Moon Light Witch

Moon Light Witch
Chapter 45. Rencana selanjutnya


__ADS_3

...Chapter 45. Rencana selanjutnya....


Sesaat Eulalia menyelesaikan urusan di istana Boneka, Eulalia dan Lilin kembali ke Rune Fog Ship dan menarik jangkarnya, naik ke permukaan dan berlayar.


Setibanya di tengah samudra, Eulalia menjatuhkan jangkarnya dan masuk kembali kedalam air agar tidak diketahui oleh kapal yang lain.


Hal itu dilakukannya lantaran Eulalia ingin memeriksa keadaan Kazuo dan menata kembali Rune Fog Ship.


Setibanya di ruang rawat yang berada di lantai empat, Eulalia terkejut senang melihat Kazuo yang sudah sadar dan sedang duduk bersandar diatas kasur.


"Kazuo, bagaimana keadaan mu?" tanya Eulalia.


Melihat Eulalia, Kazuo sontak beranjak dari kasur nya dan memberikan hormat. "Aku sudah lebih baik, Kapten."


Tal dan Jewel pun ikut membungkukkan badannya.


"Aku merasa lega mendengar nya," jawab Eulalia.


Kazuo, Tal dan Jewel mengembalikan posisi badannya.


"Ini semua berkat Healing Slime milik Kapten. Luka dalam dan luar Kazuo sembuh sepenuhnya," ucap Jewel.


Eulalia menjawab hanya dengan senyuman dan anggukan kepala.


"Ya sudah, lanjutkan aktifitas kalian dan Kazuo, jangan terlalu capek!"

__ADS_1


"Baik, kapten!" jawab serempak Kazuo, Jewel dan Tal.


Sesudah itu, Eulalia meninggalkan mereka. Lalu, berjalan ke suatu tempat dan dalam langkah nya Eulalia bertanya sesuatu kepada Exoma.


"Exoma, dimana kah kamu menempatkan sistem boneka dan boneka nya?"


Kling!


[Saya telah menyimpan dan memasang nya di lantai deck enam.]


"Jadi begitu, baiklah. Aku akan ke sana dan panggil Platina untuk ke lantai enam juga!"


Kling!


[Baik, Nona.]


Boneka tipe pekerja seperti tukang kebun, pelayan, tukang bangunan dan lainnya.


Dan, ada juga tipe petarung seperti boneka Penyihir, ahli pedang, Ahli tombak dan sebagainya.


Selain itu, Platina juga sudah berada di lantai tersebut.


"Ibu!" sapa Platina seraya memberikan penghormatan.


Melihat ruangan itu, Eulalia tersenyum sendiri. "Melihat pasukan boneka sihir sebanyak ini, aku merasa kekuatan curang ku semakin bertambah saja bahkan kekuatan dan pasukan ini mirip seperti raja iblis," ucap Eulalia.

__ADS_1


"Ibu, ada apa?" tanya Platina.


Eulalia menenangkan dirinya, "Tidak ada." Lalu, Eulalia melihat kearah Platina. "Platina kamu catatan semua kru disini!"


"Baik, Ibu!" jawab Platina.


Beberapa saat kemudian, Eulalia, Platina, Kazuo, Tal, Jewel dan Lilin duduk di kursi meja bundar yang ada diruang pertemuan untuk mengadakan rapat.


"Terimakasih sudah hadir, pertemuan ini aku ada kan untuk tujuan selanjutnya ada dua arah tujuan yaitu pembebasan para putri duyung atau membersihkan nama Kazuo," ucap Eulalia yang membuka rapat.


Mendengar itu, Kazuo mengangkat tangannya. "Jika boleh tahu, bagaimana cara untuk membersihkan namaku?"


"Aku memikirkan cara untuk bernegosiasi dengan pemilik tanah untuk mencari kebenaran nya jika memang kamu di fitnah atau dijebak, Aku bisa saja menyatakan perang dan mengambil pulau Azril," jawab tegas Eulalia.


Mendengar itu, Kazuo sontak menentang nya. "Jangan, Kapten! Aku tidak ingin kapten menjadi penjahat!" seru Kazuo.


Eulalia tersenyum senang, "Baiklah, Kazuo. Aku mengerti. Terimakasih telah mengkhawatirkan ku."


Mendengar ucapan Eulalia, Kazuo sontak malu dan menundukkan kepalanya dan terdiam.


"Baiklah, tujuan kita sudah ditentukan yaitu membebaskan para putri duyung," ucap Eulalia.


"Kapten, kemana kita akan pergi?" tanya Jewel.


"Kota perdagangan, Alerta!" ucap Eulalia dengan senyuman lebar.

__ADS_1


Lalu, Eulalia sesaat mengingat Juni dan anak-anak panti disana.


"Aku harap mereka baik-baik saja," ucap batin Eulalia.


__ADS_2