
"Wanita cantik sepertimu, tidak pantas untuk bertarung. Aku tak mau melukai kulit mulusmu." kata Joe. "Kau lebih pantas menjadi teman ranjangku, aku akan mengajarimu cara memuaskan dengan benar." katanya lagi tertawa begitu geli.
V yang baru menyadari arah pembicaraan Joe, begitu murka dirinya dilecehkan. Mereka kembali bertarung saling bertukar serangan, jika Joe hanya menyerang untuk melumpuhkan berbeda halnya dengan V yang langsung menyerang ke titik mematikan hingga V berhasil mematahkan dua tulang rusuk Joe.
"Siapa kau? Aku merasa tak pernah menyinggungmu sebelumnya." kata Joe dengan nafas tersengal-sengal. Rasa sakit dari tulangnya yang patah membuatnya tersadar bahwa dirinya telah terlambat menyadari V bukanlah lawan yang lemah. "Tidak bisakah kita bicarakan baik-baik? Aku akan memastikan di antara kita akan saling mendapatkan keuntungan." lanjut Joe bernegosiasi.
"Bukankah sudah terlambat untuk melakukan negosiasi denganku? Apakah semua lelaki jaman sekarang sebrengsek dirimu? Saat ia baru tahu batasannya ia akan berubah menjadi seekor anjing? Ah bahkan kau lebih rendah daripada itu. Lagipula aku datang bukan untuk negosiasi, tapi untuk memusnahkan kalian." jelas V dengan nada yang begitu dingin dan tatapan mata yang tajam bagaikan elang.
Kalimat V berhasil menyulut emosi lawannya. Joe begitu murka, seumur hidupnya tak pernah ada orang yang berani merendahkan dirinya seperti saat ini. Pukulan demi pukulan datang membabi buta, emosinya yang tidak stabil melumpuhkan beberapa persen kemampuannya membuat V lebih mudah mengalahkannya.
Krekk
Terdengar suara tulang yang remuk disertai suara lolongan mengenaskan dari mulut Joe. V mematahkan tulang kaki Joe untuk melumpuhkannya. İa tak ingin membunuhnya secara langsung sebab masih ada puncak hukuman yang menantinya.
"Bedebah! Kau mematahkan kakiku." keluhnya.
"Ya, dan yang memalukannya lagi kau kalah melawan si bedebah." jawab V ringan dengan nada arogan.
"Dengarkan baik-baik." katanya semakin angkuh, "Aku Moros Ker Thanatos dari Dark Shadow datang untuk menghukummu." kata-katanya bagaikan petir yang menyambar Joe Raymond. Tentu ia tak akan asing dengan nama besar di negeri tetangga itu.
"Ah, maafkan aku yang melupakan sopan santunku di hadapan ketua gengster SMA Angkasa, Joe Raymond." ucapnya memberi tabik. "Biarkan aku memberimu hadiah atas ketidak sopananku"
V menatap wajah Joe Raymond lekat-lekat kemudian menatap seluruh anggota sindikat yang sudah terbaring lemah di lantai. Ia sungguh tidak tega melakukan hukuman ini tapi ia harus menghukum mereka demi menjalankan perintah. V membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkan Joe Raymond dan anak buahnya yang kini tengah menyesali perbuatan mereka.
"Bakar mereka hidup-hidup!" perintah V sambil berjalan keluar tanpa menoleh sedikitpun. Terdengar suara lirih mereka yang memohon ampun membuat batinnya tersiksa.
V pulang membawa keberhasilan pada misi pertamanya. Pasukannya telah berhasil membumi hanguskan mereka. Pada pagi harinya sebuah berita muncul di stasiun tv swasta yang melaporkan pembantaian yang dilakukannya. Akan tetapi media menganggap kebakaran itu disebabkan oleh arus pendek listrik.
Keberhasilan V dalam menjalankan misi pertamanya tidak membuat Aldrich membuka hati sepenuhnya untuk menerima kehadiran V di Dark Shadow. Ia masih mengkhawatirkan keamanan putri sulungnya. Dunia bawah tanah lebih keji daripada yang bisa dibayangkan oleh orang awam. Para penguasa di dunia bawah tanah selalu menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Meskipun banyak orang-orang kepercayaannya yang berdiri di sisinya saat menjalankan misi, tetap saja membuat detak jantungnya naik turun seperti roll coster.
