Moon Light Witch

Moon Light Witch
Moon Light Witch | Chapter 32. Platina


__ADS_3

...Chapter 32. Platina....


Dalam perjalanan ke tempat selanjutnya, Eulalia singgah di sebuah rumah yang berada dibawah pohon yang besar.


Beberapa simbol sihir pun melindungi rumah itu. Namun, saat berada didalam Eulalia tidak menemukan apapun yang istimewa hingga akhirnya, dia mengunakan sihir nya dan menemukan pintu rahasia yang mana pintu rahasia itu merupakan Dungeon untuk ujian Elf.


Lalu, Eulalia pun masuk kedalam Dungeon tersebut.


Setibanya didalam, Eulalia pun disambut oleh Goblin dan Giant Bat. Meski begitu, Eulalia mengalahkan dengan mudah dan dia terus turun menuruni tangga sampai di lantai sepuluh bawah tanah yang mana Eulalia dihadapkan dengan laba-laba raksasa.


"Aish .... dari semua monster, kenapa harus laba-laba?" gumam Eulalia dengan ekspresi sebal dan turun. Lalu, dia pun berteriak kesal sambil melesatkan tebasan udara yang banyak. "Aaaaa!"


Lalu, laba-laba itu pun terpotong-potong kecil. Setelah itu, Eulalia melanjutkan langkahnya dengan ekspresi mata datar dan pelan lantaran dia geli melihat nya.


Setibanya di lantai 15, Eulalia juga harus dihadapkan dengan kelabang raksasa dan lantai 20 ular. Setelah di lantai 21, Eulalia pun muntah karena darah gelinya.


"Siapa yang membuat Dungeon menggelikan seperti ini?!" gumam Eulalia seraya mengusap mulutnya. "Aku harap boss di lantai atas adalah naga."


Sesudah itu, Eulalia melanjutkan langkahnya dan sampai di lantai 30 yang mana lantai itu bukan lah goa berbatu seperti sebelumnya melainkan ruang tahta.

__ADS_1


Setibanya disana, Eulalia memasang wajah bosan. "Eh .... seperti nya ini sudah dilantai puncak dan tidak ada naga. Sungguh membosankan ..."


Sesaat kemudian muncul asap hitam dan berbentuk sosok tengkorak biru yang mengenakan jubah hitam yang compang- camping. Lalu, dia memberikan sambutan nya kepada Eulalia.


"Wahai penyihir yang perkasa, Selamat datang di Dungeon Tree Life!"


Mendengar sambutan itu, Eulalia pun menegakkan kepalanya dan melihat sosok tengkorak biru tersebut. Namun, sesaat Eulalia teringat sesuatu.


"Tunggu! seperti nya aku mengenal mu?" Lalu, Eulalia melihat sekeliling ruang tahta dan terlihat ada lambang bulan sabit diatas kursi tahta. "Ge! lambang itu bukan kah ..." Eulalia melihat kearah tengkorak biru kembali dengan mengerutkan keningnya. "Mungkinkah, kamu Platina?"


"Ohh, sungguh menarik! Bagaimana kamu mengetahui namaku?" tanya Platina.


"Apa maksudmu, wahai penyihir? Sekali lagi, saya ucapkan selamat anda sudah mencapai lantai puncak dan sekarang, waktunya ujian akhir." tengkorak biru itu pun meluruskan tangan nya dan merapalkan sihirnya.


"Dark Tentakel."


Sesaat merapalkan itu, muncul banyak tentakel hitam pekat yang menyerang Eulalia. Namun, Eulalia dengan mudah menangkis dan memotong nya dengan pedang udara.


Lalu, sosok tengkorak biru terus melesatkan berbagai sihir namun, Eulalia hanya menangkisnya terus menerus hingga membuat tengkorak biru tersadar.

__ADS_1


"Kenapa Nona Penyihir tidak menyerang?!"


Eulalia tersenyum, "Platina, apa kamu lupa siapa aku?"


Sesaat Eulalia mengatakan itu, tengkorak biru memfokuskan pandangannya kearah wajah Eulalia dan dia pun mengenali wajah Eulalia hingga membuat nya melangkah mundur satu langkah, "Ibu?"


Eulalia pun tersenyum lebar dan menghampiri Platina, "Kenapa kamu baru mengenali ku? Dan ..." Eulalia pun berjalan kearah Platina. "Kenapa Dungeon ku dihuni oleh monster menggelikan seperti itu?"


"Ehh? itu ..." ucap Platina seraya menggarukan dahi samping nya dan menoleh ke samping. "Bukan urusan ku tapi Azura. Hehe ..."


"Oh, begitu ya," ucap Eulalia dengan ekspresi kesal dan memasang wajah aneh lalu, dia pun melesatkan sihir tanah dan membuat batu besar.


"Eh? Ibu ... benar itu bukan saya yang mengatur," ucap mengelak Platina dengan ekspresi panik dengan mengerakan kedua tangan nya.


Dengan senyuman masam, Eulalia pun tidak mempedulikan ucapan Platina dan melemparkan batu itu ke platina hingga platina tertimpa.


Melihat itu, Eulalia mengambil nafas lega. "Ahufuu ... perasaan ku sudah lega sekarang." Lalu, Eulalia melihat kearah Platina. "Sekarang, mari kita buat ulang lagi, Platina!"


"Iyaa ... baik."

__ADS_1


__ADS_2