
...Chapter 38. Sebuah Keputusan...
Saat ini Eulalia sedang mendengarkan kisah hidup Kazuo dan dia pun memahami cerita Kazuo sepenuhnya.
"Jadi, begitu. Aku tidak menyangka kamu akan menjadi ksatria laut bahkan dekat dengan seorang bangsawan," ucap Eulalia.
Kazuo tersenyum, "Itu hanya kebetulan Koi besar bersama ibunya di desa Shoyo."
"Lalu, bagaimana cerita selanjutnya?" sambung tanya Eulalia.
Lalu, Kazuo pun melanjutkan ceritanya.
Setelah Kazuo, Koi dengan keempat rekan nya resmi menjadi angkatan laut. Mereka pun menjalankan beberapa misi seperti menumpas monster laut, mengirim barang atau dokumen, pengawalan dan lainnya.
Hingga suatu waktu, akademi kedatangan seorang pedagang terkenal, Cray Trading dengan pemimpin nya bernama Ramadan.
Karena kedatangan nya itu, Kazuo dan Koi di panggil oleh Komandan Glen dan mereka pun berdiskusi serta memberikan perintah misi Kazuo dan Koi untuk mengawal Ramadan dan kelompok pedagang nya.
Ramadan pun awalnya ragu untuk memberikan misi penting itu kepada dua anak muda yang baru lulus lantaran rute laut yang mereka akan tuju berada dalam kawasan bajak laut Bruno.
Namun, Komandan Glen memberikan pengertian kepada Ramadan bahwa Kazuo dan Koi merupakan angkatan laut muda yang berbakat.
Ramadan yang mendengar itu, dia pun menerima nya dan mempercayakan kepada Kazuo dan Glen.
Lalu, Kazuo pun diminta untuk memilih dua angkatan laut muda yang bersamanya dan Kazuo pun memilih Jewel dan Tal.
Dan, mereka pun berlayar menuju pulau Liya.
Deruan ombak dan angin samudera menyegarkan tubuh Kazuo yang sedang berdiri di sisi deck luar.
__ADS_1
Sesaat kemudian, Koi datang yang sontak merangkul pundak Kazuo.
"Yo, Kazuo. Bagaimana rasa nya mewujud kan satu mimpi kita yaitu berlayar di samudera?!" ucap Koi.
Kazuo mengangguk kepalanya, "Iya, sangat menyenangkan kan," ucap Kazuo dengan senyuman lebar.
"Oke, sekarang kita harus mewujudkan mimpi kita yang lain yaitu menjadi perwira angkatan laut," ucap semangat Koi dengan menunjukkan jarinya kedepan.
Kazuo dan Koi pun bertukar senyum.
Sesaat kemudian, Koi dan Kazuo melihat sebuah kapal dari kejauhan. Melihat itu, mereka pun terdiam dan memperhatikan kapal yang datang itu. Lalu sesaat melihat kapal itu, Kazuo dan Koi terkejut lantaran melihat bendera bajak laut.
"Bajak laut?!" kaget Kazuo.
Lalu, Kazuo dan Koi saling bertukar pandang dan mereka pun sontak membalikan badannya dan ingin memberikan perintah akan tetapi, tembakan meriam Rune Api lebih dahulu hingga Kazuo dan Koi terkena tembakan dan terlempar oleh ledakan itu serta sisi deck luar juga mengalami kerusakan ringan.
Disisi lain, Koi sedang kesakitan memegang kakinya.
"Ouch! kaki ku!" geram sakit Koi.
Kazuo yang melihat itu, dia pun sontak menghampiri Koi. "Koi, kamu tidak apa-apa?"
"Tidak baik, kaki ku ..." jawab Koi seraya memegang kakinya.
Beberapa saat kemudian, salah satu kru angkatan laut datang.
"Kapten, lapor! bajak laut telah menyerang kita. Mohon perintah!"
Mendengar itu, Koi sontak memberikan perintah nya. "Putar haluan! Aku tidak ingin mati disini! Lihat, kaki ku sudah patah!"
__ADS_1
Mendengar perintah itu, kru angkatan laut sedikit menentang nya. "Tapi, Kapten. Jika kita putar haluan maka sedikit kemungkinan untuk selamat."
Koi yang mendengar itu, dia pun menjadi kesal. "Apakah kamu ingin memberontak dengan menentang kapten mu sendiri?!"
Kru angkatan laut itu pun mengalihkan pandangannya kearah Kazuo. "Wakil kapten, bagaimana pendapat anda?"
Mendengar pertanyaan itu, Koi sontak melihat kearah Kazuo.
Lalu, Kazuo pun berpikir dengan matang dan meski, dia harus mengambil keputusan yang berat. Dia pun harus memutuskannya.
"Kita lawan mereka!"
Kru itu pun sontak menerima perintah nya. "Baik!"
"Oi, aku kapten nya! Oi ..." seru kesal Koi.
Kru itu tidak mendengar ucapan Koi dan dia pun membalikkan badannya lalu, mengarahkan kru lainnya.
Koi yang melihat itu, dia pun sontak berdiri dan melihat Kazuo.
"Kamu sudah gila, Kazuo!"
"Maaf, aku tidak ingin kita mati disini," jawab Kazuo.
"Kau saja yang mati. Aku tidak akan mati," ucap kesal Kazuo lalu, dia berjalan ke arah kapal skoci dan pergi meninggalkan kapal nya.
Kazuo yang melihat itu, dia pun membiarkan nya.
Dan, pertarungan kapal Kazuo pun dimulai yang mana dia harus mengalah bajak laut yang cukup terkenal di lautan, Bajak laut Bruno.
__ADS_1