Moon Light Witch

Moon Light Witch
Moon Light Witch | Chapter 20. Berbelanja dan Permintaan (Rev. I)


__ADS_3

...Chapter 20. Berbelanja dan Permintaan...


Setelah bermalam di gereja, Eulalia bersama Brigitta pergi keluar mengelilingi kota Alexandria seraya Brigitta berbelanja untuk kebutuhan gereja dan Eulalia.


Eulalia sudah memutuskan untuk melanjutkan pengembaraan nya esok hari maka dari itu, dia melakukan persiapan nya.


Dalam pengembaraan Eulalia, Brigitta sangat ingin Eulalia ke kota selanjutnya akan tetapi kepala Zena tidak mengijinkan lantaran Brigitta dalam waktu dekat akan ujian pengakuan pendeta.


Brigitta mau terpaksa menerima keputusan itu maka dari itu, dia pun mengajukan dirinya untuk menemani Eulalia berbelanja seraya berkeliling kota.


Dan, hal itu lah yang mereka lakukan. Mengelilingi pasar sampai tas sihir milik Brigitta penuh.


"Ehh? ... sudah tidak bisa masuk lagi," ucap kecewa Brigitta saat ingin memasukkan buah kedalam tas.


Eulalia pun tersenyum dan menggeleng kepala. "Brigitta, sini biar aku perbaiki tas mu!"


"Eh? Perbaiki?" ucap bingung Brigitta. Meski begitu, dia tetap memberikan tas nya.


Eulalia pun tidak menjawab ucapan Eulalia. Lalu, dia mengunakan mata penilaian nya yang mana Eulalia melihat kapasitas berat dari tas Brigitta hanya memiliki massa 5 kg.


Setelah mengetahui itu, Eulalia mengunakan tangan kirinya dan merapalkan Extraordinary Magic System nya.


"Sistem Call. Modifikasi."


Dengan mengunakan sihir Rune, Eulalia merubah kapasitas tas dari 5 kg menjadi 100 kg. Sesudah selesai merubah nya, Eulalia pun mengembalikan nya dan dalam pembuatan, Eulalia menghabiskan 50 poin.


"Ini ... sekarang, kamu bisa memasukkan lebih banyak benda," ucap Eulalia seraya memberikan tas yang dirubah nya.


Brigitta terbingung dan menerima tas itu setelah itu, dia pun melihat kemampuan tas milik nya yang mana membuatnya terkejut.

__ADS_1


"Apa?! 100 kg? ... tas biasa ku ini menjadi barang langka." Brigitta pun melihat kearah Eulalia dengan senyuman lebar. "Kak Eulalia, kakak memang luar biasa."


Eulalia pun tersenyum senang.


Brigitta pun memeluk tas nya, "Aku pasti akan menjaga nya baik-baik."


Setelah itu, Brigitta pun berbelanja lebih banyak.


Selain itu, Brigitta juga mengajak Eulalia untuk mencicipi makanan khas dan tempat-tempat pemandangan yang bagus hingga tanpa sadar perjalanan mereka sampai matahari akan terbenam.


Lalu, Eulalia dan Brigitta pun kembali ke gereja dan setibanya disana, mereka melihat kepala Zena dan berbincang dengan Han Seong.


Melihat itu, Brigitta pun menjadi penasaran. "Ada apa sampai ketua Asosiasi Penyihir datang ke sini."


Eulalia yang melihat itu, dia menatap tajam. Dia menduga ada permasalahan yang cukup serius yang mereka bicarakan. Meski begitu, Eulalia bersikap biasa dan menghampiri kepala Zena serta memberikan hormat.


"Bu Kepala Zena, kami telah kembali," sapa Eulalia.


"Syukurlah, kamu sudah datang, Nona Eulalia. Ada yang ingin kami bicarakan kepadamu," ucap serius Zena.


Setelah itu, Eulalia, Zena dan Han Seong pergi ke kantor Zena dengan pintu yang terkunci sihir dan kedap suara dari Han Seong.


Lalu, Zena dan Han Seong duduk bersebelahan sedangkan, Eulalia duduk kursi hadapannya.


"Seperti nya ada permasalahan yang serius. Ada apa?" tanya Eulalia dengan tatapan yang serius juga.


Sebelum memulai pembicaraan, Han Seong melihat Zena dan Zena pun memberikan respon anggukan kepala.


Setelah itu, Han Seong mengambil sesuatu sejenis kerikil hitam dari sihir penyimpanan nya. Lalu, dia memberikan nya kepada Eulalia.

__ADS_1


"Nona Eulalia, aku ingin titip kan ini kepada mu karena tidak ada yang lebih aman selain disimpan oleh mu," ucap Han Seong.


Eulalia tersenyum kecil, "Aku tidak bisa menerima nya sebelum Kak Han Seong menjelaskan nya, benda apa itu?!"


"Ini adalah pecahan kristal jiwa Ymir dan benda ini sangatlah berbahaya jika dipegang oleh orang yang salah," ucap penjelasan Han Seong.


Mendengar itu Eulalia menghela nafasnya, "Jika memang itu berbahaya. Kenapa kak Han Seong menitipkan nya kepada? apa alasan nya?"


Han Seong tersenyum lebar dan menatap bangga Eulalia seraya menjawab, "Aku rasa hanya kamu satu-satunya yang tidak membutuhkan kekuatan dari batu ini."


"Eh? benar kah?" ucap Eulalia.


Perkataan Han Seong itu membuat Eulalia penasaran dengan kemampuan pecahan kristal Ymir. Maka dari itu, dia pun sontak mengambil kristal itu dan mengunakan mata penilaian nya yang mana Eulalia melihat kemampuan dari pecahan dari kristal Ymir ialah;


Meningkatkan kemampuan penguna mencapai tiga kali lipat dengan efek mengamuk.


"Ehhh?! sungguh efek yang merepotkan!" ucap remeh Eulalia.


"Meski, pecahan itu terlihat remeh namun, saat kristal jiwa terbentuk sempurna maka, Dewa Ymir akan bangkit kembali yang pastinya akan ada bencana besar yang tidak bisa dibayangkan," sambung Zena.


Eulalia pun menghela nafas nya kembali. "Baiklah, aku akan menyimpan nya."


"Tidak, kami ingin juga Nona Eulalia mencari pecahan kristal Ymir yang lain dalam pengembaraan anda. Maka dari itu, Aku sebagai perwakilan Asosiasi Penyihir dan Asosiasi Perutusan Dewa meminta bantuan kepada mu! kami mohon!" ucap Han Seong yang diakhiri dengan membungkukkan badannya yang diikuti juga Zena.


Melihat sikap mereka, Eulalia pun menggarukan kepala belakang nya. "Jadi, ini kah tujuan mu membuat ku mendapatkan gelar penyihir yang tinggi."


Han Seong tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman lebar.


Keesokan harinya, Eulalia melanjutkan pengembaraan dengan diiringi tangisan Brigitta dan Putri Freya yang mengantar Eulalia sampai depan gerbang.

__ADS_1


Eulalia pun hanya memberikan senyuman dan berpamitan setelah itu, dia mengeluarkan sapu terbang nya dan pergi meninggalkan kota Alexandria.


__ADS_2