Moon Light Witch

Moon Light Witch
Moon Light Witch | Chapter 23. Membayar hutang


__ADS_3

...Chapter 23. Membayar hutang....


Setelah Eulalia memutuskan untuk membantu panti asuhan, dia pun mampir masuk kedalam panti.


Setibanya didalam, Eulalia merasa prihatin dengan kondisi bangunan mereka yang mana dinding sudah banyak berlubang dan kusam lalu, Eulalia juga melihat perabot yang sudah banyak rusak namun, mereka masih mengunakan nya.


Melihat kondisi itu, Eulalia merasa kesal sendiri. "Apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemimpin kota ini?" batin Eulalia.


Setelah itu, Eulalia duduk di kursi makan bersama pemuda dan wanita pendeta yang mana mereka pun memperkenalkan dirinya.


"Terimakasih sebelumnya, Kak Eulalia. Dan, maaf saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Jean dan ini adik saya," ucap Jean yang diakhiri dengan memperkenalkan adik nya dan dia sontak memperkenalkan dirinya.


"Saya Aru. Salam kenal, Kak Eulalia! Dan, terimakasih telah membantu ku melawan para petualang rentenir itu." Aru melihat kebawah seraya mengangkat dan melihat kedua tangan nya. "Andai saya lebih kuat, saya bisa melindungi kak Jean dan semua adik-adik disini."


Mendengar itu, Eulalia pun sontak mempertanyakan keadaan nya. "Sebenarnya, apa yang terjadi?"


Aru pun menundukkan kepalanya. Lalu, yang menjawab nya Jean.


"Kejadian nya dua tahun yang lalu ..."


Jean pun memulai cerita nya yang mana dua tahun yang lalu pemilik panti asuhan telah kabur membawa uang panti dan meninggalkan banyak utang ke pedagang simpan pinjam untuk hobinya berjudi.


Meski, Jean dan Ari tahu tentang kejadian yang sebenarnya namun, mereka tidak bisa berbuat apapun dan lebih memilih untuk mencari jalan keluar dengan bekerja banting tulang untuk membayar hutang panti dan membiayai kehidupan sehari-hari.


Namun beberapa bulan ini, Aru dan Jean tidak bisa mengambil misi petualang lantaran salah satu anak panti sedang sakit keras. Maka dari itu, para rentenir menagih terus menerus.


Mendengar itu, Eulalia pun terpikir satu solusi dan menganalisa didalam batin nya, "Menyelesaikan misi ini hanya membayarkan hutang nya lalu ..." Eulalia melihat sekeliling gedung. "Memperbaiki bangunan ini." Lalu, Eulalia bertanya jumlah nya,


"Berapa jumlah hutang kalian?"


"2 juta Valis," jawab Jean.


"Sebenarnya, hutang pokok nya hanya 100 ribu Valis," sambung Aru. Lalu, Aru mengebrak meja. "Rentenir sialan! menganiaya kita dengan bunga yang tinggi.


Mendengar itu, Eulalia pun mengingat jumlah koin yang disimpan nya yang mana mencapai ratusan juta Valis. Maka dari itu, Eulalia pun tersenyum sendiri dan memberikan keputusan nya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan membantu kalian. Memang, berapa jumlah


"Eh?" kaget Aru dan Jean yang saling memandang.


"Iya, aku akan membayar hutang kalian juga ..." Eulalia melihat sekeliling nya. "Kita bangun kembali panti asuhan ini."


Jean yang mendengar itu, dia pun sempat menolaknya. "Tapi, itu akan merepotkan kak Eulalia."


"Iya, kami juga tidak ingin membebani kak Eulalia dalam permasalahan ini," sambung Aru.


Eulalia pun tersenyum lebar, "Aku tidak merasa di repot kan bukan kah wajar sebagai manusia untuk saling tolong menolong."


Sesaat kemudian, Jean dan Aru menitihkan air mata nya dan membungkukkan badannya seraya berkata, "Terimakasih."


