Esok pagi nya Farel langsung mendatangi ku di dalam kelas.
"Ynk kenapa ngak balas chat aku?"
"Aku belajar semalaman" ucapku tapi tak melihat wajahnya dan sibuk membaca buku.
"Ynk kamu kenapa sih?kamu mau apa? Salahkan kamu hanya membalas 1 kata saja? aku mengawatirkan kamu se malaman!"
"udah puas? udah puas pagi pagi buat keributan di kelas guaa? kamu ngerti ngak sih kata belajar? emangnya salah kalo gue belajar?"
"Udah belajar terus……!" ujarnya sambil meninggalkan ku.
Dia tak mendatangi ku selama berhari hari.
Hari berganti minggu, kita berdua masih saja tak saling berkomunikasi.
__ADS_1
minggu berganti bulan, kita tak kunjung berkomunikasi juga
Hingga bulan berganti tahun kami semua naik kelas 2 Smk tak berkomunikasi.
Aku mendapatkan beasiswa ku.
Tapi aku kehilangan orang yang ku cinta.
Setahun ku lalui dengan rasa hampa tanpa orang yang ku cintai.
Jangankan berkomunukasi, kami berdua bahkan jarang bertemu, sebulan bisa 2 kali kita bertemu, itu pun hanya kebetulan.
Haaa…… maafkan aku harus memilih pendidikan ku, lagian jika memang kita jodoh kita akan bertemu lagi.
Kita bisa bersama nanti di saat kita berdua berhasil, aku juga belajar agar bisa berhasil dan mendapatkan pekerjaan yg baik agar pantas menjadi pendamping mu……
Kita berdua sebelumnya telah berpisah dan masih memiliki perasaan yg sama.
Aku harap perpisahan kita berdua kali ini akan seperti dulu, masih memiliki perasaan yg sama……
Aku merasa tak khawatir dan rindu lagi walau tak selalu berjumpa. Karena aku tahu kita pasti akan tetap memiliki rasa yg sama seperti waktu dulu.
Aku hanya fokus menyelesaikan sekolahku.
Aku tak ingin memutuskan sekolahku dengan sia sia. Aku memilki adik yg harus aku sekolah kan, aku tak ingin menjadi beban kedua orang tua ku.
Aku rela kehilangan pacar ku asal jangan aku melihat orang tua ku kesusahan.
Ku berharap papa nya Farel lebih bisa menghargai aku nanti ketika aku telah membuktikan aku bisa berhasil dan memiliki pekerjaan yg pantas untuk anaknya, aku tak pernah membenci papa Farel, karena Aku tau semua orang tua menginginkan yg terbaik untuk anaknya.
Aku selalu mendoakan Farel dan keluarga nya walaupun doa dan Tuhan kami berbeda tapi aku tetap mendoakan mereka kepada Tuhanku.
Aku hanya menunggu waktu di mana aku dan Farel bisa bersatu walaupun lama aku akan tetap menunggu nya.
Tapi kabar buruk aku dapatkan.
Farel telah mempacari seorang adik kelas yg bernama Nazwa.
__ADS_1
Aku yg mendengar kabar itu agak sedikit khawatir, tapi aku mencoba berpikir positif bahwa perempuan itu pasti akan berakhir seperti Aisyah, dan Farel masih mencintaiku.