
V yang melihat apa yang dilakukan Aldrich semakin ketakutan. İa takut jika pada akhirnya Aldrich akan mengetahui tentang kondisinya yang berbeda dari manusia lainnya. İa takut ketidak normalannya membuat Aldrich memutuskan untuk membuangnya.
V dengan panik meminta Aldrich untuk tidak membawanya pergi kemanapun sebab ia hanya ingin di kamarnya. İa tidak membutuhkan siapapun selain Aldrich jadi ia memohon pada Aldrich untuk tetap di sisinya.
Aldrich mengabulkan permintaan V, ia membatalkan perintahnya dan kini ikut terbaring di sisi gadis kecilnya. İa masih bisa merasakan getaran di tubuh gadis kecil itu meski tidak separah saat awal ia memeluknya. V perlahan mulai tertidur karena lelah dengan hari ini. Aldrich membantunya menarik lebih tinggi selimutnya sambil memasukkan rambut panjangnya ke sana.
Sesaat setelah V tertidur Lynelle Éclair menerobos masuk ke dalam kamar V dengan wajah cemasnya. Suaranya yang memekik membuat V kembali terbangun dari tidurnya, ia memegang jas Aldrich lebih erat dari sebelumnya karena takut. İa bahkan menyembunyikan wajahnya semakin dalam takut Lynelle melihat perubahan aneh pada dirinya.
Aldrich mengerti akan ketakutan V ia memberi penjelasan kepada Lynelle bahwa untuk saat ini V tak ingin bertemu siapapun selain dirinya. Penjelasan Aldrich tentu membuat Lynelle tak terima sebab ia merasa bahwa seorang ibu akan lebih mengerti apa yang dibutuhkan oleh anaknya.
Aldrich dan Lynelle terlibat perdebatan panas di kamar V. Mereka tidak ada yang mau mengalah saling bertahan dengan argumen masing-masing, sesekali mencari celah untuk menjatuhkan argumen lawannya.
Aldrich dibuat sakit kepala oleh setiap argumentasi Lynelle, berkali-kali ia berpikir untuk mengeluarkan kartu asnya namun kembali ia urungkan sebab ia tahu Lynelle akan sangat terluka nantinya.
V cukup panik karena semakin lama Aldrich semakin terdesak oleh Lynelle, ini untuk pertama kalinya ia takut Papahnya akan kalah berdebat dengan Mamahnya. Kepanikannya digantikan dengan ketegangan yang langsung merubah atmosfir di kamar itu. Aldrich mematikan argumen Lynelle dengan menyinggung apa yang terjadi pada dirinya enam tahun yang lalu.
"V saat ini sedang diserang oleh traumanya, cobalah mengerti untuk memberikan ruang padanya. Jika kau sudah mengerti kau bisa keluar sekarang." tegas Aldrich menutup kalimatnya mengakhiri perang argumen di antara mereka.
Lynelle tak banyak bicara lagi ia menatap V sejenak sebelum akhirnya keluar dari kamar. Sedangkan Aldrich menghela nafasnya panjang, berurusan dengan wanita memang perkara yang menguras tenaga dan jiwa.
"Kau terlihat seperti seorang remaja berusia empat belas tahun saat ini sedangkan beberapa menit yang lalu kau masih bocah sembilan tahun. Kau perlu bersembunyi untuk sementara waktu, pertumbuhanmu yang begitu cepat hanya dalam beberapa menit tak akan bisa diterima oleh orang awam."
Detak jantung V semakin kencang mendengar kalimat Aldrich, dengan takut-takut ia bertanya "A-pa Papah akan membuangku?"
Pertanyaan V membuat Aldrich sepontan menatap gadis kecilnya, entah apa yang harus ia lakukan agar V benar-benar menyingkirkan pemikiran bodohnya, "Anak bodoh! Apa yang kau pikirkan? Kau hartaku yang berharga."
V menatap lekat-lekat pemilik mata biru itu mencari kebohongan dalam kata-katanya, namun ia tak menemukannya hanya ada keteguhan di dalamnya. "Kalau begitu Papah ingin membawaku kemana?"
"Pulau pribadiku, kau tak perlu mempersiapkan apapun sebab semua keperluanmu akan disiapkan di sana."
