
...Chapter 15. Undangan Putri....
Beberapa hari kemudian, kapal Eulalia pun tiba di pelabuhan kota Alexandria. Semua penumpang disana bernafas lega saat tiba disana bahkan ada yang beberapa nangis bahagia lantaran kejadian yang menimpa diri.
Lebih dari itu, Eulalia, Brigitta dan Kapten dikejutkan dengan sekumpulan prajurit dari kerajaan Alexandria. Lalu, kedua wanita bertudung membuka tudung nya yang mana membuat para prajurit memberikan hormatnya.
"Selamat datang kembali, Putri Freya!" ucap pemimpin pasukan.
"Selamat datang kembali, Tuan Putri!" sambung serentak para prajurit.
Mendengar itu, Brigitta dan Kapten terkejut.
"Apa Putri Freya?!" kaget serempak Brigitta dan Kapten.
Sedangkan, Eulalia menatap bingung. "Siapa memang putri Freya?"
Brigitta pun dengan panik menjawab nya, "Dia putri dari Raja Alexandria, Freya Von Alexandria!"
Mendengar itu, Eulalia membuka lebar kedua mata nya. "Oh, jadi dia putri kerajaan."
Sosok wanita yang cantik dengan rambut yang terurai pirang panjang dengan penampilan yang sangat elegan.
Disisi lain, Putri Freya pun tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Terimakasih telah menjemput ku. Tapi, sebelum itu..." Lalu, Putri Freya melihat kearah Eulalia dengan senyuman. Setelah itu, dia pun menghampiri Eulalia.
"Dia datang," ucap panik Brigitta dan dia pun sontak berlutut satu kaki dan diikuti oleh sang kapten.
Melihat sikap itu, Eulalia pun juga mengikuti Brigitta dengan berlutut satu kaki.
__ADS_1
"Tuan putri, maaf. Kami tidak mengenali anda," ucap Brigitta.
"Berdirilah dan hentikan formalitas. Aku ingin berkenalan dengan penyihir yang telah menyelamatkan ku," ucap Putri Freya seraya memandangi Eulalia.
Mendengar itu, Eulalia dan lain nya sontak bangkit berdiri.
"Aku Freya Von Alexandria. Salam kenal! Dan, siapa kamu wahai penyihir yang perkasa?"
Mendengar itu, Eulalia membungkukkan sedikit badan nya. "Anda terlalu memuji, Tuan Putri. Aku hanya penyihir pemula. Namaku Eulalia."
Wanita ksatria yang mengawal sang putri pun merasa kesal lantaran dia merasa Eulalia telah membohongi tuan putri dan dirinya. "Penyihir! Berani nya kamu berbohong!"
"Maaf, Nona Ksatria. Aku tidak berbohong," jawab Eulalia.
Melihat Eulalia didesak, Brigitta pun membantu nya. "Nona Ksatria, Tuan Putri. Kak Eulalia tidak berbohong."
Mendengar itu, Yoana sontak menghadap putri Freya dan membungkukkan badannya. "Maaf, sikap lancang saya."
Putri Freya pun tersenyum lalu, dia kembali melihat Eulalia.
"Nona Eulalia, mau kah kamu bertemu dengan ayah ku?" pinta Freya.
Eulalia yang bingung dengan pertanyaan itu, dia pun melihat kearah Brigitta dan Brigitta memberikan respon anggukan kepala.
Lalu, Eulalia pun menghela nafas panjang. "Baiklah, suatu kebanggaan bagi ku."
"Syukurlah, aku mendengar. Ayo!" seru putri Freya.
__ADS_1
Seusai mengatakan itu, putri Freya membalikan badannya dan berjalan kearah kereta kencana.
Lalu, Eulalia pun berpamitan dengan Brigitta dan akan menemuinya nanti. Setelah itu, Eulalia berjalan dibelakang putri Eulalia menaiki kereta.
Setelah beberapa saat, kereta Putri Freya pun tiba di istana dan dia disambut oleh semua mengawal dan pelayan disisi kanan dan kiri dengan pintu yang terbuka.
Lalu, sosok pria tinggi besar menghampiri Putri Freya. "Putriku, syukurlah kamu selamat!"
"Ayahanda!" jawab Putri Freya yang berlari kearah ayahnya.
Lalu, mereka pun berpelukan. Setelah itu, sang raja melepaskan pelukannya dan mendatangi Eulalia.
"Terimakasih, Nona. Anda telah menyelamatkan putri saya," ucap sang Raja seraya membungkukkan badannya.
Melihat itu, Eulalia pun menjadi merasa sungkan. "Raja, tidak perlu bersikap seperti ini. Bukankah sudah seharusnya kita sebagai manusia harus saling tolong menolong."
Mendengar itu, Sang Raja mengembalikan posisi badannya dan tersenyum. "Nona memang orang yang rendah hati."
"Anda terlalu memuji," jawab Eulalia.
Setelah itu acara kerajaan pun dimulai yang mana Eulalia ingin diberikan gelar bangsawan namun, Eulalia menolak nya lantaran dia ingin mengembara dan jika dia mendapatkan gelar bangsawan maka akan sulit untuk berpergian dengan beda Kerajaan.
Maka dari itu, Raja memberikan koin sebesar 40 Platinum Koin atau sekitar 40 juta Valis. Lalu, Eulalia pun menerima nya.
Selain itu, Eulalia juga diberikan emblem izin kebangsawanan Kerajaan Alexandria yang mana emblem itu mampu memasuki fasilitas bangsawan selama berada di wilayah Kerajaan Alexandria.
Dan, acara pun selesai. Lalu, Eulalia pun meninggalkan istana.
__ADS_1