Setelah misi pertamanya, V mengambil alih seluruh eksekusi atas kasus pelanggaran perjanjian yang dilakukan beberapa oknum dalam melakukan transaksi jual beli atau mengawasi pendistribusian senjata ilegal mereka. Pekerjaan barunya membuat dirinya jarang berada di rumah, ia hanya pulang untuk melaporkan hasil pekerjaannya atau mengambil alat-alat teknologi baru hasil penemuan para ilmuwan organisasi.
Beberapa bulan kembali berlalu sudah hampir satu tahun V tak kembali ke rumahnya di kota Yupiter untuk menemui Lynelle dan L. Kesibukannya bahkan membuat dirinya jarang bertemu dengan Aldrich secara langsung, biasanya ia berkomunikasi dengan Aldrich menggunakan panggilan proyeksi tiga dimensi. Dari panggilan singkat tersebut mereka berbagi cerita, Aldrich memberitahu V bahwa sebentar lagi Lynelle akan melahirkan adik keduanya.
Aldrich menyuruh V untuk bersembunyi dari Lynelle selama tiga tahun, masih ada dua tahun lagi sebelum ia bisa bertemu dengan Lynelle dan L. Peraturan itu cukup menyesakkan bagi V namun ia tak bisa apa-apa, ia tak bisa kembali menciutkan dirinya seperti sediakala. İa bukan lagi seperti seorang anak berumur sembilan tahun melainkan seperti anak berumur tujuh belas tahun.
"Nona Moros, kita telah sampai di negara Ö." ucap Kapten Sky pada V.
Saat ini mereka sedang pergi ke negara Ö untuk mengantar pesanan klien mereka, seorang kepala keluarga mafia terkuat di negara Ö, Bert Pierre. Ada tiga keluarga mafia yang menguasai negara Ö, Giorby di wilayah utara, Sterne di wilayah timur dan Pierre di wilayah barat dan selatan.
"Dimana yang lainnya?" tanya V saat usai turun dari pesawat ia sudah berkali-kali mencari kesekeliling runaway namun tak menemukan satupun pasukannya selain Sky.
"Yang lain sudah tiba di lokasi masing-masing, Nona." jawab Sky sambil membuka pintu mobil yang menjemput mereka, mempersilahkan V untuk masuk lebih dulu.
__ADS_1
Selama perjalanan ke tempat yang telah dijanjikan V sibuk dengan memindahkan jari jemarinya di atas keyboard proyeksi. Di layar pertama ia sedang mencoba membuat coding yang pernah diajari oleh Evan dan di layar kedua ia menjadikan coding Evan sebagai referensi. Memang semenjak V sering bulak-balik ke laboratorium teknologi ia menjadi dekat dengan Evan. Banyak hal-hal baru yang ia pelajari dari Evan dan yang pasti Evan tak kalah hebatnya dengan Tom dalam masalah pemrograman.
"Aaaahhhh!" jerit V beberapa saat kemudian, ia begitu histeris melihat layar kedua di hadapannya. Bagaimana tidak, saat sedang memahami coding buatan Evan ia berkali-kali gagal mengubah fungsi kode. Berkali-kali tulisan 'Syntax Error' muncul menghentikan pelaksanaan scriptnya.
"Ada apa Nona?" tanya Sky sambil berwaspada takut ada musuh yang tiba-tiba menyerang mereka.
"Bukan apa-apa." jawab V malu-malu, ia tak menyangka teriakan frustasinya akan membuat Sky bertindang sejauh itu.
Sky menghela nafas leganya, "Syukurlah jika tak ada masalah." selesai ia berkata tiba-tiba terdengar suara dari earpiecenya, laporan dari anak buahnya.
"Ada apa?"
"Seperti prediksi Master, Mather Giorby dan kepala keluarga Sterne menyerang kediaman Bert Pierre." lapor Sky.
"Apa perintah Master untuk kita?"
"Mengikuti seluruh instruksi dari anda, Nona. Jadi apa yang akan kita lakukan, Nona? Kemungkinan Don Pierre tidak akan datang. Apakah kita akan datang membantu mereka seperti yang ada dikontrak awal?"