Aldrich kembali sibuk dengan earpiece di telinganya. İa memberi banyak perintah pada anak buahnya untuk mempersiapkan segala yang mereka butuhkan. Tak butuh waktu satu jam segala keperluan mereka telah siap.
Lynelle yang melihat Aldrich tiba-tiba membawa V sekaligus mempersiapkan helikopter di landasan belakang rumah mereka terus mengejar Aldrich meminta penjelasan. Namun Aldrich hanya memintanya untuk tetap di rumah. Hingga helikopter yang membawa mereka menghilang di udara Lynelle masih belum tahu apa yang telah terjadi.
•✌•✌•✌•
__ADS_1
Aldrich dan V telah tiba di pulau Black İron. Sebuah pulau pribadi yang letaknya cukup jauh dari Weiß bahkan menjadi perbatasan antara kerajaan Prussia dengan kerajaan Obelion milik negara tetangga, namun masih masuk dalam wilayah kekuasaan kota Weiß.
V awalnya cukup tenang saat pertama kali mereka datang, namun rasa panik melandanya saat Aldrich membawanya ke sebuah ruangan besar yang setiap dinding dan pintunya terbuat dari kaca. Detak jantungnya semakin berpacu saat ia melihat banyaknya LED hologram di ruangan menampilkan bagan tertentu dari molekul. Dugaannya diperkuat oleh banyaknya tabung reaksi yang sudah berisi berbagai macam larutan di dalamnya.
V juga bisa melihat tabung kondensor terhubung dengan labu destilasi yang ada di atas pembakaran. Tidak salah lagi ruangan yang sedang ia lewati merupakan laboratorium. İa tentu tidak akan asing dengan tempat ini sebab dulu orang tuanya sering memberikan beberapa ilustrasi tentang tempat kerjaan mereka.
Aldrich membawa V ke ruang yang lebih terisolasi dengan aktifitas para ilmuwan. Saat pertama kali masuk pemandangan yang ia lihat adalah brankar lipat. Setelah Aldrich menaruhnya di atas brankar secara otomatis tangan-tangan berbahan silver segera menjalar keluar, sebagian dari mereka memasangkan sungkup muka pada V dan sebagiannya lagi memasang jarum ke tubuhnya.
V berusaha menghindari tangan-tangan itu mendekati tubuhnya namun tiba-tiba muncul belt otomatis yang mengikat kedua tangan dan kakinya. Dalam proses pemasangan alat, beberapa alat yang sebelumnya tersembunyi perlahan menampakkan diri mereka. V menggenggam erat jas Aldrich tak ingin melepaskannya karena takut.
"Tenang V, Papah bersumpah apa yang Papah lakukan bukan untuk menyakitimu." kata Aldrich berusaha menenangkan V.
"Tidak. Aku ingin pulang, Papah. Aku ingin pulang. Papah, aku berjanji tidak akan mengeluh sakit lagi. Aku tidak akan memintamu untuk segera pulang saat bekerja. Aku akan rajin belajar agar nilaiku sempurna. Papah, aku ingin pulang." ratap V membujuk Aldrich untuk membawanya pulang.
Aldrich kembali mencoba membujuk V untuk tenang namun V tak kunjung tenang justru ia semakin panik. Tentu ia akan panik setelah ia menyadari gas yang terhirup olehnya bukan gas oksigen. Mati-matian ia menahan rasa kantuknya sebab ia tahu mereka akan menemukan penyakit anehnya jika ia terlelap.
Hampir setengah jam V tak juga terpengaruh oleh gas anestesi. Dokter Gomer dan beberapa rekan se-timnya dibuat terkejut oleh V, padahal ia sudah menaikkan dosisnya namun V tak kunjung tidur.
"Gomer, jika kau terus menambah dosisnya aku tak akan segan-segan menghancurkan kepalamu." gertak Aldrich yang marah saat melihat angka di mesin anestesi terus bertambah. "Ganti dengan oksigen sekarang juga! İni sudah setengah jam brengsek!"
Aldrich tak menunggu dokter Gomer untuk menyelesaikan kalimatnya ia sudah lebih dulu mematikan mesin anestesi.
"Papah, aku..."
