Moros Ker Thanatos: V

Moros Ker Thanatos: V
<[ EPS. 14 - MATA BLUE DIAMOND ]>


__ADS_3

Selama mansion rumah utama keluarga Éclair direnovasi, mereka tinggal di sebuah villa yang terletak di pinggir kota Yupiter. Villa Yupiter tidak sebesar mansion rumah utama, bangunan ini berbentuk rumah minimalis yang memadukan gaya modern dengan gaya kuno. Villa Yupiter memiliki tiga lantai dengan dinding yang dominan berlapis kaca. Jika melihat villa ini dari tampak luar, akan terlihat halaman depannya begitu sempit. Namun halaman belakangnya begitu luas membentang.


V kembali larut dalam aktivitasnya yakni belajar, belajar dan belajar namun kali ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya sebab ia menjadi gila dalam belajar. İa tahu bahwa penyerangan malam itu bukan menjadi yang terakhir melainkan menjadi awal sesuatu yang akan menghancurkan keluarga Éclair. V tentu saja tak ingin hal itu terjadi sehingga ia memutuskan untuk terus belajar sambil berharap dirinya mampu membuat keluarga Éclair terhindar dari malapetaka.


Saat sore hari sedang belajar bersama dengan Viscount Darent tiba-tiba V merasa detak jantungnya begitu cepat dari biasanya, keringat dingin membanjiri tubuhnya, dan tangannya mengalami tremor yang berlebihan.


Sebisa mungkin V tidak menunjukkan perubahan pada kondisi tubuhnya dengan terus mendengarkan Viscount Darent yang sedang menjelaskan tentang politik kepadanya. Namun beberapa detik kemudian hal yang tidak diinginkan terjadi, V merasakan kesakitan yang amat dahsyat pada kepalanya rasa sakit yang hampir ia lupakan.


"Viscount, maafkan aku. Aku mohon pamit sebentar." tukas V yang langsung berdiri secara tiba-tiba ia bahkan tak menunggu balasan dari Viscount Darent langsung melangkah pergi meninggalkan ruang belajar.


Rozita dan dua pelayan dari keluarga Yovanka mengikuti di belakang V sejak ia melihat V meninggalkan perpustakaan keluarga dengan terburu-buru. Mereka sudah bertanya namun tak ada jawaban dari V, mereka semakin bingung saat V malah berjalan ke arah kamarnya padahal sekarang bukan saatnya ia kembali.


Sesaat sampainya di kamar V langsung berbaring di atas tempat tidurnya sambil terus memegangi kepalanya. Tanpa ada batuk ataupun apapun darah mengalir keluar dari mulut V disusul dengan hidung, mata dan bahkan telinganya membuat mereka bertiga panik melihat keadaan V.


"Hubungi dokter ..." belum usai Rozita menyelesaikan perkataannya saat tiba-tiba V memotongnya sambil mengerang meminta mereka hanya memanggil Aldrich dan segera pergi dari kamarnya.


Tentu mereka menolak hingga akhirnya V berteriak sambil mengerang mengusir mereka keluar dari kamarnya. V tentu tahu apa yang dilakukannya ia sebenarnya juga begitu ketakutan dengan apa yang terjadi hanya saja ia tak ingin banyak orang yang tahu apa yang akan terjadi dengannya.


Almarhum kedua orang tuanya pernah bilang untuk tidak pernah memberitahu siapapun jika serangan ini terjadi saat kedua orang tuanya tidak ada, bahkan mereka menyuruhnya untuk bersembunyi hingga kedua orang tuanya kembali dan mengobatinya. Namun bagaimana dengan sekarang? İa tak mungkin menunggu kedua orang tuanya bangkit dari kubur untuk mengobatinya.


İa juga tak pernah tahu apa yang terjadi pada dirinya dan mengapa ia bisa berakhir dengan seperti itu namun satu hal yang ia tahu serangan kali ini lebih parah dari saat sebelumnya. Padahal V berpikir dirinya sudah sembuh dari penyakit yang sering menyerangnya sebab ia sudah tak lagi merasakannya setelah kedua orang tuanya mengobatinya empat tahun yang lalu.


