Moon Light Witch

Moon Light Witch
Chapter 43. Lilin, Lilen dan Lilun


__ADS_3

...Chapter 43. Lilin, Lilen dan Lilun...


Setelah berhasil menyelamatkan Putri duyung dan kondisi Kazuo yang tidak sadarkan diri. Lalu, Eulalia pun membuka gerbang sihir ke Rune Fog Ship dan tepat di samping Elis.


Elis pun sontak menundukkan kepalanya beri hormat kepada Eulalia.


"Nona!" sapa hormat Elis.


"Elis, bawa Kazuo ke ruang rawat dan gunakan Healing Slime untuk menyembuhkan nya!" seru Eulalia.


"Dimengerti!" jawab Elis.


Lalu, Elis keluar dari gerbang dan menggendong Kazuo kembali ke kapal.


Tal dan Jewel pun meminta izin untuk kembali dan Eulalia pun mengizinkan nya. Sedangkan, Eulalia masih di pulau dan dia menutup gerbang sihirnya.


Setelah itu, Eulalia melihat jasad monster yang sudah kembali menjadi manusia biasa dengan pecahan kristal Ymir yang cukup besar disampingnya.


"Baiklah, sekarang waktunya penjarahan," ucap senang Eulalia dengan senyuman lebar.


Sesaat ingin menjarah, kedua putri duyung menghampiri Eulalia.


"Anuu .... Nona," sapa salah satu putri duyung.


Eulalia yang mendengar sapaan itu, dia menoleh kearah putri duyung.


"Oh, kamu ... bagaimana keadaan kalian?"


"Kami baik-baik saja," jawab salah satu putri duyung.


"Terimakasih, Nona," ucap Putri duyung yang lain yang membungkukkan badannya. Lalu, di ikuti oleh putri duyung yang lain.


"Tidak usah dipermasalahkan. Aku juga tidak suka dengan cara bisnis mereka," jawab Eulalia.


Beberapa saat kemudian, putri duyung yang ditemuinya dalam Goa datang.


"Kakak! Adik!" ucap Putri duyung yang di Goa sambil berlari kearah Putri duyung yang lain.


Lalu, mereka pun saling berpelukan dan Eulalia pun tersenyum melihat mereka.


Tidak lama kemudian, mereka melepaskan pelukan nya dan menghadap kearah Eulalia.


"Terimakasih, Nona," ucap Putri duyung yang baru datang seraya membungkukkan badannya.


Eulalia menghela nafas dan menggarukan kepalanya. "Iya, sama-sama. Kalian senang sekali berterima kasih. Ma, itu lebih baik dari pada seseorang yang tidak bisa berterima kasih," jawab Eulalia.


Para putri duyung mengembalikan posisi badannya dan saling memandang lantaran bingung dengan perkataan Eulalia.


Melihat itu, Eulalia mengalihkan pembicaraan. "Lalu, apa rencana kalian?"

__ADS_1


"Kami ingin mencari keluarga kami yang telah di culik dan sudah dijadikan budak lainnya," jawab Putri duyung yang didalam Goa.


Kedua putri duyung mengangguk kepalanya.


Mendengar itu, Eulalia terpikir sesuatu dan dia pun bertanya kepada Exoma.


"Exoma, berapa kapasitas kru di Rune Fog Ship?" tanya batin Eulalia.


Kling!


[Rune Fog Ship memiliki kapasitas 3.000 jiwa dengan tinggi diatas satu meter.]


Mendengar itu, Eulalia terkejut. "Ge! aku sungguh tidak menyangka bisa sebanyak itu." batin Eulalia. Berdasar informasi itu, dia pun memutuskan sesuatu.


"Jika itu rencana kalian, bergabunglah dengan kapal ku. Aku pasti akan membantu kalian. Bagaimana kalian mau?" ucap tawaran Eulalia.


Ketiga putri duyung saling melihat satu sama lainnya. Lalu, mereka pun mengangguk kepalanya.


"Kami dengan senang hati menerima bantuan,Nona. Terimakasih!" ucap Putri duyung.


