Moros Ker Thanatos: V

Moros Ker Thanatos: V
<[ EPS. 23 - PERTUKARAN ]>


__ADS_3

Angin kencang mulai menerpa, sebuah heli mendekat dan merendah ke helipad. Turun seorang laki-laki mengenakan jas abu-abu dengan kaca mata hitam menggantung di hidungnya. Penampakan sosoknya yang melompat turun bagaikan seorang dewa khayangan turun ke bumi, sosoknya begitu mendominasi di antara yang lain.


Di belakangnya seorang laki-laki mengikutinya seperti bayangan, pandangannya menunduk ke lantai seakan palanya tertimpa batuan berat.


Sekumpulan laki-laki berjas dan juga berkaca mata berjajar rapih memberi hormat pada sosok yang seperti dewa khayangan itu. Tak ada yang berani mengangkat kepala mereka saat dewa khayangan itu melewati mereka, melirik sepatunya pun mereka enggan. Mereka begitu menghormati sosok yang ada di depan mereka, bahkan begitu memujanya.


Sosok seperti dewa khayangan itu tidak lain adalah Aldrich Éclair, pemimpin organisasi bawah tanah Dark Shadow. Aldrich kini duduk di singgasana kebanggaannya menunggu Gomer membawa M-28.


Gomer Orlando memang pernah tersandung kasus bekerja sama dengan keluarga Ozgur, salah satu keluarga mafia yang ingin menguasai Dark Shadow. Hari dimana Aldrich menyuruh Gomer untuk menembak dirinya sendiri hanyalah sebuah tes kesetiaan. Andaikan Gomer benar-benar mengkhianati Aldrich, sudah pasti Gomer akan mengarahkan pistolnya ke arah Aldrich bukan ke kepalanya.


Senjata yang digunakan Gomer saat itu bukanlah senjata api melainkan taser gun sehingga peluru yang keluar tidak akan membunuh Gomer melainkan menyengatnya dengan kekuatan listrik 50 ribu volt.


"Tuanku." tabik Gomer begitu ia masuk ke dalam ruangan. Di sampingnya berdiri M-28 yang juga ikut memberi hormat seperti Gomer.


"Jadi si brengsek ini sudah bisa berjalan rupanya?" tanya Aldrich sambil menunjuk M-28.


Sejak pertama kali melihat M-28, Aldrich begitu membencinya sebab ia tak suka ada orang lain yang memakai wajah yang sama seperti V. Meski ia tahu M-28 adalah kloning V ia masih tetap membencinya, apalagi M-28 memiliki fisik dan mental yang lemah berbanding tebalik dengan V. Alasan itu juga yang membuatnya semakin membenci M-28 karena baginya sosok M-28 seakan seperti menghina V.


"Ya, Nona V yang membantunya belajar berjalan, Tuan." jawab Gomer menganggukkan kepalanya. Wajahnya juga terlihat berseri-seri, ia awalnya berpikir jika M-28 akan menjadi gadis lumpuh selamanya hingga akhirnya V bisa mematahkan persepsinya.


"Aku membutuhkan dia untuk bertemu dengan Lynelle. Hari ini Lynelle akan melahirkan, ia ingin bertemu V sebelum persalinannya." jelas Aldrich pada Gomer. "Aku belum bisa membawa V yang sekarang, akan terlalu banyak pertanyaan jika nekat melakukannya."


"Baik, Tuan. Aku akan mempersiapkannya, Tuan tak perlu cemas."


"Minta dia untuk menjadi bisu, aku benci mendengarnya bersuara." kata Aldrich sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka.


Aldrich memasuki kamar benuansa merah muda dengan banyak jenis boneka beruang terpajang di setiap sisinya, itu kamar V. Aldrich membaringkan tubuhnya di atas kasur, menutup matanya dengan tangan kanan. Ada rasa rindu di dalam dadanya.


"Master, apakah anda akan menunggu Nona Muda V tiba baru kita berangkat?" tanya Tom yang sejak tadi menemaninya.


Aldrich tak bergerak dari posisinya, ia hanya menghembuskan nafasnya berat. "Tidak, aku terlalu merindukannya. Jika aku menunggunya pulang, aku takut diriku sendiri akan mengacaukan rencanaku."


"Baik, Master." jawabnya memahami keinginan Aldrich. Tom tahu bahwa Aldrich begitu menyayangi putrinya, ia sebenarnya tak pernah rela membiarkan putrinya harus bersusah payah membalaskan dendamnya. Tak ada orang tua yang rela anaknya bersusah payah demi dirinya.


