Moon Light Witch

Moon Light Witch
Moon Light Witch | Chapter 21. Kota Perdagangan, Alerta (Rev I)


__ADS_3

...Chapter 21. Kota Perdagangan, Alerta....


Pengembaraan Eulalia pun terhenti di sebuah kota bernama Alerta yang mana kota ini berada disisi barat kota Alexandria dalam waktu setengah hari saja yang seharusnya dibutuhkan dua hari untuk sampai di kota itu dengan mengunakan kereta kuda.


Setibanya disana tentu Eulalia harus melakukan pemeriksaan dan perpanjangan Visa namun, saat Eulalia menunjukkan identitas sebagai penyihir Epik dan emblem perwakilan kerajaan Alexandria. Para penjaga pun sontak membiarkan nya masuk dan mendapatkan visa gratis selama 10 hari.


Sesudah itu, Eulalia berdiri ditengah jalan seraya melihat sekeliling kota dengan senyuman senang.


"Kota Alerta, kota yang dikenal dengan kota perdagangan. Semoga aku banyak mendapatkan banyak barang langka dan unik."


Sesaat mengatakan itu, Eulalia teringat akan permintaan dari Han Seong untuk menghadiri pelelangan gelap yang mana dia mendapatkan informasi ada nya pecahan kristal Ymir yang akan di lelang.


Mengingat itu, Eulalia pun menghela nafasnya. Sebenarnya, Eulalia ingin menolaknya namun, mengumpulkan 100 pecahan kristal Ymir merupakan saran Exoma yang mana Exoma mengatakan jika Eulalia dapat mengumpulkan nya maka Eulalia akan mendapatkan 2.000 poin.


Maka dari itu, Eulalia pun menerima misi tersebut.


Sesaat kemudian, perut Eulalia pun berbunyi.


"Ahh, lapar nya!" ucap Eulalia seraya memegang perutnya. "Baiklah, prioritas pertama mencari makanan yang enak."


Setelah itu, Eulalia pun memulai langkah nya kedalam kota membeli makanan dan minuman untuk mengisi perutnya.


Ditengah langkah nya, Eulalia melewati salah satu rumah bertingkat yang sudah terlihat tua yang mana rumah itu sedang didatangi beberapa Petualang dan para petualang itu terlihat sedang menagih utang kepada seorang wanita pendeta dengan beberapa anak kecil dibelakang nya.

__ADS_1


Kejadian itu pun dilihat oleh beberapa orang namun, tidak ada yang berani menegurnya. Eulalia pun ikut melihat nya seraya memakan kue yang dibawa nya.


"Cepat bayar hutang kalian! Jika, kalian tidak bisa membayar nya serahkan anak-anak itu kepada kami agar kami bisa menjualnya menjadi budak untuk membayar bunga hutang kalian!" seru salah satu petualang.


Mendengar itu, anak-anak yang berada di wanita pendeta menjadi ketakutan dan wanita pendeta itu pun membela nya.


"Saya tidak akan berbuat sekeji itu! Berikan kami waktu beberapa hari lagi!" pinta wanita pendeta.


"Kami tidak percaya kepada mu lagi. Kalian tangkap semua anak-anak itu!" seru petualang yang terlihat seperti pemimpin diantara petualang yang lain.


"Baik," jawab beberapa petualang pengikut.


Lalu, petualang yang lainnya melangkah maju dan ingin menangkap anak-anak.


Wanita pendeta pun sontak membalikan badannya dan memeluk mereka seraya berseru, "Jangan!"


Eulalia yang melihat pemuda itu dia pun memberikan komentar nya. "Lambat dan lemah."


Tepat seperti dugaan Eulalia, serangan pedang pemuda itu dengan mudah dihalau dan diserang balik hingga pemuda itu terpental dan terjatuh.


"Dasar pecundang! Apa kamu mencari mati?!" ucap salah satu petualang jahat.


Seusai itu, para petualang jahat teralih pada pemuda yang menyerang mereka. Lalu, mereka pun menendang pemuda tersebut.

__ADS_1


Meski, Pemuda itu sudah babak belur. Namun, dia masih mengumpulkan kekuatan nya dan berusaha untuk bangun dengan bantuan pedang nya. "Aku tidak membiarkan kalian!"


Wanita pendeta itu pun menitihkan air mata seraya menutup mulut nya. "Aru ..."


Anak-anak yang berada di belakang wanita pendeta juga ikut menangis.


"Kak Aru...." ucap beberapa anak yang melihat perjuangan pemuda.


Hal itu membuat pemuda tersenyum bangga.


"Aku tidak akan kalah!"


Disisi lain, para petualang jahat merasa kesal.


"Dasar anak keras kepala! Saya akan tunjukkan akibat sikap sok pahlawan mu," ucap salah satu petualang jahat lalu, dia pun mengayunkan pedangnya ke pedang milik pemuda hingga membuat pemuda jatuh kembali setelah itu, dia pun ingin menusuk nya. "Mati saja kau!"


"Aru!" teriak khawatir wanita pendeta.


"Hiya!" teriak petualang.


Sang pemuda pun menutup dan memasrahkan dirinya. Namun, saat ujung pedang sudah berada di dekat tubuh pemuda. Tiba-tiba ada perisai sihir yang menangkisnya hingga pedang yang diayunkan oleh petualang jahat patah dan membuat nya terkejut.


"Ulah siapa itu?!" seru kesal petualang yang lain melihat kearah kerumunan yang diikuti oleh para petualang jahat lainya.

__ADS_1


Yang mana para petualang jahat melihat Eulalia yang sedang menodongkan tongkat sihirnya seraya menghabiskan kue nya.


"Kalian sungguh kekanak-kanakan dan kalian telah menganggu makan siang ku."


__ADS_2