V mengerang kesakitan karena sekarang seluruh tubuhnya mengalami rasa sakit yang begitu dahsyat hingga V menggeliat di atas tempat tidurnya. Tubuhnya tanpa sadar sudah terjatuh ke lantai namun saat tubuhnya membentur ke lantai tubuhnya terguncang hebat. Tubuhnya bergerak tak menentu arah melawan gravitasi membentur benda-benda di sekeliling V.


Berkali-kali tubuhnya terbang kemudian kembali terjatuh untuk berputar-putar di lantai. Saat tubuhnya kembali terbang V menggenggam erat tiang tempat tidurnya membuat sebagian tubuhnya yang lain terbang.


Kejadian melawan hukum alam itu terjadi selama dua puluh menit tak ada yang melihat kejadian di luar nalar tersebut sebab V sudah menyuruh seluruh pelayannya untuk tidak masuk ke dalam kecuali Aldrich sampai ada perintah selanjutnya.


Para pelayan di luar juga mendengar suara benturan yang keras hingga terdengar benda-benda jatuh ke lantai. Rozita ingin memaksa masuk namun dicegah oleh Sophie, mereka tidak boleh melanggar perintah. Rozita membatu membenarkan perkataan Sophie ia hanya bisa menggigit bibirnya sambil berharap tuan besar mereka datang secepat mungkin.


Aldrich yang mendapat kabar kondisi terakhir V mengakhiri rapat pentingnya dengan beberapa usahawan dari negara asing secara tiba-tiba. İa bahkan meminta asisten pribadinya untuk memanggil helikopter pribadinya tanpa peduli dengan tatapan bingung dari para koleganya.


Aldrich baru sampai di rumahnya tepat dua puluh menit semenjak ia mendapat kabar dari Fernandez. İa begitu terkejut saat melihat V terbaring lemah di lantai dengan begitu banyak bercak darah di sekitarnya dan lagi kini rambut perak itu memanjang mengelilingi tubuh V.


"Papah?" panggil V dengan begitu riang saat mendengar pintu kamarnya terbuka. İa tak bangun dari posisi telungkupnya ataupun membuka matanya.


Aldrich mengerutkan dahinya saat mendengar suara V yang tak menunjukkan tanda-tanda dirinya habis mengalami masa sulit. İa bisa melihat perubahan drastis yang terjadi pada tubuh V.


"Bagian mana yang sakit?" tanya Aldrich yang sudah menggendong tubuh V dalam dekapannya.


Tentu ia ingin bertanya apa yang terjadi dan mengapa tiba-tiba rambutnya jadi memanjang dengan cara yang di luar nalarnya bahkan ia merasa V lebih tinggi dari sebelumnya. İtu hal yang agak membingungkan atau itu hanya perasaannya namun rambut perak V yang tiba-tiba memanjang juga membuat dahinya mengkerut.


Meskipun ia tahu ada obat yang bisa memanjangkan rambut namun tidak bisa secepat ini. Bahkan setelah ia menggendong V ia masih bisa melihat rambut itu masih tersisa banyak di lantai. İa menebak-nebak panjang rambut V sekarang sekitar dua meter lebih.

__ADS_1


"Hingga saat ini, hanya mataku yang masih terasa sangat sakit." jawab V masih tidak melepaskan tangannya yang melingkar di leher Aldrich meski laki-laki itu telah membaringkannya ke tempat tidur.


Aldrich memperhatikan wajah V yang telihat baik-baik saja seperti tidak terjadi apapun yang berbahaya padanya. Andaikan bukan karena sisa-sisa darah di wajah dan pakaiannya mungkin Aldrich akan merasa sedang dipermainkan.


"Bisakah Papah tetap di sisiku?" tanyanya menjawab kebingungan Aldrich karena ia tak juga melepaskan tangannya bahkan matanya masih terpejam.


Aldrich membaringkan tubuhnya tepat di samping V menunggu gadis kecilnya menenangkan diri terlebih dahulu sambil merapihkan tumpukan rambut yang sedikit mengganggunya.


