Moros Ker Thanatos: V

Moros Ker Thanatos: V
<[ EPS. 25 - BALAP LIAR ]>


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi V melaju kencang membelah jalan raya. Kota Black Hole sering disebut sebagai kota yang tiada matinya sebab walaupun waktu sudah menunjukkan tengah malam, namun kota ini tidak juga beristirahat dari kesibukannya.


Jalan yang V lalui masih ramai oleh pengguna jalan, ia sengaja memilih jalan yang ramai agar memudahkan pelarian mereka. Tinggal tersisa dua mobil lagi yang berhasil menyusul di belakang. V berkelit mencari celah untuk meloloskan diri dari pengejaran, ia membenturkan mobilnya ke arah mobil yang berhasil menyusulnya. Mereka saling mengadu kekuatan untuk mendorong mobil lawan ke tepi jalan. Tindakan saling mengadu ini membuat kecepatan tempuh mereka berkurang, hingga satu mobil yang sempat tertinggal berhasil menyusul.


Mobil V mendapat dorongan dari sisi kiri dan kanannya, mereka ingin memaksa V untuk berhenti dan menyerah. Semakin lama V semakin tersudut, kedua mobil itu kini menghimpit ke dua sisi mobil V. Mereka ingin menggiring mobil V ke tepi jalan.


"Kudengar kau lulus dengan skor tinggi dalam menembak?" tanya V yang tak menunggu Rose membalas pertanyaannya, ia sudah menekan tombol yang mengaktifkan perintah mengangkat bangku tengah. "Perlihatkan padaku," tambahnya.


Rose menganggukan kepalanya dengan penuh keyakinan. Sejak gagalnya misi mereka ia merasa bergitu tak berguna, apalagi ia tak banyak membantu dalam kekacauan yang telah ia perbuat. İa merasa menjadi beban bagi anggota timnya padahal saat ia mendapat kabar dari bagian pusat misi bahwa agen yang akan menjadi driver-nya telah ditemukan, Rose segera menghubungi partnernya mewanti-wanti agar nantinya tidak menjadi beban. Namun sekarang justru dirinyalah yang menjadi beban.


Rose awalnya tak pernah tahu siapa itu Moros hingga teman-teman seperjuangannya memberikan ia ucapan selamat. Dari teman-temannyalah Rose tahu bahwa partnernya adalah orang yang paling dihormati dan disegani para penghuni dunia bawah tanah. Jika saja Rose tahu lebih awal walaupun ia dipukuli hingga mati ia tak akan mungkin berani bersikap begitu.


Rose tersenyum bahagia saat melihat tumpukan senjata api tersusun rapih di dalam kotak rahasia. Rose sangat mengenali semua senjata yang ada dihadapannya, senjata-senjata inilah yang membuatnya mati-matian berjuang menjadi agen pembunuh bayaran milik Dark Shadow, selain karena bayarannya yang tinggi tentunya.


Rose memilih pistol Shadow Eagle yang terkenal sebagai senjata api mematikan karena daya rusaknya yang luar biasa. İa memasukkan beberapa peluru dari kotak peluru khusus untuk Shadow Eagle. Satu butir peluru Shadow Eagle setara dengan enam butir peluru biasa.


Pada saat kaca mobil turun perlahan, dua peluru panas keluar memecahkan kaca mobil sekaligus merenggut nyawa pengemudi mobil di sisi kanan V. Kaca mobil sebelah kiri turun perlahan bersamaan dengan naiknya kaca mobil di sisi Rose. Rose menarik nafasnya dalam-dalam, memantapkan hatinya agar pelurunya tidak memeleset.


Peluru kembali memelesat mengenai kaca mobil di sisi kiri V. Tembakan dari Rose membuat laju kedua mobil tersebut bergerak tak menentu kehilangan kendali, pada saat inilah V mengambil kesempatan untuk melarikan diri.


Mobil sedan milik V melaju kencang tanpa mempedulikan nasib dua pengemudi mobil yang ditembak oleh Rose. Satu hal yang ia yakini, siapapun yang terkena tembakan Rose sudah pasti mati detik itu juga karena peluru Shadow Eagle tidak hanya menembus ke obyek target tetapi juga meledakkan targetnya. Dampak inilah yang menjadikan Shadow Eagle sebagai salah satu senjata mematikan di dunia.

__ADS_1


V tiba di sebuah gedung parkiran milik umum untuk mengganti transportasinya. Sebuah mobil sport berwarna biru tua sudah menunggu mereka di sana. V berdecak kesal melihat mobil pribadinya yang malah terparkir di sana bukannya kendaraan milik organisasi.


İa bisa melihat keterkejutan Rose dengan desain kabin mobilnya yang berbeda dari desain mobil sport yang biasanya terlihat begitu mewah atau vintage. Ditambah dengan sebuah boneka beruang raksasa duduk di bangku penumpang, membuat Rose semakin yakin bahwa desain mobil ini seperti dikhususkan untuk anak-anak.


"Bagaimana lukamu?" tanya V setelah mereka memasuki jalan bebas hambatan tanpa masalah. Tangan V telah menekan tombol untuk membuka laci dashboard di hadapan Rose secara otomatis.


Rose mengambil kotak obat yang ada di dalam laci, mengobati lukanya sendiri. "Pendarahannya sudah berhenti, tapi apa tidak masalah?" tanyanya dengan tatapan menunjuk pada boneka besar yang kini ada dipangkuannya. Jujur saja keberadaan boneka besar ini membuat ia kesulitan mengobati lukanya.


"Kenapa? Jika kau tidak nyaman kau bisa pindah ke bagasi belakang," jawab V yang membuat Rose menelan salivanya dalam-dalam. Tak ada orang waras yang mau berurusan dengan V setelah mereka tahu bagaimana kejamnya ia menghabisi lawannya.


