Moon Light Witch

Moon Light Witch
Chapter 44. Pewaris Sistem Boneka


__ADS_3

...Chapter 44. Pewaris Sistem Boneka...


Saat ini Eulalia sedang berada di Istana dalam goa dan setibanya didalam, Eulalia disungguhi oleh pemandangan istana Eropa abad pertengahan.


"Seperti nya seseorang pernah tinggal disini," ucap Eulalia.


"Saya juga menyakinkan itu," sambung Lilin.


Lalu, Eulalia pun berkeliling istana yang mana tidak ada seorang pun disana yang ada hanya lukisan dan perabotan klasik sampai di ruang tahta yang mana Eulalia dan Lilin dikejutkan dengan boneka sihir berbagai bentuk sedang berbaris di aula tahta.


"Apa ini?!" kaget Lilin.


Eulalia pun memeriksa satu boneka sihir, "Mereka adalah boneka sihir. Namun, tidak dalam kondisi diaktifkan."


Sesaat Eulalia menjawab itu, Exoma memberitahu sesuatu.


Kling!


[Nona, saya mendeteksi adanya sistem boneka atau Doll System.]


Mendengar itu, Eulalia tersenyum kecil. "Oh, sungguh kebetulan yang menarik dan dengan ini aku bisa menambah teman untuk Elis."


Sesaat mengatakan itu, Eulalia teringat akan pertemuan pertamanya dengan Elis yang mana Eulalia menemukan Elis di pulau barang bekas yang berisikan macam-macam barang sihir yang sudah rusak dan saat itu, Eulalia menemukan Elis dan membelinya seharga 15.000 Valis sedangkan harga pasar boneka sihir kisaran 100.000 sampai 1.000.000 Valis tergantung kualitas dan kemampuan nya.


Dan, saat ini Eulalia berhadapan dengan jajaran boneka dalam bentuk sempurna.


Lalu, Eulalia pun menyadarkan lamunan nya dan melihat ke kursi tahta yang mana dibawah kursi untuk terdapat lingkaran sihir.


"Lilin, kamu tunggu disini!" seru Eulalia.

__ADS_1


"Baik, Nona," jawab Lilin.


Setelah itu, Eulalia pun melangkah kedepan hingga ke lingkaran sihir dan sesaat Eulalia berdiri disana muncul sosok pria muda berwajah Jepang berpakaian modern sedang duduk di kursi tahta.


Lalu, sosok pria itu berbicara dengan bahasa Jepang.


"Hei, perkenalkan Aku Haruto Masayuki. Pemilik dari Istana Boneka ini," ucap pria muda yang duduk di kursi tahta.


Sesaat Eulalia teringat akan nama itu yang mana Eulalia pernah membaca sebuah buku bahwa di sosok manusia transmigrasi yang dikenal sebagai membuat dan menciptakan senjata kuno yaitu boneka sihir yang mana dalam sejarah dia mampu menghancurkan sebuah kerajaan hanya dengan pasukan bonekanya.


"Kenapa dia ada disini?" gumam Eulalia.


Lalu, Haruto menyambung perkataan. "Mungkin akan banyak pertanyaan untuk ku tapi, maaf aku tidak bisa menjawab nya karena ini hanyalah sihir rekaman karena kamu sudah mencapai sini berarti kamu sudah berteman dengan putri duyung yang mana mereka adalah anak-anak ku."


"Eh?" kaget Eulalia.


Lalu, Haruto pun bercerita tentang dirinya yang berpindah dunia sesaat dirinya pulang dari sekolah. Setelah itu, dia hidup sendiri didalam gua dengan kemampuan nya menciptakan boneka. Dia pun hidup damai.


Namun suatu hari, disaat Sanata pergi keluar. Dia ditangkap oleh seorang pedagang besar dan membuat Sanata meninggalkan dunia lantaran dipaksa untuk melakukan hal tidak senonoh.


Hal itu membuat Haruto murka dan dia pun membawa pasukan bonekanya menghancurkan dan membumi hanguskan seluruh pulau dan aset pedagang tersebut.


Setelah itu, Haruto hidup sendiri di istana Boneka dan putri semata wayangnya dititipkan kepada ketua ras putri duyung.


Mendengar itu, Lilin maju dan menangis mendengar nya. "Ayah!"


Eulalia pun baru tersadar bahwa Lilin memiliki mata yang berbeda dibandingkan dengan putri duyung yang lain yang mana mata lilin berwarna coklat sedangkan, putri duyung yang lain berwarna biru.


"Jika rekaman ini ada berarti, aku sudah mati dan siapapun kamu, aku titipkan putri ku kepada mu. Cari dia! Dan, rawat dia! Itulah permintaan ku dengan bayaran. Sistem Boneka dan seluruh harta di istana ini menjadi milik mu. Apakah kamu bersedia?" sambung ucap Haruto.

__ADS_1


Seusai mengatakan itu, muncul layar udara sebesar 10 inci yang mana terdapat pilihan terima atau tidak.


Eulalia tidak bisa menerima itu lalu, dia pun meminta pendapat Lilin.


"Lilin, semua ini adalah harta warisan ayah dan ibumu. Apakah kamu mau menerima nya?" tanya Lilin.


Lilin mengusap air mata nya dan menggeleng kepala nya. Lalu, dia melihat kearah Eulalia. "Nona, saya tidak pantas menerima ini. Aku mohon terimalah warisan ini dan ini juga sebagai rasa terima kasih ku kepada Nona," ucap Lilin dan Dia pun berlutut satu kaki di samping Eulalia.


Eulalia yang melihat sikap Lilin sontak dia memegang bahu dan membangunkan nya.


"Bangunlah, Lilin!"


"Iya," ucap Lilin seraya bangun dari berlutut nya. Lalu, dia menyambung ucapan nya. "Nona, mau menerima nya kan?"


Eulalia tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Baiklah, jika begitu yang kamu minta."


Lalu, Eulalia dan Lilin pun saling bertukar senyum.


Setelah itu, Eulalia pun menerima warisan itu berupa;


Sistem Boneka yang mana sistem ini digabung dengan sistem Extraordinary Magic oleh Exoma.


50 boneka kelas R.


20 boneka kelas SR.


10 boneka kelas SSR.


Dan, satu boneka kelas SSSR.

__ADS_1


Beberapa perabot klasik, senjata sihir dan Koin.


Dengan ini, Eulalia semakin kaya raya...


__ADS_2