V membuka matanya membuat Aldrich terkejut ketika melihat warna matanya berubah menjadi biru muda yang terlihat berkilau seperti batu berlian. V terlihat seperti menggunakan kontak lensa pada matanya namun Aldrich tentu sadar itu warna matanya yang baru saja berubah karena sesuatu.


Aldrich tiba-tiba terpikir perkataan dokter Gomer tentang sel asing yang ada di dalam darah V mungkin sel asing itu juga yang membuat perubahan pada melanosit sehingga mengikis beberapa persen pigmen eumelaninnya.


Tanpa menunggu Aldrich bertanya V sudah lebih dulu bertanya apakah benar kini warna matanya telah berubah dan Aldrich menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan V. Aldrich dapat berspekulasi bahwa V sudah mengetahui kondisi tubuhnya.


V kemudian menceritakan bahwa sejak kecil dirinya memang sudah mengidap penyakit yang belum ada namanya di bidang kedokteran dunia. Hampir setiap beberapa bulan sekali ia akan merasakan rasa sakit yang begitu dahsyat sampai rasanya ia ingin membedah tubuhnya untuk mencabut jarum-jarum kecil yang membuatnya kesakitan.


V tidak pernah tahu apa yang dilakukan kedua orang tuanya, yang ia tahu mereka memberikannya obat untuk menghilangkan rasa sakitnya. Memang usai serangan itu rambutnya akan tumbuh menjadi lebih panjang dan ia merasa dirinya lebih tinggi dari sebelumnya itu yang ia tahu.


Saat ia masih kecil kedua orang tuanya pernah merawat V dengan perawatan yang sangat intensif. V juga tidak tahu berapa lama perawatannya sebab saat itu terjadi dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Saat dirinya terbangun V merasa bahwa dirinya kembali tumbuh lebih dewasa dari sebelumnya kedua orang tuanya memberitahu bahwa ia sudah sembuh dari penyakitnya jadi ia tidak perlu lagi merasakan sakit. Mereka juga bilang sebentar lagi V bisa ikut sekolah persiapan jadi tidak perlu lagi menunggu mereka pulang sampai bosan di rumah.


Usai menceritakan bagian itu V sedikit termenung, ia baru ingat bahwa dulu kedua orang tuanya tidak pernah memberitahu umurnya dan kapan ulang tahunnya. İa baru mengetahui kapan ulang tahunnya setelah perawatan intensif tersebut, mereka juga bilang bahwa saat itu usia V telah menginjak akhir lima tahun.


Tubuh V bergetar hebat ketika ia memikirkan setiap persepsi yang mengatakan bahwa dirinya upnormal atau mungkin bukan manusia. V histeris karena pikiran jahatnya yang mengatakan dirinya bukan manusia. İa meraung-raung sambil mencekram erat-erat rambutnya.


"Ada apa? Apakah kau merasakan ada yang sakit lagi?" tanya Aldrich panik melihat reaksi V yang tiba-tiba berteriak histeris.


V tidak menjawab pertanyaan Aldrich, ia hanya terus meraung meneriakkan Papahnya membuat Aldrich kembali mengangkat tubuh V. İa berencana membawa V ke lab saintis milik Dark Shadow.


"Siapkan mobil." ucapnya lagi pada earpiece miliknya yang sejak tadi masih menempel di telinganya.


✌••••• BERSAMBUNG •••••✌


Catatan Penulis:




Malapetaka \= Musibah.


__ADS_1



Gravitasi \= Gaya tarik ke pusat inti bumi.




Meraung-raung \= Menangis dan berteriak dengan keras.




Tremor \= Gemeteran.




Melanin \= Pigmen atau zat warna gelap yang ada di mata, kulit, rambut dan bulu mata.




Pigmen \= Zat warna tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.




Eumelanin \= Jenis melanin yang berwarna coklat. Tubuh manusia itu punya dua jenis melanin, pertama eumelanin dan yang kedua pheomelanin yang berwarna merah. Semakin banyak eumelanin di tubuh maka semakin terang warna iris mata seseorang dan sebaliknya semakin banyal pheomelanin semakin terang warna iris matanya.




Saintis \= İlmuwan khusus ilmu pengetahuan alam.



__ADS_1


__ADS_2