Aldrich masih tetap di posisinya hingga akhirnya tanpa sengaja ia terlelap dalam tidurnya. Saat matahari hampir tergelincir Aldrich baru terbangun.


"Berapa lama aku tertidur Tom?" tanya Aldrich dengan tergesa-gesa kembali merapihkan pakaiannya karena malam hampir tiba.


"Anda tertidur selama tiga jam, Master." jawab Tom memberitahu tuannya.

__ADS_1


"Ada kabar dari rumah? Bagaimana persalinannya?" tanya Aldrich begitu khawatir. İa meninggalkan kamar V kembali ke helipad.


"Persalinannya berjalan lancar Nyonya dan bayinya selamat, Master."


"Syukurlah. Aku akan memanggil putra keduaku, Q." ucapnya. "Regis Levent Alv Murat Kenneth Ryu Swain Armstrong Blythe Lucky Moruca O'Neil Abelano Rikkard Urbane Vince Éclair Ynyr Carlos Faer Ehner."


Aldrich membawa M-28 meninggalkan Black İron. Pada malam harinya V baru tiba di Black İron bersama dengan Sky. V sebenarnya begitu lelah dengan perjalanannya namun karena Evan memberi kabar bahwa Aldrich sedang berkunjung semangat V yang sempat hilang kembali memuncak.


İa mencari ke mansionnya namun tak menemukannya, jadi ia pikir Aldrich pergi menemui dokter Gomer di lab. Meski V masih sedikit trauma dengan lab saintis namun demi bertemu Papahnya ia memberanikan dirinya menginjakkan kakinya di sana.


"Paman dimana Papah?" tanya V antusias menerobos masuk ke ruang kerja Gomer. İa mencari ke sekeliling namun tak menemukan sosok yang dicarinya.


"Tuan Besar telah kembali dua jam yang lalu Nona." jawab Gomer bingung tak mengerti karena V tak mengetahui bahwa Aldrich telah kembali ke kota Yupiter.


"Secepat itukah? Apa yang dilakukan Papah?" tanya V penasaran tak biasanya Aldrich pergi sebelum menunggunya pulang.


"Sepertinya ini bukan hakku untuk menjawabnya, Nona. Maafkan aku." jawab Gomer, ia belajar dari pengalamannya tak berani bertindak mendahului tuannya.


"Baiklah, kalau begitu aku mencari Sheren dimana dia?" ia tak ingin kedatangannya sia-sia jadi ia mencari M-28.


Gomer terlihat bingung menjawab pertanyaan V membuat V menaruh curiga padanya, "Paman tidak melakukan percobaan gila pada Sheren seperti dulu lagi bukan?"


"Tentu saja tidak! Nona, jangan bilang selama ini anda masih saja mencurigaiku?"


"Eh itu. Dia tak ada di sini." jawab Gomer takut-takut.


V terdiam mendengar jawaban Gomer. Jawaban global itu sudah menjawab dimana M-28 sebenarnya. V ingat Mamahnya sebentar lagi akan melahirkan adik keduanya, ada kemungkinan Mamahnya memaksa ingin bertemu dengan dirinya jadi Papahnya menggunakan M-28 untuk menenangkan Mamahnya.


V tersenyum meskipun senyumnya tampak begitu kecut. "Apa Mamah sudah melahirkan?"


"Sudah pukul 04:58 PM, Nyonya dan bayinya sehat. Tuan besar memberinya nama, Q." jawab Gomer dengan antusias berharap berita itu dapat menyenangkan hati V.


V kembali meninggalkan lab saintis dengan perasaan yang begitu berantakan. İa tak menyangka kelebihan yang ia miliki justru yang paling menyakitinya. Berkali-kali ia memeriksa ponselnya berharap Aldrich akan menghubunginya namun sampai satu minggu kemudian Aldrich tidak juga menghubunginya membuatnya semakin terluka.


V tak tahu haruskah ia senang atau sedih karena akhirnya M-28 bisa merasakan kasih sayang dari orang lain. Dulu M-28 pernah bercerita kepada V ia hanya ingin hidup seperti manusia normal lainnya, tidak dianggap sebagai bahan penelitian lagi. V begitu sedih mendengar cerita M-28 sehingga ia selalu meluangkan waktunya untuk menemani M-28 agar ia tak merasa kesepian.


Saat ini ia yakin M-28 pasti akan merasa senang berada di mansion keluarga Éclair di kota Yupiter. Rozita dan dua pelayan keluarga Yovanka pasti akan memperlakukannya dengan sangat baik. Lynelle dan L pasti akan bahagia menyambut kedatangannya. Di sana M-28 pasti tak akan merasa kesepian lagi.