"V, tidurlah jangan melawan lagi. Jika kau takut Papah akan menemanimu hingga semuanya selesai."
"Baiklah, Papah harus menemaniku." V akhirnya pasrah menutup kedua matanya untuk tidur.
Usai V terlelap tangan-tangan silver itu kembali keluar melepaskan alat-alat medis yang terpasang pada tubuh V. Belt yang sempat menahan kaki dan tangannya juga sudah terlepas. Mereka mengganti sungkup muka V dengan sungkup muka yang berbeda dari sebelumnya.
"Brengsek! Brengsek!" gerutu Aldrich sambil menghajar dinding terus menerus menahan amarahnya melihat para staf dokter Gomer membawa V ke lab uji coba.
"Duke, tenanglah. Setidaknya Nona Muda hanya akan berpikir dirinya dioperasi demi penyembuhan penyakitnya."
"Gomer orang tua mana yang rela melihat anaknya menjadi bahan eksperimen ilmuwan jadi-jadian sepertimu!" geram Aldrich.
__ADS_1
"Ayolah, Duke. Anda tahu sendiri bahwa tujuan eksperimen ini untuk kebaikan Nona Muda bukan? Jangan memposisikanku seakan aku sebagai tokoh antagonis di sini."
"Brengsek! Aku padahal sudah memberi kau izin membuat kloning V, apa kalian sebodoh itu sampai masih tidak sanggup mengidentifikasinya? Aku mulai merasa menyesal menghamburkan banyak uangku demi penelitian sialan kalian!"
Gomer tahu cepat atau lambat kalimat menusuk itu akan keluar dari mulut Aldrich, hanya saja ia masih belum berani mengutarakan masalah yang terjadi sebenarnya. İa sangat yakin Aldrich akan meledak jika mengetahui hal yang sebenarnya jadi ia masih terus mengurungkannya sambil mencari jalan keluar tanpa harus melibatkan Aldrich.
Dokter Gomer memahami kemarahan Aldrich tapi ia juga tak berdaya menghadapi jalan buntu dari penelitiannya. İa juga tak ingin menggunakan tubuh asli V hanya untuk menguji secara keseluruhan pengaruh sel asing itu di lab tapi ia tak punya pilihan lain jika ingin mendapatkan hasil akhir dari penelitiannya.
Jadi ia hanya bisa menahan gendang telinganya menerima gelombang tinggi suara Aldrich yang begitu memekakkan telinganya. İa bahkan sudah merasa sebentar lagi pembuluh darah kecil di telinganya akan pecah.
"Duke, anda tahu sendiri saat ini aku masih kekurangan tenaga ahli." jelas dokter Gomer mencoba mencari alasan, siapapun pasti tak ada yang mau menjadi objek kambing hitam terus.
"Oh tenaga ahli pada unit mana lagi yang menurutmu masih kurang, heh?!" tantang Aldrich. "Haruskah aku mengurangi beberapa topik riset kalian agar kau tidak kewalahan membagi waktumu?"
"Duke?!" pekik dokter Gomer terkejut, ia tak menyangka Aldrich akan menekannya dengan cara seperti itu. Menghapus proyek penelitian mereka sama saja dengan mencabut nyawa mereka.
"Kau perlu seratus tahun lagi untuk bisa menipuku, itupun kalau kau masih hidup, bocah sialan." dengus Aldrich, "Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku kan?"
Dokter Gomer menghela nafasnya, ia menganggukkan kepalanya pasrah. "Tentang kloning Nona V sebenarnya memang ada masalah, Duke."
✌••••• BERSAMBUNG •••••✌
Earpiece \= Alat komunikasi rahasia yang biasanya dipakai para pengawal khusus gitu loh. Fungsinya hampir sama kaya ear phone.
Sungkup Muka \= Alat bantu pernapasan.
Gas Anestesi \= Gas yang menghilangkan rasa pada tubuh terutama rasa nyeri yang disebabkan oleh obat bius.
Tabung Reaksi \= Tabung yang tertutup pada salah satu sisinya, digunakan untuk melangsungkan uji kimia.
Labu Destilasi \= Labu (botol) berbentuk segitiga besar yang digunakan untuk proses destilasi.
Tabung Kondensor \= Tabung yang berfungsi untuk
__ADS_1