Moros Ker Thanatos: V

Moros Ker Thanatos: V
<[ EPS. 7 - KEMARAHAN ALDRICH ]>


__ADS_3

Ketika hari pelatihan bertarungnya tiba. Rasa sakit mengucapkan selamat datang kepadanya. Ia terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Aldrich Éclair yang melihat sekujur tubuh V penuh dengan memar, memaki Zac dengan sumpah serapahnya. Segala macam jenis hewan-hewanan berkumpul menjadi satu dalam kalimatnya. Mulutnya telah berubah menjadi kebun binatang dan margasatwa secara mendadak. Zac hanya diam mendengarkan, meskipun hatinya menggerutu mendengar nyanyian Masternya yang membuat kantuk datang menyergap.


Aldrich Éclair menentang keras pelatihan sembunyi-sembunyi mereka. Orang tua waras mana yang membiarkan anaknya yang masih belia melakukan pelatihan fisik mematikan seperti itu. Meskipun Aldrich Éclair dikenal bengis oleh dunia bawah tanah, tapi dia juga tidak sekejam dewa Kronos yang memakan anaknya sendiri.


"Kau gila Zac! Dia bahkan baru menginjak tujuh tahun!" bantah Aldrich Éclair meskipun ia tidak tahu pasti berapa umur V yang sebenarnya.


"Master, meskipun Nona Muda masih terlalu dini tapi ia harus tetap belajar bagaimana caranya bertarung! Ia harus bisa melindungi dirinya sendiri." jelas Zac terbawa emosi.


"Lalu untuk apa aku membayar kalian?!" tanyanya dengan nada retoris.


"Master, ia tidak bisa terus menerus mengandalkan perlindungan dari para pengawal. Mengingat perseteruan anda yang semakin memanas. Master, musuh Anda tidak hanya dari bisnis legal saja, tapi juga datang dari dunia bawah tanah! Mungkin sekarang Nona Muda berhasil diselamatkan, tapi nanti-nantinya? Apakah Master bisa menjamin keselamatannya?" tanya Zac mulai tidak sabar. Perdebatan mereka saling menyulutkan amarah satu sama lain.


Menjadi anggota keluarga Éclair memang tidak seindah yang dibayangkan orang-orang. Keberhasilan-keberhasilan yang diraih Aldrich Éclair menyalakan percikan api cemburu banyak kalangan. Ada harga yang terlalu mahal yang harus ia bayar demi kedudukannya saat ini, kehilangan putri semata wayangnya.


"Memangnya kau bisa menjamin ia tetap selamat sampai masa tua menggerogoti umurnya?" tanya Aldrich Éclair menantang Zac.


"Kau pikir aku Tuhan!" Zac mendengus sebal.


"Kau bedebah sialan, baru sadar bahwa kau bukan Tuhan, hah! Apa kau sadar resiko yang kau lakukan bisa merenggut nyawanya!" ujar Aldrich Éclair dengan sangat geram. Ia melayangkan dua pukulan ke arah wajah dan perut Zac.


"Persetan!" maki Zac memukul dinding. Amarahnya meledak menyemburkan jutaan kata makian lainnya.


Ia malas menunggu respon dari Aldrich Éclair, "Kita harus menyiapkan rencana, walaupun itu hal terburuk sekalipun!" tambahnya semakin tidak sabar. Untuk pertama kalinya ia merasa Masternya memiliki pemikiran terlalu naif dan lambat.


"Aku paham Zac. Tapi bisakah kau menunggunya hingga ia berusia sepuluh tahun?" tanya Aldrich Éclair menimbang-nimbang. Ia tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan.


"Aku akan menunggunya jika Master dapat menjamin peluru-peluru musuh tidak akan menembus kepalanya sampai ia berusia sepuluh tahun!" tantang Zac sarkastis. Ia sadar nadanya mulai meninggi padahal jelas lawan bicarannya adalah tuannya, orang yang ia hormati dan segani.


"Astaga Zac! Kau bahkan lebih keras kepala daripada aku. Padahal jelas-jelas dia adalah putriku!" tukas Aldrich Éclair tidak habis pikir, ada nada tidak suka di dalam kalimatnya.


"Dia anakmu dan dia muridku! Meskipun ia nantinya harus mati di tangan musuh, tapi aku tidak akan mendidik muridku menjadi pengecut! Dia harus mati dengan cara terhormat!" begitu banyak penekanan di setiap katanya.


"Astaga Zac! Kau masih saja... " Aldrich Éclair melayangkan pukulan ke wajah Zac.


"Master, kau mengenalku lebih baik dari siapapun. Kau dan aku adalah orang yang tidak akan pernah mengalah. Agar perdebatan ini mendapat titik terang, biarkan Nona Muda yang memilih jalan hidupnya." usul Zac.


