
...Chapter 24. Memperbaiki bangunan, mengembangkan Petapa Agung dan keliling kota (Rev I)...
Setelah Eulalia membayar hutang, keesokan paginya. Eulalia meminta seluruh penghuni panti asuhan untuk keluar sejenak.
Seusai itu, Eulalia merapalkan sihir sistem nya.
"Sistem Call.Full Repair."
Sebuah sihir yang mampu memperbaiki barang atau bangunan yang sudah rusak dan dalam pembuatannya Eulalia mengunakan 80 poin.
Sesaat merapalkan itu, Eulalia mengayunkan seperti layaknya ke konduktor sehingga seluruh batu yang berlubang tertutup kembali, kayu yang sudah keropos utuh kembali dan sebagai nya hingga gedung panti asuhan terlihat baru kembali.
Setelah itu, Eulalia menurunkan tangannya dan tersenyum. "Sudah selesai."
Jean, Aru dan anak-anak yang lain terkagum-kagum.
"Kak Eulalia, hebat!" puji Aru.
"Luar biasa!"
"Keren!"
....
Beberapa anak pun turut berkomentar.
Lalu, Eulalia hanya memberikan senyuman lebar, "Terimakasih, semuanya. Sekarang, mari kita lihat di dalamnya!"
Sesudah itu, Eulalia dan lainnya kedalam gedung dan mereka lagi-lagi terkagum-kagum melihat semua perabotan terbentuk kembali seperti sedia kala.
"Baiklah, sekarang. Siapa yang ingin menemaniku berbelanja dan mengelilingi kota?" ucap Eulalia.
Mendengar itu, semua anak-anak mengajukan dirinya termasuk Jean dan Aru. Namun, Eulalia lebih memilih Jean menemani nya dan mereka pun berangkat.
Didalam kota, Eulalia terkagum-kagum melihat sebuah kota yang dipenuhi dengan lapak dagang dan pertokoan tidak hanya itu suasana kota pun begitu ramai.
Melihat itu, Eulalia pun penasaran.
__ADS_1
"Jean, apakah kota Alerta selalu ramai seperti ini?"
"Tidak juga. Ini dikarenakan sepekan ini diadakan pelelangan Gloria, sebuah pelelangan terbesar 5 tahun sekali di benua Selatan ini. Karena acara itulah berbagai kerajaan, Kota dan desa datang ke kota Alerta ini. Tapi .... hanya pedagang yang sudah terdaftar Asosiasi yang bisa ikut pelelangan," jawab Jean.
Mendengar itu, Eulalia menurunkan kedua matanya dan berekspresi datar. "Pantas saja Han Seong menyuruh ku ke sini dan pasti dalam benaknya aku disuruh menjadi pedagang juga. Tapi .... apakah bisa?" batin Eulalia.
"Jika memang begitu, apakah seorang penyihir boleh mendaftar diri sebagai pedagang?" sambung ucap Eulalia.
"Setahu ku boleh saja. Tapi, kalau aku tidak sanggup membayar biaya tahunan nya," ucap Jean seraya tersenyum lebar.
Mendengar itu, Eulalia pun ikut tersenyum. Sesaat Eulalia teringat dengan pertanyaan nya semalam kepada Petapa Agung.
Sebelum tidur, Eulalia merebahkan dirinya dalam kondisi mata yang masih terjaga dan dia pun terpikir untuk mempercepat misi nya. Lalu, Eulalia pun bertanya kepada Exoma.
"Exoma, dimana lokasi pecahan kristal Ymir?" tanya batin Eulalia seraya menutup mata nya.
Kling!
[Di gedung barat dan Utara kota.]
Kling!
[Maaf. Kemampuan saya tidak bisa mendapatkan informasi lebih rinci.]
Mendengar kekurangan kemampuan nya itu, Eulalia pun terpikir sesuatu yang membuat nya sontak bangun dari rebahan.
"Tunggu, bagaimana jika melakukan perkembangan kembali Exoma?"
Eulalia yang memiliki ide itu, dia sontak bangun dari rebahan nya dan mengaktifkan sistem Extraordinary Magic.
"Sistem Call. Modification."
Sesaat kemudian, cincin Petapa Agung bersinar dan muncul layar udara seukuran 8 inci yang berisikan kemampuan dan efek.
Petapa Agung adalah sihir yang memiliki kemampuan menjawab segala pertanyaan.
Setelah melihat itu, Eulalia pun merubah nya.
__ADS_1
Petapa Agung adalah sihir yang memiliki kemampuan menjawab segala pertanyaan secara terperinci dan jelas.
Dan, perubahan itu mengunakan 500 poin.
"Oke, perkembangan selesai. Sekarang, hanya perlu mencobanya," gumam Eulalia sendiri.
Lalu, Eulalia pun bertanya kepada Exoma.
"Exoma, dimana aku menemukan pecahan kristal Ymir?"
Kling!
[ Pecahan kristal Ymir berada di gedung barat dan timur kota.]
Sesuai itu Exoma menjawab itu muncul layar udara berisikan titik navigasi lokasi pecahan Ymir.
Melihat itu Eulalia tersenyum senang, "Petapa Agung, kamu memang luar biasa."
Kling!
[Terimakasih.]
Eulalia yang penasaran dengan titik lokasi itu, dia pun berganti pakaian dengan jubah hitam panjang, mengenakan tudung hitam dan topeng.
Lalu, dia dengan kecepatan tinggi menuju lokasi dan didapatilah informasi yang mana satu berada di sebuah pelelangan gelap dan satu berada di tempat tinggal pria gendut pemilik kantor simpan pinjam.
Melihat itu, Eulalia pun tersenyum senang. "Sebuah kebetulan yang menarik."
Setelah mengingat itu, Eulalia mendengar suara Jean yang membuat lamunannya hilang.
"Kak Eulalia, ada apa?" tanya Jean.
Eulalia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Ayo antar kan aku ke Asosiasi Pedagang!"
Jean pun mengangguk kepalanya.
Dan, Eulalia dan Jean pergi ke Asosiasi Pedagang.
__ADS_1