V menatap nanar pada bayangannya di danau belakang rumahnya. Menatap pada sosok wanita remaja yang padahal seharusnya baru berumur sembilan tahun. İa ingin menangis namun tak ingin menunjukkan kesedihannya jadi ia hanya bisa diam membisu menatap pada air danau yang tenang.

__ADS_1


Hari berlalu begitu cepat tak terasa hari ulang tahun V yang ke sepuluh pun tiba. Semua penghuni Black İron mengadakan pesta ulang tahun V secara besar-besaran, membuat orang yang tinggal di sekitaran pulau itu bertanya-tanya sebab kemewahan pesta ulang tahun V dapat disaksikan dari jauh.


Kembang api menghiasi sepanjang langit malam dengan warnanya yang begitu terang hingga membuat hutan di pulau tersebut bersinar terang. Lampu tembak berwarna-warni disorotkan ke atas langit, membuat kemeriahan pesta ulang tahun V tampak begitu jelas.


Pesta ulang tahun V menjadi pesta yang dapat dinikmati seluruh penghuni Black İron. Semua orang yang tinggal di pulau itu menunjukkan suka cita mereka, namun tidak dengan V. Hari yang seharusnya menjadi hari terbaik untuknya menjadi hari yang paling ia benci seumur hidupnya.


Tak ada kabar ataupun ucapan selamat ulang tahun dari Aldrich untuk V, padahal ia berharap hari ini akan berbeda dari hari-hari kemarin. Namun nyatanya hari ini tetap sama, Aldrich tak memberinya kabar ataupun penjelasan sedikitpun pada V.


Di suatu tempat yang jauh dari Black İron tepatnya di kota Yupiter. Berdiri seorang gadis cantik yang dikelilingi oleh banyak orang yang menyanyikannya lagu ulang tahun, ia tampak bahagia dengan pestanya. Semua orang tampak menikmati pesta ulang tahunnya namun tidak dengan seorang pria berwajah tampan seperti dewa, ia memilih menikmati harinya dengan tenggelam dalam pekerjaannya.


Terpaksa ataupun tidak ia tak akan pernah menginjakkan kakinya ke pesta ulang tahun tersebut, ia tak akan pernah sudi ikut merayakannya bahkan ia membencinya. İa menatap nanar pada sebuah bingkai di atas meja kerjanya. Foto seorang gadis kecil mengenakan gaun berwarna biru dengan rambut perak yang mempesona. Tangannya mengusap lembut kaca bingkai tersebut, senyumnya merekah.


"Selamat ulang tahun, my little princess. Maafkan Papah yang memilih menjadi antagonis pada hari spesialmu." katanya dengan suara bergetar, ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya takut tak mampu menahan kepedihannya.


İa menarik nafasnya dalam-dalam, tangannya lihai mengusap keyboard proyeksi menghubungi seseorang. "Tom, kirimi V hadiah seperti yang kau bilang tadi pagi."


✌••••• BERSAMBUNG •••••✌


Catatan Penulis:




Helipad \= Landasan untuk helikopter.




Taser gun \= Senjata sengat listrik yang fungsinya bukan untuk membunuh melainkan hanya untuk melumpuhkan lawan.




Regis Levent Alv Murat Kenneth Ryu Swain Armstrong Blythe Lucky Moruca O'Neil Abelano Rikkard Urbane Vince Éclair Ynyr Carlos Faer Ehner \= Regis; Raja yang agung, Levent; Singa, Alv; Pemberani, Murat; Harapan, Kenneth; Pemimpin yang bijaksana, Ryu; Naga, Swain; Ksatria, Armstrong; Pejuang kuat, Blythe; Kegembiraan, Lucky; Keberuntungan, Moruca; Sentosa, O'Neil; Putra sang juara, Abelano; Hadiah dari Tuhan yang berupa nafas kehidupan, Rikkard; Pemimpin yang kaya dan sederhana, Urbane; Kelahiran yang istimewa, Vince; Penakluk, Éclair; Petir, Ynyr; Raja yang tampan, Carlos; Kuat, Faer; Petualang, Ehner; Mulia.


__ADS_1



Raja singa yang agung dan pemberani menjadi pemimpin harapan banyak orang. Seorang ksatria naga yang kuat, penuh dengan keberuntungan dan kegembiraan. Putra seorang juara yang membawa kedamaian sebagai hadiah dari Tuhan berupa nafas kehidupan. Pemimpin dengan kelahiran yang istemewa sehingga menjadi orang kaya yang sederhana. Raja tampan nan mulia dengan jiwa petualang yang mampu menaklukkan petir.


__ADS_2