"Senang kalian bisa bergabung. Lalu, siapa nama kalian?" ucap Eulalia.


"Kami tidak memiliki nama," jawab Putri duyung.


"Jika aku memberikan nama, apakah kalian keberatan?" ucap Eulalia.


"Dengan senang hati kami menerima nya," jawab Putri duyung yang lain.


Setelah Eulalia mendapatkan izin dari tiga putri duyung. Dia pun memberikan nama ketiga putri duyung itu, Lilen, Lilin dan Lilun.


Saat pemberian nama itu, ketiga nya sangat senang. Setelah itu, Eulalia pun menjarah pedagang Crad termasuk empat pecahan kristal Ymir yang berarti Eulalia memiliki 10 pecahan kristal Ymir.


Selain itu, Eulalia mendapatkan banyak senjata, koin dan barang-barang sihir juga Eulalia mengambil jasad mereka untuk dijadikan tumbal dalam pembuatan unit.


Dan, saat Eulalia ingin kembali dengan gerbang. Lilin, putri duyung yang berada di goa menghentikan langkah Eulalia.


"Nona Eulalia, bisa ikut saya sebentar!"


Eulalia pun menghentikan langkah Eulalia.


"Baiklah." Lalu, Eulalia melihat kearah Lilen dan Lilun. " Kalian masuk saja dahulu!"


"Baik, Nona!" jawab serempak Lilen dan Lilun.


Setelah itu, Lilen dan Lilun masuk gerbang sihir dan setelah itu, gerbang pun tertutup.


Lalu, Eulalia dan Lilin masuk ke goa dan berhenti di sisi gelaga.


"Nona Eulalia, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan di bawah. Nona bisa menyelam?" tanya Lilin.

__ADS_1


Eulalia yang mendengar itu, dia pun berekspresi turun. "Jujur saja, aku tidak bisa menyelam apalagi menahan nafas. Exoma, kamu memiliki solusi?"


Kling!


[Nona, kenapa tidak membuat sihir bernafas dalam air?]


Mendengar itu, Eulalia membuka kedua matanya. "Benarkah, ada sihir yang seperti itu?"


Kling!


[Iya, ada sihir seperti itu.]


"Baiklah, ayo kita buat!"


Seusai itu, Eulalia membuat sihir water Breathe dengan harga 100 poin.


Sesudah itu, Eulalia menjawab dengan percaya diri.


"Tenang saja, Lilin. Aku memiliki sihir untuk bernafas didalam air."


"Syukurlah! Ayo, Nona!" seru Lilin dan dia sontak masuk kedalam telaga.


Eulalia pun berganti pakaian dan merapalkan sihir sistem nya.


"Sistem Call. Water Breathe. Continue."


Sesudah itu, dia pun masuk kedalam telaga yang mana didalam telaga memiliki lubang dan Lilin pun masuk kedalam lubang itu lalu, diikuti oleh Eulalia dari belakang.


Lilin dan Eulalia terus berenang sampai diujung dasar telaga dan ujung telaga menjadi permukaan sebuah goa.


Melihat itu, Eulalia terkagum. "Oh, sungguh menarik! ada goa disini!"


Setibanya disana, Lilin dan Eulalia menepi dan naik ke daratan.


"Lilin, tempat apa ini?" tanya Eulalia seraya berganti baju kembali.


"Saya juga tidak tahu tapi, saya menduga ada banyak barang berharga disini."


"Baiklah, jika kamu berkata seperti semoga saja ada sesuatu yang menarik," ucap Eulalia seraya melanjutkan langkahnya.


"Baik, Nona," jawab Lilin.


Sesaat kemudian, Eulalia dan n melanjutkan langkahnya sampai di ujung Goa yang mana dia dikejutkan oleh istana dalam goa.


Melihat istana itu, Eulalia tersenyum lebar. "Seperti nya ini akan lebih menarik."


Lilin juga ikut tersenyum meski tidak mengerti maksud dari perkataan Nona nya itu.


Dan, Eulalia bersama Lilin masuk kedalam istana goa tersebut.

__ADS_1


__ADS_2