Moros Ker Thanatos: V

Moros Ker Thanatos: V
<[ EPS. 12 - USAI PENYERANGAN ]>


__ADS_3

Aldrich Éclair berlari terburu-buru menaiki anak tangga. Penyerangan satu batalion musuh berhasil ia padamkan setelah satu peleton pasukan khusus Dark Shadow datang membantu. İa menyerahkan komandonya pada Zac saat melihat pasukan khusus tiba sebab tak ingin menunda lagi waktu untuk menyelamatkan isteri dan anaknya.


Musuh tak menyadari walaupun mereka telah memutus seluruh telekomunikasi di rumah tersebut namun Aldrich masih menyimpan alat komunikasi khusus milik organisasi sehingga ia masih bisa menyuruh pasukannya untuk datang membantu.


Hampir seluruh ruangan di rumah itu kacau balau. Keadaan rumah mewah itu benar-benar mengenaskan. Hampir puluhan milyar kerugian yang didapatkan Aldrich dari penyerangan tersebut. Beberapa musuh yang masih hidup telah di bawa ke penjara bawah tanah untuk diinterogasi oleh Zac.


Para pelayan dan pengawal yang terluka telah mendapatkan penanganan khusus di basecamp. Mereka saling bahu membahu membawa saudara-saudara mereka yang belum terevakuasi. Beberapa dokter kepercayaan keluarga Éclair telah didatangkan dari beberapa daerah dengan helikopter pribadi mereka.


Ketika di koridor lantai dua V berpikir suara derap langkah yang mendekatinya adalah musuh, ia sudah siap menarik pelatuknya. Jika bukan karena Aldrich Éclair berhasil menendang pistol yang digenggam oleh V, mungkin peluru panas telah menancap di tubuhnya.


"Papah!" teriak V begitu riang melihat sesosok Aldrich Éclair di balik tikungan koridor. V melompat ke pelukan Papahnya karena begitu senang melihat Papahnya lagi.


Aldrich Éclair memeriksa tubuh V dengan seksama, seluruh tubuh V bersimbah darah dari ujung rambut hingga sepatunya, V terlihat seperti baru selesai bermandikan darah. Aldrich memeriksa tubuh V takut-takut ada peluru yang tertancap di tubuhnya karena tak bisa membedakan antara darah musuh dan dirinya.


Aldrich tak percaya walau V sudah menjelaskan berkali-kali, ia masih terus memeriksa tubuh V. Rasa lapang memenuhi dadanya tatkala melihat tidak ada satupun luka di tubuh V ataupun di tubuh Isteri dan anak bungsunya. İa menggendong tubuh V sebagai antisipasi jika tiba-tiba V akan roboh karena kehabisan tenaga.


V tak menolak saat Aldrich mengangkat tubuhnya, ia malah merasa lega karena dirinya bisa sedikit beristirahat. İa juga menyandarkan tubuhnya yang sudah lelah, membiarkan matanya terpejam sebentar.


Saat sampai di lantai satu Sophie dan Rozita segera dibantu oleh pelayan yang lain untuk mendapatkan penanganan pertama. Mereka juga berniat membawa V yang terlihat begitu mengenaskan karena bermandi darah namun ditolak oleh Aldrich sebab ia ingin membawa putrinya sendiri.


Keadaan Basement bagaikan posko evakuasi bagi korban bencana alam, di sana sudah tersusun rapih tempat tidur beroda dengan tiang infus di sisinya sepanjang koridor basemen. Seorang laki-laki bertubuh kekar mengenakan tongkat berjalan ke arah V, kondisi Zac tidak cukup baik terdapat balutan perban di kepalanya.


Zac begitu panik saat melihat kondisi V yang belum mendapatkan penanganan dari dokter. Kekhawatiran Zac membuat Aldrich kesal jadi ia menyuruh laki-laki itu menjauh sepuluh langkah tanpa menjelaskan apapun.


Zac menggerutu kesal. Jika tidak mengingat kepalanya yang diperban ia mungkin sudah berteriak menyumpah sarapahi tingkah Aldrich yang begitu menjengkelkan baginya.


