
"Ck!" decak Aldrich kesal sambil melepas alat makan yang sempat ia pegang, "Apakah sesulit itu kau menerima kenyataan bahwa sekarang kau adalah anakku?"
"Kau adalah anakku dan aku adalah Papahmu, jangan pernah berani sedetik pun kau membuat jarak di antara kita."
Aldrich yang dipenuhi amarah menghancurkan apa yang ada di atas meja makan. İni bukan untuk pertama kalinya terjadi dihadapan V sehingga ia cukup terbiasa melihatnya. Namun lagi-lagi sikap V yang terlihat tak pernah merespon apa yang dilakukan atau dikatakan Aldrich membuat kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka semakin banyak.
V yang melihat amarah Aldrich hanya diam menundukkan kepalanya. Mati-matian ia menahan ketakutannya agar tubuhnya tidak bergetar, mati-matian ia menahan tangisnya agar tidak pecah ruah.
Keesokkan harinya Aldrich kembali menghancurkan apapun yaang ada di atas meja makan tatkala ia melihat V sama sekali tak mengangkat wajahnya untuk menatap dirinya.
Aldrich yang marah karena menganggap V mengabaikan dirinya sama sekali tak melihat raut kebingungan yang terlihat jelas di wajah V.
Hari-hari berikutnya suasana di antara mereka semakin berat. Apalagi hari itu V memutuskan untuk sarapan pagi di kamarnya karena tak ingin bertemu dengan Aldrich. Mendengar laporan itu dari Fernandez membuat Aldrich hilang kendali ia menghancurkan apa yang berada di atas meja, ia bahkan menebalikkan meja besar itu seorang diri.
İa tidak berhenti sampai di sana, ia mendatangi kamar V mengangkat V tinggi-tinggi dengan satu tangannya.
V berkeringat dingin ia berusaha menahan tangisnya dengan menggigit lidahnya sendiri hingga darah keluar dari sudut bibirnya sebab ia tak mampu menelan semua salivanyanya yang telah bercampur darah.
"Kau!" erang Aldrich makin marah melihat tindakan V. İa mencekik leher V dengan tangannya yang lain.
V kesulitan berhafas saat Aldrich mencengkram lehernya begitu kuat. "Ba-bagaimana?"
"Harus bagaimana?" kata V dengan susah payah.
Aldrich yang akhirnya mendengar suara V melepaskan cengkramannya seketika itu juga V terhuyung ke lantai karena lemas. Semua yang menyaksikan hanya bisa menggigit bibir mereka tak berani membantu V, bahkan untuk bernafas saja mereka tak berani keras-keras.
V terbatuk-batuk di lantai, ia masih menahan ketakutannya dari Aldrich Éclair. Sementara Aldrich sedikit puas dengan pertanyaan V yang telah lama ditunggu-tunggunya.
İa menatap V dengan wajah sendu, "Katakan padaku segala apa yang kau rasakan, jangan pernah menutupi apapun dihadapanku."
Tak menunggu apa yang akan dikatakan V lagi Aldrich mengangkat tubuh V ke atas pangkuannya, "Maafkan aku, apakah sakit?" tanyanya sambil memperhatikan leher V yang memerah karena cengkramannya, ia tak pernah menyangka bila cengkramannya akan sekencang itu.
"Ya, tapi aku bisa menahannya."
"Mengapa kau tidak menangis? Aku tak pernah melihatmu menangis padahal aku selalu berharap dapat melihatmu menangis ketakutan."
V menatap Aldrich seakan tak percaya kalimat itu keluar dari mulutnya. "Jika aku menangis apa yang akan Papah lakukan?"
Pertanyaan V membuat Aldrich mengertukan dahinya begitu dalam, "Memelukmu, tentu saja menghiburmu agar berhenti menangis. Tak mungkinkan aku mengangkat pistolku ke keningmu untuk membungkam mulutmu?"
V semakin tak percaya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Papahnya. Meskipun ia mengakui bahwa Papahnya masuk tipikal laki-laki tampan yang hanya lahir seratus tahun sekali, namun kesan angkuh dan dinginnya membuat V sulit untuk mempercayainya.