"Ya, tentu saja ia tak akan datang. Langkah selanjutnya seperti rencana awal mengapa kita datang ke tempat ini. Jika kita tidak datang ke tempat yang telah dijanjikan, tentunya akan menimbulkan kecurigaan bahwa kita mengamati pergerakan mereka selama ini.
Untuk masalah kontrak kita akan bermain cantik dengan berpura-pura tak tahu apa yang telah terjadi, kecuali Don Pierre yang menghubungi kita meminta bantuan.
Aku curiga alasan Mather Giorby tidak memberitahu tentang rencananya pada kita karena ia ingin melihat kita berpihak pada siapa sebab awal mulanya kita memang hanya menjalin relasi dengan keluarga Giorby."
"Mengapa kita tidak menggunakan kesempatan ini untuk menyerang mereka? Bukankah ini waktu yang tepat?" tanya Sky tak puas dengan keputusan V.
Aku juga mencurigai ia masih menyimpan kekuatan untuk menundukkan kita jika kita ikut menyerang mereka. Jadi untuk saat ini baiknya kita melindungi diri kita sendiri."
Belum sempat V menutup mulutnya, tiba-tiba mobil mereka dihadang lima buah mobil jenis SUV berwarna hitam. Jelang beberapa saat turun sekumpulan orang yang berjalan ke arah mereka sambil mengacungkan pistol mereka kearah mobil V.
"Ah, sepertinya kerakusan telah membutakan mereka. Mereka tak hanya ingin menjarah harta keluarga Pierre tapi juga ingin menjadikan Dark Shadow sebagai milik mereka." ucap V memasang wajah sinisnya.
"Nona, tetaplah di dalam mobil, aku akan keluar dan berunding dengan mereka. Pasukan baru akan tiba sepuluh menit lagi. Jika kita bisa mengulur waktu kita bisa melumpuhkan mereka."
"Tidak perlu berunding dengan mereka, kita akan mengikuti keinginan mereka. Meskipun aku tahu apa yang mereka inginkan tetapi aku juga masih penasaran dengan cara mereka memintanya langsung dariku." ucap V terkekeh. "Kekuasaan kita saat ini memang belum sebesar mereka, tapi jangan remehkan kekuatan kita. Mereka menantang maka kita terima tantangan mereka, aku tak sabar untuk mengambil alih seluruh aset mereka."
V tertawa melihat wajah bingung Sky, "Bukankah Kapten sendiri yang menginginkan perang dengan mereka? Minta pusat untuk mengirimkan satu peleton Armee pembantu dan suruh semua pasukan menjaga jarak aman. Saat waktunya tiba kita kepung mereka."
Salah seorang pasukan dari keluarga Giorby mengetuk kaca mobil, meminta mereka untuk segera keluar. V menganggukkan kepalanya memberi instruksi pada Sky untuk memulai rencana mereka. Namun saat mereka akan turun sesuatu yang tak terduga terjadi.
"Eh, apa yang terjadi?" tanya V bingung kepada siapapun yang mendengar pertanyaannya.
✌••••• BERSAMBUNG •••••✌
__ADS_1
Catatan Penulis:
Keyboard Proyeksi \= Perangkat input komputer yang berbentuk keyboard virtual yang diproyeksikan ke permukaan.
Coding \= Menerjemahkan persyaratan logika dari pseudocode (diagram alur) ke dalam suatu bahasa pemrograman, baik huruf, angka, dan simbol yang membentuk sebuah program. Aplikasi itu salah satu contoh dari coding.
Syntax Error \= Suatu kesalahan dari penulisan syntax pada program sehingga syntax tersebut tidak dapat dieksekusi oleh program yang pasti membuat program tersebut error. Syntax itu kaya grammernya pemrograman.
Marther Giorby \= Tentara suci yang kuat.
Jefford Sterne \= Lelaki yang gagah berani dan juga sederhana.
Bert Pierre \= Batu yang bersinar terang.
Skript \= Skript itu sama kaya coding cuma bedanya kalo coding itu di desktop, sedangkan skript itu di web.
__ADS_1