Aldrich Éclair menghajar wajah Zac begitu keras, "Brengsek kau Zac! Kau berani melakukan perundingan dengan ku karena kau tahu dengan pasti hasilnya bukan? Heh?" tanya Aldrich Éclair mendengus. Ia terlalu kesal untuk mendengar jawaban Zac, jadi ia memutuskan untuk meninggalkan Zac. Tentu saja Zac terkekeh mendengar kalimat terakhir tuannya.

__ADS_1


Aldrich Éclair memilih mengalah, karena ia tahu V begitu menginginkan pelatihan ini. Terbukti hingga pelatihan terakhir yang V jalani, ia membiarkan dirinya menerima pelatihan fisik mematikan itu tanpa mengeluh. Bahkan tidak ada bantahan setiap kali Zac menyuruhnya melakukan hal-hal yang dapat membuat tubuhnya terluka.


Zac sudah berada di tepi tempat tidur V. Pikiran Zac kembali mengingat-ingat kejadian sebelumnya. Ia membenarkan perkataan Aldrich Éclair, bahwa pelatihan yang ia berikan kepada V cukup membahayakan nyawanya. Zac menatapnya dengan pandangan takjub karena V masih tetap hidup dan bernafas.


"Biar ku tebak, Papah murka kepada Paman dan luka di sudut bibirmu adalah ulah Papah? Benar?" tebak V sambil terkekeh.


Tidak ada orang waras di rumah ini yang berani menghajar Zac, kecuali Aldrich Éclair. Bukan karena status Zac yang sebagai kapten keamanan rumah utama keluarga Éclair, melainkan karena status Zac yang dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin yang telah mencapai level Master Bintang Emas, tentu saja itu membuat siapapun enggan berurusan dengannya.


Menaklukkan seorang Zac bukanlah perkara yang mudah. Bahkan Eduardo Stevenson, pemimpin organisasi Noir -sindikat pembunuh bayaran yang melibatkan komplotan mafia kelas kakap- angkat tangan dengan perilaku Zac yang sulit diatur dan mudah meledak-ledak. Bakat Zac yang melampaui seluruh anggota organisasi, membuat Eduardo Stevenson sangat berhati-hati dalam menghadapinya.


Perseteruan antara Zac dengan Eduardo Stevenson bukan menjadi rahasia lagi. Eduardo Stevenson merasa Zac dapat mengancam posisinya, ditambah lagi dengan banyak badan eksekutif dan anggota organisasi yang lebih royal terhadap Zac dibanding dirinya. Hingga ia menyusun siasat memfitnah Zac melakukan pengkhianatan terhadap organisasi, membocorkan keberadaan brankas keuangan organisasi kepada badan intelijen negara. Eduardo Stevenson mengutus algojo untuk membunuh Zac.


Andara seorang informan yang mengetahui dengan pasti apa yang terjadi, memperingatkan Zac untuk pergi sejauh mungkin, tapi Zac menghiraukan peringatan Andara. Demi dendam membunuh Eduardo Stevenson, ia membumi hanguskan markas besar Noir dengan tangannya sendiri. Membakar hidup-hidup satu kompi pasukan elit. Meski tubuhnya babak belur, ia tidak berhasil menyentuh seujung kuku Eduardo Stevenson.


Zac menjadi buronan organisasi, hidupnya dipenuhi oleh aksi penyerbuan pasukan elit. Pada saat kritis itu Aldrich Éclair datang menawarkan bantuan kepadanya dengan upeti yang harus dibayar, yakni bersumpah setia seumur hidup dan menutup mulut setiap kali ia berada dalam masalah. Karena keadaanya yang begitu terdesak, Zac menerima tawaran Aldrich Éclair.


"Wah, tidak ku sangka kau pintar mengejek rupanya. Tidak sia-sia aku mengembang biakkan virus nyinyirku selama ini." ucap Zac dengan nada pongah. Kedua tangannya tersilang di atas dada.


"Sayang sekali Paman. Produk andalanmu tidak memiliki nilai jual yang tinggi." jawab V dengan nada yang dibuat sedikit merendahkan.


"Aish! Tidak ku sangka kau malah mewarisi genetik perilaku Master. Kau memperhitungkan segalanya dengan untung dan rugi rupanya." kata Zac, "Tapi perlu kau tahu, virusku ini merupakan eliksir yang dapat mengoptimalkan seranganmu pada lawan!" jelas Zac tidak mau kalah. Ia mempromosikan keunggulan produk yang dimilikinya.


"Astaga! Itu cara yang bagus saat kau tidak bisa menggunakan tangan untuk menghajar, maka gunakan virus nyinyirku untuk mencekik lawan."