Rose terlihat begitu frustasi usai melaporkan misi mereka ke pusat. V agak sedikit kecewa juga karena tak bisa melihat wajah frustasi Rose, padahal ini adalah saat yang ditunggu-tunggu olehnya. Ada kesenangan tersendiri bagi V saat ia melihat orang yang sombong karena kecerdasan merasakan kegagalan karena otaknya sendiri.


"Tenang saja, kau tidak akan dibunuh karena kegagalanmu kali ini," kata V yang niatnya ingin menghibur Rose tapi malah membuat bulu kuduk Rose meremang. "Kami punya toleransi bagi setiap agen yang gagal dalam menjalankan misi, kecuali kesalahanmu begitu fatal, barulah kami memutuskan untuk membunuhmu detik itu juga."


"Sudahlah, kegagalan itu hal yang biasa." Ada perasaan bersalah juga lama-lama melihat Rose semakin terpuruk.


"Tapi aku tak pernah gagal selama ini." Nada suara Rose bergetar saat mengungkapkan kalimatnya. V berdecak kesal. İnilah yang paling ia benci dari mereka yang selalu bersikap paling pintar, sekalinya gagal mereka akan bersikap seakan dunia ini sudah runtuh.


"Setidaknya kegagalanmu kali ini membuatmu sadar akan pentingnya sikap menghargai satu sama lain. Kau harus tahu kekuatan inti Dark Shadow berasal dari kekeluargaan. Kami tak butuh orang-orang pintar atau berbakat, yang kami butuhkan orang-orang dengan loyalitas yang tinggi pada organisasi.


Aku tahu bakatmu luar biasa, tapi kau juga harus tahu kami tak butuh bakatmu. Kami sudah memiliki cukup banyak ahli yang mampu menopang anggota-anggota lainnya agar mampu seperti mereka. Sifatmu yang menganggap dirimu sempurna bisa menjadi bencana bagi organisasi di masa depan.

__ADS_1


Aku memberimu dua pilihan, merubah sikapmu atau keluar dari Dark Shadow detik ini juga?" tanya V memberi pilihan pada Rose. V memang tak suka berbasa basi jadi seluruh perkataannya langsung ke inti pembicaraan. Rose termenung dengan pertanyaan V, di satu sisi ia masih ingin bertahan di Dark Shadow dan di sisi lain ia tak ingin berubah karena orang lain.


Selama Rose berpikir V melaju mobilnya ke pinggir kota Black Hole. Waktu masih menunjukkan pukul dua dini hari pagi, masih ada waktu baginya untuk mendatangi salah satu tempat yang direkomendasikan oleh Evan. V tak lagi mengikuti rute yang diberikan Gerald, membuat Gerald bertanya melalui earpiece di telinganya. V hanya menjelaskan akan pergi ke suatu tempat sebelum kembali ke Black İron.


V tiba di sebuah jalan raya yang kini telah dipenuhi sekumpulan mobil yang telah dimodifikasi dari bentuk aslinya, masih ada beberapa yang hanya memodifikasi mesin mobil mereka. Rose bertanya pada V dimana mereka berada namun V mengabaikannya hingga Rose bertanya untuk ketiga kalinya dan itu berhasil membuat V kesal.


"Hari ini kau sempurna membuatku kesal, aku tak bisa melampiaskan amarahku dengan membunuhmu! Jadi aku harus melampiaskannya pada yang lain."


V mengabaikan Rose yang mematung karena ucapannya, ia turun dari mobilnya mencari seseorang yang bertanggung jawab dalam arena ini. V telah bertanya-tanya pada banyak orang yang sempat ditemuinya, mereka mengarahkan V pada sosok laki-laki berkulit negro, berambut ikal dan terlihat kurus.


"Harley," panggil V pada laki-laki tersebut, ia ditemani oleh tiga gadis berpakaian sexy. Salah satu dari ketiga gadis itu berkulit gelap sama seperti Harley.


"Aku Nyx, Magaly Nxy," kata V memperkenalkan diri karena Harley terlihat bingung sekaligus waspada saat V menyapanya.


"Password?" tanya Harley sambil tersenyum ramah, padahal V tahu ia sedang waspada. Saat Harley menanyakan hal itu atmosfer di arena itu seketika berubah.


"Chesse Macaron," jawab V lancar tanpa mempedulikan banyak sepasang mata memandang ke arahnya. Usai V berhasil menjawab pertanyaan Harley, mereka yang sempat memperhatikannya kembali pada aktifitas mereka masing-masing.


Harley beramah tamah pada V, ia juga memperkenalkan V pada teman-temannya yang lain. V mendengarkan setiap penjelasan singkat Harley tentang peraturan di arenanya termasuk tradisi mereka dalam menerima anggota baru. Bagi anggota baru, mereka akan ditantang oleh salah seorang anggota senior sebanyak tiga putaran.


V menerima tantangan Harley dengan taruhan cinta satu malam bersamanya. Tentu saja V merasa dipermainkan, ia mengajukan syaratnya dengan menjadikan Harley pembantu suka relanya jika ia memenangkan pertandingan. Taruhan yang dilakukan Harley dan V tentu menarik banyak minat anggota lain. Sedangkan Rose bertanya berkali-kali tentang taruhan yang akan mereka lakukan. V sebenarnya tak yakin sebab ia selama ini tak pernah benar-benar ikut balapan, selain bermain kucing-kucingan dengan aparat tentunya.

__ADS_1


V meremas roda kemudi miliknya keras-keras, amarahnya semakin memuncak saat melihat Harley menertawakan keputus asaannya.


✌••••• BERSAMBUNG •••••✌


__ADS_2