Eulalia pun tersenyum, "Sudahlah, Ayo sekarang kita pergi ke tempat kantor simpan pinjam nya!"


"Baik," jawab serempak Jean dan Aru.


Setelah itu mereka pun beranjak dari kursi nya dan pergi.


Saat perjalanan sudah dekat, Eulalia melihat beberapa Petualang jahat di sudut-sudut bangunan. Eulalia dan Lainnya pun tidak mempedulikan nya.


Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di kantor simpan pinjam yang mana didalam kantor ada beberapa petualang yang sebelumnya melawan Eulalia dan mereka sontak terkejut ketakutan.


"Kapten, dia orang nya!" seru anak buah yang kabur.


Kapten itu pun terlihat memiliki profesi penyihir yang mana membuat nya percaya diri menghampiri dengan membawa tikus yang sebelumnya tikus itu petualang jahat. Lalu, menghalangi langkah Eulalia dan lainnya.


"Jadi, kamu kah penyihir yang telah mengutuk adik ku!" ucap kesal pria penyihir.


Aru dan Jean merasa gelisah dengan kehadiran pria penyihir didepan nya. Tapi tidak dengan Eulalia.


"Itu memang aku. Apakah ada masalah?" ucap santai Eulalia.


"Wanita rendahan!" seru kesal pria penyihir seraya mengambil tongkat sihir dan ingin merapal sihir namun, suara pria di belakang nya menghentikan nya.

__ADS_1


"Hentikan!"


Pria penyihir mengenali suara itu dan menghentikan serangannya. Lalu, dia pun menghadap kesamping dan membungkukkan badannya. "Maafkan saya."


Melihat itu, Eulalia juga melirik ke samping dengan tatapan tajam yang mana dia melihat pria gendut dengan pakaian jas dan perhiasan emas.


"Apa yang kalian lakukan pada tamu kita?" ucap pria gendut seraya menghampiri Eulalia. Lalu, dia berhenti didekat Eulalia dan lainnya. "Oh, ternyata kalian anak-anak dari panti asuhan. Mungkin kah kalian berubah pikiran untuk menjual anak-anak panti?!"


Mendengar itu, Aru sontak kesal. "Apa?!"


Dan, Eulalia pun menahan Aru untuk bergerak. Lalu, Eulalia melihat pria gendut dengan senyuman remeh.


"Tidak. Kami ke sini untuk membayar hutang panti asuhan."


Mendengar itu, pria gendut tersenyum senang. "Benar kah? saya senang mendengar nya. Lalu, berapa yang akan kalian bayar?"


Eulalia pun menjawab dengan percaya diri, "Aku akan membayar semua nya. Berikan dokumen pinjaman nya!"


"Oh, begitu. Baiklah, tunggu sebentar!" jawab pria gendut. Lalu, dia menyuruh anak buah nya untuk mengambil dokumen setelah itu, dokumen itu pun diberikan kepada Eulalia.


"Semuanya 2,7 Juta Valis dan itu sudah bersih dari segala hutang kalian," ucap Pria gendut.


Dan, Eulalia pun melihat isi dokumen yang mana memiliki nilai yang sama dengan apa yang disebut oleh pria gendut.


"Baiklah, aku akan bayar semua," jawab Eulalia.


Lalu, Eulalia pun mengeluarkan 2 koin Platinum dan 8 koin emas putih.


"Ini aku bayar semua nya!" ucap Eulalia seraya melempar koin kepada pria gendut lalu, Eulalia, Aru, dan Jean berbalik badan dan berjalan kearah pintu keluar.


Ditengah itu, Eulalia membakar dokumen yang dipegang nya dengan sihir api dan membuang nya ke lantai kantor.


"Senang berbisnis dengan anda!" ucap pria gendut yang membungkukkan badannya yang diikuti oleh anak buah nya sampai Eulalia keluar ruangan.


Setelah Eulalia dan lainnya keluar, pria gendut mengembalikan posisi badannya dan merubah ekspresi nya dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Wanita Jlang! Awas saja kalian!" ucap kesal pria gendut.


__ADS_2