"Bisa begitu Paman?" tanya V penasaran. Karena ia belum pernah menggunakan produk yang ditawarkan oleh Zac. Selama ini ia tidak pernah melawan setiap cercaan atau hinaan dari orang-orang tatkala ia bergelandang di pinggir jalan.


"Nah dengarkan aku baik-baik. Virus nyinyirku ini bisa menjadi senjata multifungsi yang sangat efisien. Kau bisa menggunakannya sebagai perisai untuk melindungi harga dirimu. Kau bisa menggunakannya sebagai taktik mengecoh konsentrasi lawan. Bahkan virus nyinyirku ini dapat membuat batinmu terasa lebih lega." papar Zac menikmati keindahan virus nyinyir yang telah ia kembang biakkan.


Zac begitu bangga memperkenalkan produk andalannya. Virus nyinyir dengan sejuta rasa surgawi dengan sensasi lemon yang menyegarkan. Komposisi bahan yang digunakan sangat ramah lingkungan, tidak menyebabkan radiasi, apalagi pemanasan global. Paling hanya menyebabkan terbakarnya sumsum jiwa pendengar.


"Paman Zac, kau pandai berdiplomasi." puji V menampakkan wajah kagum yang dibuat-buat. Zac tertawa mendengar pujian yang lebih seperti cemohan.


Meskipun Zac menganggap hukum alam yang mengatakan, 'Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya', hanya sebagai dalih bagi orang-orang yang tidak memiliki pendirian, tapi ia tidak bisa menutupi kekagumannya akan keluwesan dan kecerdasan Aldrich Éclair yang diturunkan kepada V. Kejadian-kejadian pahit yang V alami telah membawanya pada pendewasaan. Pemikirannya yang terlalu dewasa bagi anak seusianya, membuat Zac begitu berempati. Ia merasa V telah kehilangan masa kanak-kanaknya.


Melihat V yang selalu fokus, tenang, dan cermat pada saat berlatih, membuat Zac tidak segan-segan mewarisi seluruh ilmu yang ia miliki. Tekad V terlihat membara di bola mata hitam legamnya. Tidak hanya bela diri, menembak, memanah, memedang, bahkan sampai memperkenalkan V beraneka ragam obat-obatan yang dapat menyembuhkan atau malah menjadi racun yang mematikan.


Di lain sisi Aldrich sedang membaca hasil perkembangan belajar V selama bersama Viscount Darent di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Viscount Urbane, menurutmu seberapa banyak penurunan V akhir-akhir ini?" tanya Aldrich yang sudah tak lagi melihat angka-angka hasil belajar V.


"Ya, jika dipersentasekan mungkin sebanyak 30%."


Aldrich berdecak kesal mendengar jawaban Viscount Darent. Meskipun ia telah mengira-ngira kemunduran belajar V, namun ia tak pernah menyangka sampai angka sebanyak itu. İa mulai mengutuki Zac yang menjadi biang keladi dari semua masalah ini.


"Meski turun sebanyak itu, namun semua itu hanya terjadi pada pelajaran pengetahuan umumnya saja. Untuk ilmu pastinya ia masih mendapat nilai sempurna, Nona V memang jenius seperti anda, Duke."


Aldrich menggeprak meja kerjanya dengan kencang membuat Viscount Darent terkejut bukan main, "Jenius apanya, si Zac brengsek itu harus diberi pelajaran!" gerutu Aldrich tak peduli walau terdengar oleh Viscount Darent. İa benar-benar kesal kali ini. Bagi mereka yang tahu susahnya belajar akan menganggap penurunan sebanyak itu adalah musibah besar.


✌••••• BERSAMBUNG •••••✌


Catatan Penulis :



Dewa Kronos \= Penguasa dunia dan pemimpin para Titan. Orang Romawi menyebutnya sebagai dewa Pertanian dan Kesuburan, nama lainnya adalah Saturnus. Dewa Kronos pernah diramalkan oleh Gaia akan dikalahkan oleh anak-anaknya seperti saat ia mengalahkan Uranus dulu karena takut kepemimpinannya digulingkan ia memakan seluruh anak-anaknya.


Noir [Perancis] \= Hitam.


Nyinyir \= Mengulang-ulang perintah atau perkataan.


Pongah \= Sombong.


Biang Keladi \= Orang yang menjadi dalang dibalik suatu kejahatan.


Eduardo Stevenson \= Eduardo; Sejahtera, Stevenson; Varian dari Stephen yang artinya Mahkota.


Andara \= Permata İndian.


Keluwesan \= Mudah disesuaikan.


Diplomasi \= Kepandaian menggunakan kata dalam berbicara sehingga memberikan keuntungan bagi pihak yang bersangkutan.


Cemoohan \= Sebuah ejekan atau hinaan.


Eliksir \= Obat.

__ADS_1


Kompi \= Kumpulan prajurit yang terdiri dari 150-200 orang.



__ADS_2