Melihat pandangan V yang menatapnya tak percaya membuat Aldrich terbatuk-batuk, "Kau sungguh berpikir aku akan mengangkat pistolku?" tanyanya masih tak percaya dengan dugaannya.
__ADS_1
Dengan polosnya V menganggukkan kepalanya membuat Aldrich berpikir apakah sekejam itu dirinya di mata gadis kecil itu. "Anak bodoh, sekejam apapun singa ia tak akan mungkin melukai anaknya sendiri."
Aldrich kembali menegaskan kepada V bahwa kini mereka adalah keluarga. Aldrich akan selalu menjadi laki-laki pertama yang akan selalu melindunginya dan menjaganya dengan segenap jiwa dan raganya.
V tak pernah menyangka laki-laki dihadapannya saat ini akan benar-benar menganggapnya sebagai putri kandungnya dan piciknya ia yang selalu berpikir Aldrich hanyalah orang yang akan memanfaatkannya, menganggapnya hanya sebuah alat yang bisa ia gunakan untuk keuntungannya.
Bagaimana mungkin orang yang tak ia kenali siapa dan bahkan mereka saja baru pertama kali bertemu bisa begitu peduli padanya? Sanak keluarganya saja tidak menaruh sedikitpun simpati padanya, mereka membuangnya seakan dirinya seperti sampah.
İa menggelengkan kepalanya kuat-kuat tak ingin lagi merasakan sakit karena mempercayai seseorang. Saat ia ingin mengatakan bahwa dirinya bukanlah putri kandungnya dan sebagai penegasan pada dirinya sendiri bahwa ia bukanlah siapa-siapa, jari telunjuk Aldrich sudah terangkat di depan bibirnya untuk menghalangi perkataannya.
"Aku melarangmu mengatakan itu sekarang ataupun di masa yang akan mendatang. Kau harus selalu ingat siapa dirimu saat ini dan berperilakulah layaknya kau anakku."
"Kumohon jangan membuatku berharap, aku tak akan sanggup lagi bila harus kembali dibuang." pinta V dengan nada yang begitu pedih, bahkan Aldrich yang terkenal tak begitu peduli dengan urusan orang lain merasakan kepedihan dalam setiap katanya.
Begitu menyakitkannya lagi saat ia melihat V berusaha mati-matian untuk menahan air matanya agar tak terjatuh membuat Aldrich semakin tersiksa melihatnya yang begitu menderita.
Aldrich memeluk V dengan penuh kasih sayang, mengusap lembut rambut panjang V yang berwarna perak.
"Bersandarlah dipelukanku dalam suka cita maupun duka cita, berlindunglah di belakang punggungku jika ada yang menyakitimu dan andalkanlah aku dalam setiap urusanmu."
Kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka terselesaikan dengan saling mengungkapkan isi hati mereka masing-masing membuat mereka sedikit saling mengerti satu sama lain.
•✌•✌•✌•
Aldrich Éclair memutuskan untuk menghabiskan waktunya di kediaman utama keluarga Éclair, mengabaikan tugas-tugasnya di kantor. Sore itu saat V masih belajar bersama Viscount Darent ia memilih menikmati secangkir kopi hangat di ruang nifeum.
Laki-laki itu dokter Gomer, jenius yang direkrut untuk menjadi dokter pribadi keluarga Éclair sekaligus ilmuwan yang ikut dalam tim penelitian dan pengembangan milik organisasi.
Tujuan dokter Gomer hari itu tidak untuk berkunjung melainkan menyerahkan laporan hasil penelitiannya mengenai sampel darah milik V.
Sesuai dugaan awalnya bahwa rambut perak V merupakan efek samping dari sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh V, anehnya hingga saat ini belum ada ilmuwan organisasi yang mengetahui nama dan jenisnya.
Dari hasil penelitiannya V memiliki komponen darah yang berbeda dengan orang lain. Bila darah manusia pada umumnya hanya terdiri dari plasma, sel darah merah dan sel darah putih serta trombosit namun berbeda kasusnya dengan komposisi darah V. Di dalam darahnya terdapat sel asing yang hidup berdampingan di dalam darahnya.
Awalnya dokter Gomer menduga sel itu sebagai organisme yang sama dengan bakteri, namun saat diidentifikasi sel itu justru bertolak belakang dengan sifat bakteri bahkan sifatnya juga melawan hukum alam.
