
...Chapter 33. Berteleportasi ke Fog Ship....
Sistem anak angkat merupakan sistem fitur yang dimiliki game Magic Magic Magic Online yang mana sebuah sistem yang mampu mengangkat NPC sebagai anak angkat.
Dengan fitur itu, para pemain mampu membesarkan, mendidik dan sebagainya. Sedangkan, Eulalia memiliki dua anak angkat yang pertama, seorang elf pria bernama Azura dan yang kedua, seorang ras Skeleton wanita bernama Platina.
Dan, Eulalia tidak menyangka bahwa kedua anak nya ada di dunia yang sama dengan dirinya. Tidak hanya itu, mereka bukan lagi NPC melainkan makhluk hidup yang mana saat ini platina sedang duduk diantara dua kaki dan berdiam diri lantaran dia merasa bersalah.
"Aku sungguh tidak menyangka bertemu dengan mu disini," ucap Eulalia seraya tersenyum melihat Platina.
Platina hanya menundukkan kepalanya. "Maaf saya, Ibu!"
Melihat itu, Eulalia memegang kedua bahu Platina. "Platina, bangun lah!"
"Baik."
Lalu, Platina pun bangun dengan tangan Eulalia masih di kedua bahunya. Setelah platina berdiri, Eulalia pun memeluk nya.
"Terimakasih. Kamu sudah berada disini."
Platina pun terkejut sesaat hingga membuka mulut nya. Lalu, tidak lama Platina pun juga memeluk Eulalia.
"Aku yang harus berterima kasih, Ibu. Sudah 200 tahun, Aku tidak bertemu dengan ibu."
Mendengar itu, Eulalia pun melepaskan pelukannya. "200 tahun? selama itu kah?"
"Iya. Selama itu."
Lalu, Eulalia pun memasang ekspresi turun, "Eh? lama juga sistem kehidupan membuatku bereinkarnasi," batin Eulalia. Lalu, Eulalia pun mengalihkan ke topik yang lain.
"Lalu, dimana Azura?"
"Ahh, dia berkelana keliling dunia dengan harap menemukan ibu di suatu tempat," jawab Platina.
__ADS_1
"Eh?! anak bodoh," gumam Eulalia.
"Anuuu ... Ibu?" tanya ragu Platina.
"Iya?" jawab Eulalia.
"Sekarang, apa yang harus kulakukan dengan Dungeon ini?" tanya bingung Platina.
Mendengar itu, Eulalia sesaat mengingat Monster yang disiapkan oleh putra nya dan membuatnya dengan tegas memerintahkan nya. "Singkirkan semua dan Pemasangan ulang!"
"Dimana? Permanen atau Portabel?"
"Tunggu! Dungeon Portabel? apa maksudmu?" tanya heran Eulalia.
"Iya, sebuah Dungeon yang bisa kita bawa kemana saja karena itu berbentuk Rune Dungeon."
"Ohh, jadi begitu. Aku mengerti. Baiklah, kita buat portabel!"
"Dimengerti, Ibu!" ucap Platina yang membungkukkan badannya dengan tangan ditaruh di perutnya seperti layaknya penghormatan untuk seorang putri.
"Oh, menghilang. Kemana perginya?" tanya Eulalia seraya melihat sekitar nya.
"Dungeon sudah di daur ulang. Jadi, semua nya berada didalam Rune. Baiklah, saya coba Rune Dungeon nya," ucap Platina.
"Oh, iya. Silahkan!" jawab Eulalia.
Lalu, Platina pun meluruskan tangan kanan nya dan merapalkan Rune nya yang mana memunculkan kabut hitam dihadapan mereka.
Setelah terbentuk kabut hitam terbentuk lingkaran, Platina menurunkan tangannya. "Ibu, silahkan masuk!"
"Iya, mari kita lihat!" ucap Eulalia seraya melangkah dan masuk kedalam kabut hitam yang diikuti juga oleh Platina dibelakang nya.
Setibanya didalam kabut hitam, Eulalia dan Platina disungguhi oleh koridor kapal yang memiliki banyak pintu. Hal itu membuat Eulalia terheran, "Platina, sekarang kita berada dimana?"
__ADS_1
"Saat ini kita sedang berada di .... mana ya?" ucap Platina dengan membuka mulut nya lebar lantaran Platina juga bingung.
Melihat itu, Eulalia pun menghela nafas panjang. "Dasar kamu ini ..." ucap Eulalia seraya menggelengkan kepalanya.
"Bukan kah, kita seharusnya berada di ruang mentah Dungeon yang serba putih?" ucap heran Platina yang memegang dagunya.
Sesaat kemudian, Exoma pun membantu jawab.
Kling!
[Nona, saat ini anda sedang berada di kapal kabut.]
Mendengar itu, Eulalia melipatkan tangan nya dan menutup matanya. "Lebih tepatnya dimana dan apa yang terjadi kepada ku?"
Kling!
[Nona, anda dan Platina telah teleportasi ke senjata kuno dengan bentuk kapal laut.]
Mendengar itu, Eulalia mengangguk kepalanya. "Jadi, begitu. Aku mengerti," batin Eulalia.
Setelah itu, Eulalia membuka matanya dan mengambil tongkat sihirnya.
"Sistem Call. Search."
Sesaat kemudian, Eulalia pun mampu melihat keseluruhan kapal laut dan membuatnya terkejut.
"Aku sungguh tidak menyangka, ini memang kapal laut dan luas sekali," ucap kagum Eulalia.
Mendengar itu, Platina terheran. "Ibu, sebenarnya apa yang telah terjadi?"
"Seperti nya kita berteleportasi ke senjata kuno dan dikenal sebagai Fog Ship," jawab Eulalia.
"Aku mengerti. Ibu. Sekarang, apa yang ingin ibu lakukan?" tanya Platina.
__ADS_1
"Lebih baik kita periksa dahulu!"
"Baik, Bu." jawab Platina.