Karena kesal melihat Zac, Aldrich membawa V ke basecamp yang telihat tidak seramai di luar. Fernandez terlihat terbaring tak sadarkan diri dengan selang oksigen di hidungnya. Sebuah alat monitor detak jantung berdiri di sebelah ranjangnya, menandakan lukanya cukup parah. Selain Fernandez masih ada beberapa pelayan dan pengawal yang mendapatkan penanganan intensif seperti Fernandez.


Seorang laki-laki mengenakan jas hitam dan kaca mata hitam memberi tabik kepada Aldrich Éclair. "Master, ada berita penting yang ingin saya sampaikan."


"Baiklah." balas Aldrich Éclair berjalan mendahuluinya, ia mengerti berita apa yang ingin disampaikan.


Aldrich memanggil seorang pelayan wanita yang terlihat tidak sibuk untuk membantu V membersihkan diri, V tak banyak bertanya ia hanya membiarkan pelayan itu membawanya.


Aldrich dan laki-laki itu berjalan ke ruang bawah tanah di bawah basemen. Di dalam sebuah sel, berdiri tergantung lima orang tahanan. Sekujur tubuh mereka telah bersimbah darah. Wajah mereka dipenuhi oleh memar dan luka-luka. Setelah melakukan interogasi, salah seorang dari mereka akhirnya mengatakan orang yang menjadi dalang di balik peristiwa penyerbuan rumah utama keluarga Éclair.

__ADS_1


Dua orang pasukan khusus Dark Shadow datang membawa baju ganti dan juga air bersih. Aldrich sangat tak suka bila penampilannya berantakan apalagi jika pakaiannya kotor, hal ini telah diketahui oleh seluruh anggota Dark Shadow sehingga mereka sudah menyiapkannya tanpa disuruh.


Aldrich membersihkan wajahnya, ia mengganti pakaiannya yang telah kotor dengan yang baru sambil sesekali memperhatikan tawanannya.


Laki-laki yang sejak tadi mengikutinya menjelaskan secara detail apa saja yang dikatakan oleh tawanan mereka serta rencana apa saja yang akan mereka lakukan apabila rencana awal mereka gagal. Mereka ternyata memang sudah merencanakan penyerangan ini secara matang-matang.


"Master, mereka anggota organisasi Bintang Delapan. Organisasi kriminal yang berbasis di negara F, mereka yang memberi perlindungan kepada perusahaan Zero Corp., salah satu kompetitor anda." jelas Tom, laki-laki yang sejak tadi berdiri di sampingnya. İa salah satu informan sekaligus anak didik Aldrich Éclair. Tom memilih terjun dalam dunia informasi dan teknologi, menjadi seorang hacker kelas kakap untuk membantu organisasi mencari informasi.


"Sampaikan salam hangatku kepada Bintang Delapan, buat mereka tunduk pada Dark Shadow." perintah Aldrich Éclair kepada Tom.


"Dark shadow..." gumam salah seorang tahanan seperti berpikir. "Ah Master, Master ... Anda ketua Dark Shadow, ku mohon ampunilah aku dan saudara-saudaraku." pintanya membuat Aldrich Éclair mengerutkan keningnya. Tanpa pikir panjang ia menarik sebuah pistol di sabuk kirinya, menembakkannya ke kepala mereka.


Sebagian baju Aldrich kembali berlumuran darah karena tembakan tersebut. İa berdecak kesal karena pakaiannya kembali kotor. Saat ingin kembali sekelabat Aldrich melihat tubuh V dibalik dinding pemisah sel, "Apakah di luar tidak ada yang berjaga?" tanyanya.


"Tidak ada Master. Aku telah menyuruh mereka untuk membantu para saudara yang lainnya karena kupikir setelah menemui para tahanan, Master akan langsung membunuhnya." balas Tom menjelaskan.


Beberapa saat ia baru menyadari sesuatu yang tak sesuai rencana, "Master, hukum aku atas kelalaianku dalam bertugas." mohonnya sambil membungkukkan tubuhnya. Ia panik Aldrich Éclair akan kecewa kepadanya, sehingga dengan suka rela ia meminta untuk dihukum. İa selalu takut membuat tuannya kecewa atau marah hingga tak lagi mempercayainya.


"Aku tidak tahu sejak kapan V berdiri di sana memperhatikan kita."


"Master, hukum saja aku yang bodoh ini." pinta Tom yang kini sudah bersujud di kaki Aldrich Éclair.


Aldrich Éclair menemukan V tengah duduk di salah satu bangku yang ada di ruang nimfeum. Duduknya tidak tenang terlihat tampak cemas, entah apa yang sedang dipikirkan anak itu.


"Apa yang tengah kau pikirkan?" tanya Aldrich Éclair yang sudah berdiri di hadapan V.


Melihat Aldrich yang tiba-tiba berdiri di hadapannya membuatnyabegitu terkejut hingga langsung berdiri dari duduknya. Wajahnya kini diliputi oleh rasa takut.


"Pa-papah, ka-kau di sini." katanya gugup sehingga kalimatnya terdengar seperti pernyataan. Aldrich tidak menjawab kalimatnya, hanya diam menatap tanpa ekspresi membuat V semakin merasa ketakutan.


Ia tidak peduli dengan hukumannya nanti, yang ia pedulikan apa yang harus ia lakukan sekarang, "Pa-papah maaf... maafkan aku..." tangis sudah lebih dulu mengambil kendali ia begitu takut jika nantinya Aldrich tak lagi mempercayai dirinya, lebih buruk lagi mendepaknya dari rumah.


Aldrich Éclair kini merebahkan dirinya agar tingginya sejajar dengan V, "Jangan lakukan hal seperti itu lagi. Kau tidak perlu mengendap-endap untuk tahu urusanku kau bisa menanyakannya langsung padaku."


"Papah, aku mana berani melakukannya. Papah, percayalah kepadaku." V mengangkat tangan Aldrich Éclair setinggi dadanya, "Mamah memintaku untuk menemui Papah, Mamah bilang Paman Chad telah menunggu di halaman depan. Mamah sudah berada di dalam mobil menunggu kita." jelas V dengan isak tangisnya.

__ADS_1


"Baiklah." Aldrich Éclair telah berdiri mengangkat tubuh V. "Jadi apa yang telah kau dengar?" tanyanya sambil berjalan meninggalkan ruang nimfeum.


"Penyerangan dilakukan oleh sekelompok organisasi Bintang Delapan, mereka merupakan pion dari Zero Corporation, salah satu pesaing bisnis Papah. Kemudian Papah memerintahkan agar Dark Shadow memberi hukuman pada mereka." V menjelaskan apa yang telah ia dengar saat di ruang bawah tanah.


"Perlu Papah ralat sedikit. Papah tidak memberi mereka hukuman, hanya memberikan mereka salam hangat." tukas Aldrich Éclair.


"Apakah itu berbeda pah?" tanya V cepat karena tidak mengerti makna yang tersirat sebenarnya.


"Tentu berbeda. Nanti kau akan mengetahui perbedaannya." balas Aldrich Éclair.


"Papah? Bolehkah aku pergi mencari keadilan?" tanya V setengah berharap sebab Aldrich Éclair memberinya lampu hijau.


Aldrich Éclair menghentikan langkahnya menatap V lamat-lamat. Tatapan itu penuh dengan selidik, ia penasaran dengan seberapa banyak yang telah V ketahui tentang dirinya tapi ia begitu yakin V tak mungkin mengetahui identitasnya di dunia bawah tanah. İa bertanya-tanya pada dirinya sendiri apa yang diinginkan oleh V. Satu kemungkinan yang terbesit dalam hatinya, balas dendam.


✌••••• BERSAMBUNG •••••✌


Catatan Penulis:




Batalion \= Pasukan berjumlah 300-1000 orang.




Peleton \= Pasukan berjumlah 20-40 orang.




Basecamp \= Tempat penampungan.

__ADS_1




__ADS_2