Untuk menjawab semua teka-teki para ilmuwan organisasi dokter Gomer mewakili mereka semua meminta izin kepada Aldrich Éclair untuk membawa V ke laboratorium. Tentu saja Aldrich menentang keras permintaan itu, ia bahkan menyuruh dokter Gomer untuk menghapus seluruh data dari sampel tersebut dengan kata lain melupakan risetnya.
Aldrich tentu tak akan membiarkan anaknya menjadi kelinci percobaan begitu saja. Meskipun V bukan anak kandungnya namun Aldrich tetap menyayangi V layaknya anak kandungnya sendiri. Apalagi ia telah berjanji akan selalu menjaga dan melindunginya. Aldrich adalah seorang laki-laki dan laki-laki akan selalu memegang kata-katanya.
Dokter Gomer mati-matian mencoba meyakinkan Aldrich agar memberi izin untuk melanjutkan penelitiannya lebih dalam, ia memperingatkan Aldrich bahwa ada kemungkinan sel tersebut dapat membahayakan tubuh V. Namun semua itu tetap sia-sia, Aldrich tidak memberi izin pada dokter Gomer.
Celakanya keputusan Aldrich yang tidak mengizinkan penelitian lebih lanjut memberi dampak pada hari-hari berikutnya. Kini dokter jenius itu bahkan seperti bayangan yang mengikuti Aldrich kemana pun ia pergi.
__ADS_1
Hingga di hari ketujuh ia menjadi hantu bagi Aldrich, kesabaran tuannya itu telah mencapai puncaknya. "Sialan kau, Gomer!"
"Duke, ayolah beberapa sampel lagi." bujuk dokter Gomer tak mau kalah dengan keras kepalanya Aldrich.
"Saat ini memang kau berkata butuh beberapa sampel lagi tapi ke depannya kau pasti membutuhkan tubuh utuhnya, sialan kau Gomer!"
Saat dokter Gomer membuka mulutnya, Aldrich sudah lebih dulu memberikan sumpah sarapahnya pada dokter Gomer.
"Temui Professor Avicenna, minta dia untuk membuat kloning V. Sialan kau Gomer!"
•✌•✌•✌•
Malam harinya usai belajar dengan Viscount Darent untuk pertama kalinya V makan bersama dengan Aldrich. Memang karena kejadian tadi pagi Aldrich memilih untuk tidak berangkat kerja, ia memilih menghabiskan waktunya di rumah menemani V.
Namun meski begitu sejak kedatangan Viscount Darent, V tak lagi bertemu dengan Papahnya. Sore harinya ia mendengar Papahnya kedatangan tamu -dokter Gomer, di ruang nimfeum.
Usai makan mereka menghabiskan waktu beberapa saat untuk berbincang-bincang hingga akhirnya Aldrich menyuruh V untuk segera tidur.
Rozita dan dua pelayan yang lainnya membantu V untuk membersihkan diri. Tak ada percakapan di antara mereka, seperti biasa. Mereka juga tak ada yang berani mengakrabkan diri dengan V meskipun mereka ingin.
V sudah berbaring di atas tempat tidurnya menatap kosong pada langit-langit. Sebelum Rozita dan dua pelayannya pergi V berkata, "Bisakah kalian tetap di sini beberapa saat lagi?" tanya V.
"Ada apa, Nona? Mungkinkah Nona membutuhkan bantuan kami?" tanya Rozita begitu hati-hati.
"Ah, mungkin ada, sedikit." jawab V tersenyum pada mereka. İtu untuk pertama kalinya mereka melihat V tersenyum.
✌••••• BERSAMBUNG •••••✌
Catatan Penulis:
Picik \= Berpikiran sempit.
Sel \= Bagian terkecil dari organisme.
Organisme \= Bagian yang bersistem dari berbagai bagian jasad hidup.
Kloning \= Proses menghasilkan individu-individu yang identik atau sama secara genetik.
Avicenna \= Mitos sebuah nama
Virus \= Mikroorganisme patogen yang menginfeksi sel tubuh
__ADS_1
Bakteri \= Makhluk hidup terkecil bersel tunggal, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dng kecepatan luar biasa dng jalan membelah diri, ada yg berbahaya dan ada yg tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit.