Moros Ker Thanatos: V

Moros Ker Thanatos: V
<[ EPS. 5 - TAK BERANI BERHARAP ]>


__ADS_3

Senyum V terlihat begitu mempesona, meskipun V masih anak-anak namun semua orang yang melihat wajahnya akan mengetahui bahwa ia akan tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik.


İa memiliki bola mata yang berwarna hitam legam dengan bulu matanya yang lentik, ditambah dengan bibirnya yang berwarna merah menambah keindahan di wajahnya.


Meskipun hanya mengenakan pakaian tidur, ia masih terlihat mempesona bagaikan tuan putri dalam dongeng tidur.


Rozita dan dua pelayan lainnya seperti tersihir ketika melihat senyumnya yang begitu cantik hingga jantung mereka berdebar-debar menyaksikannya. Kecantikan surgawi milik V memang tidak hanya memberi daya pikat pada lawan jenis, melainkan pada siapapun yang melihatnya.


"Apakah ada yang salah dengan wajahku?" tanya V yang tak mengerti dengan tatapan İbu asuh dan para dayangnya. İa bahkan sampai melongok ke kaca meja rias memperhatikan wajahnya, namun baginya tak ada yang salah.


"Ah, maafkan kami Nona." jawab Rozita yang tersadar tatapannya membuat V kebingungan ia juga memberi isyarat pada dua pelayan keluarga Yovanka untuk tidak lagi menatap wajah puannya. "Ada yang bisa kami bantu?" tanya Rozita lagi.


"Sebenarnya tadi saat belajar di perpustakaan, Viscount Darent bercerita tentang masa kecilnya. Aku merasa masa kecil Viscount Darent begitu indah, jadi aku ingin mendengar kisah tentang kalian juga."


Kalimat V membuat mereka membatu seketika, sudah menjadi rahasia umum di rumah utama keluarga Éclair tentang kabar penculikan yang terjadi pada Nona Muda mereka. Mereka paham betapa beratnya kehidupan V selama empat tahun ini, apalagi beberapa hari terakhir ia menjadi bulan-bulanan amarah Tuan besar mereka.


Betapa malangnya kehidupan Nona Muda mereka, begitu pikir mereka. Sebisa mungkin mereka selalu berusaha agar membuat Nona Muda mereka merasa nyaman tinggal di sini, namun siapa yang sangka Tuan Besar mereka sampai tega menunjukkan amarahnya di depan V yang belum lama ini tinggal di rumah utama.


Mereka awalnya begitu cemas jika Nona Muda mereka pada akhirnya akan membenci Tuan Besar mereka mengingat perilaku Tuan Besar mereka yang begitu kasar. Perilaku itu pasti menjadi pengalaman buruk bagi Nona Muda mereka. Syukurnya Nona Muda mereka tidak sampai mengalami depresi akibat tekanan hidup yang ia alami selama empat tahun ini.


Rozita ragu untuk menceritakan kehidupan masa kecilnya begitupun dengan dua pelayan keluarga Yovanka, mereka takut V akan membanding-bandingkannya dengan kisah hidupnya sendiri sehingga timbul perasaan tertekan di hatinya. Siapapun tentu tak ingin hal buruk terjadi pada puan mereka.


"Tidak apa-apa jika kalian tidak ingin menceritakannya, aku tidak akan memaksa kalian." ucap V yang melihat keraguan di wajah mereka. Kalimat V terdengar begitu datar, memang setelah ia hidup di jalanan ia sangat jarang menunjukkan ekspresinya.


Melihat Nona mereka yang berbicara tanpa sedikitpun ekspresi membuat mereka serba salah, hingga akhirnya mereka terpaksa menceritakan masa kecil mereka masing-masing.


Dari begitu banyak cerita mereka V paling tertarik dengan perayaan Débutante mereka. Viscount Darent juga bercerita tentang bagian ini, namun diceritanya tidak semenarik cerita Rozita dan dua pelayan keluarga Yovanka karena memang acara ini khusus untuk para wanita.


Débutante merupakan pesta dansa megah yang digunakan untuk upacara pendewasaan bagi para wanita Bangsawan yang telah berusia lima belas tahun. Tujuan utama acara ini adalah untuk memperkenalkan mereka pada para keluarga Bangsawan lainnya khususnya para bujangan, bahasa kasarnya ajang mencari jodoh.


Pesta Débutante dilaksanakan satu tahun sekali di İstana Bougenville -İstana Prussia di wilayah timur tepatnya di kota Yupiter, istana ini sering digunakan untuk perayaan bersama para rakyat dari berbagai golongan.

__ADS_1


Dari cerita mereka V menyadari satu hal, mereka sebisa mungkin menceritakan pengalaman yang tidak akan menyinggung V akan masa lalunya, cerita itu seakan menunjukkan bahwa semua orang juga mengalami masa kecil seperti itu, betapa mereka sangat menjaga perasaan V.


Melihat semua penghuni rumah utama keluarga Éclair yang begitu baik dan peduli padanya membuat V tersentuh, ia merasa sangat bahagia. Sudah sangat lama V tidak pernah merasa sebahagia itu. Semenjak kedua orang tuanya meninggal, ia merasa seperti seluruh rasa yang ia miliki menguap ke atas langit kemudian membeku.


Di keluarga ini ia mendapatkan apa yang selama ini ia rindukan namun selalu takut untuk ia mimpikan. Tanpa sadar langit yang membeku perlahan mencair meneteskan hujan.


"Nona Muda? Kenapa anda menangis ?" tanya Shopie mulai panik di susul dengan Rozita dan Tiffany, mereka sudah menduga cerita ini nantinya hanya akan melukai perasaan V, walaupun mereka sudah berusaha menghindarinya.


"Tidak apa-apa. Aku sangat senang sekali. Sudah sangat lama aku tidak pernah mendapat perlakuan sehangat ini." jelas V mengusap air matanya yang tidak kunjung berhenti membanjiri pipinya.


"Pasti sangat berat menjalani hari-hari Nona Muda. Bertahun-tahun para penculik itu tidak memperlakukan Nona Muda dengan baik." iba Tiffany tanpa sadar keluar begitu saja dari mulutnya membuat Rozita dan Sophie menatapnya begitu tajam.


V terdiam sejenak. Otaknya menyambungkan beberapa fakta baru yang ia temukan dengan cepat.


"Para pelayan menganggapku di culik selama bertahun-tahun. Dari mulut Papah malam itu Nona Muda yang sebenarnya telah meninggal empat tahun yang lalu. Kebenaran menyakitkan ini hanya diketahui oleh Papah. Kemungkinan hal ini untuk menutupi sesuatu yang besar." analisa V.


Di tengah pemikirannya Rozita sudah membantu menghapus air matanya. Rozita menyumpah sarapahi sikap Tiffany yang menurutnya tak pantas, ia bertekad akan menegur Tiffany usai ini.


"Nona? Maaf jika saya lancang, tapi bolehkah saya memeluk Nona?" tanya Rozita yang membuat V menatapnya seketika.


"Ah, Maafkan saya Nona. Saya tidak bermaksud lancang Nona, saya hanya merasa pelukan dapat mengangkat sedikit kesedihan. Jika Nona tidak menyukainya saya tentu tidak akan melakukannya." jelasnya cepat-cepat sebelum terjadi salah paham, ia tentu sadar diri akan statusnya meski Aldrich telah mengangkatnya sebagai İbu asuh namun ia masih merasa tak pantas.


Sebenarnya V tidak pernah mempermasalahkan status di antara mereka. Sikap V yang terlihat dingin dan kaku seakan ia menjaga jarak dengan mereka, sebenarnya itu bentuk perlindungan yang ia bangun, ia tak ingin kembali terluka, ia tak ingin kembali kecewa saat akhirnya ia tahu mereka tidak tulus memperlakukannya dengan baik. Jadi ia tak ingin memiliki hubungan dengan siapapun termasuk Aldrich, Papah angkatnya.


"Apakah İbu asuh benar-benar ingin memelukku?" tanya V masih dengan wajah datarnya.


"Ya, jika Nona tidak keberatan." jawabnya dengan senyum hangat yang telah lama V rindukan.


V menganggukkan kepalanya menerima pelukan dari Rozita.


"Nona, jika anda merasa begitu sedih jangan memendamnya seorang diri. Kami akan selalu mendengar keluh kesah Nona." ucap Rozita mulai membelai rambut V.

__ADS_1


"Nona, kami semua di sini sangat menyayangi Nona. Kami bahkan menganggap Nona sebagai anak kami sendiri." kata Tiffany dengan tulus, ia memang begitu menyayangi V walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah tapi ia benar-benar tulus pada V.


"Maaf karena aku terlambat menyadari ketulusan kalian. Aku, aku, aku hanya takut kembali kecewa." kata V yang sudah tak sanggup lagi menahan isi hatinya.


"Jika Nona tidak bisa mempercayai kami, maka biarkan kami tetap di sisi Nona. Lambat laun Nona pasti percaya akan kesetiaan kami." tambah Sophie, ia paham akan keraguan V. Akan sulit mempercayai orang lain setelah semua kejadian perih yang menimpa V empat tahun terakhir ini.


Untuk saat ini V hanya bisa mengiyakan semua perkataan mereka tanpa berani berharap. İa masih begitu trauma mempercayai orang lain, ia tak akan sanggup lagi bila harus kembali dikecewakan oleh orang yang begitu ia percayai.


Hari demi hari berganti tak terasa V sudah tinggal di kediaman utama Éclair selama tiga bulan. Hari-harinya hanya ia isi untuk belajar, belajar dan belajar. Aktivitas itu seakan vitamin pelengkap yang tak boleh ketinggalan walau sedetik pun.


Untuk pertama kalinya Viscount Darent izin tidak bisa datang mengajari V hari ini. Betapa bahagianya ia saat mendapat hari libur walau hanya sehari, sebab memang selama ini ia tak punya waktu berlibur dari belajar.


Aldrich Éclair juga tidak mengganggu hari liburnya karena V sudah menyelesaikan daftar buku yang wajib dibacanya minggu ini. Untuk mengisi hari liburnya V berencana untuk anjangsana ke seluruh penjuru rumah besar ini.


İa bersama Rozita, dua pelayan dari keluarga Yovankan dan juga kepala pelayan Fernandez pergi mengelilingi isi rumah. V begitu terkejut saat mengetahui bahwa rumah ini begitu besar hingga membuat kaki-kaki kecilnya terasa begitu letih. Meski begitu ia masih tetap melanjutkan petualangannya tanpa peduli mereka menyuruhnya untuk istirahat sejenak.


"Oh ya, Kakek Fernandez? Ku dengar anda itu seorang kepala pelayan benar? Kakek Fernandez juga sudah melayani keluarga Éclair sejak lama bahkan saat Papah masih muda Kakek Fernandez sudah melayani Papah."


"Benar, Nona. Saya sudah melayani Tuan Besar selama tiga puluh tahun lebih." jawab Fernandez dengan riang.


"Kalau begitu Kakek juga pasti mengenal Mamahku bukan? Apakah Kakek tahu dimana Mamah?"


V sebenarnya selalu bertanya-tanya dimana Mamahnya dalam setiap kesempatan, tapi tidak pernah ada yang menjawab dimana Mamahnya. Aldrich Éclair memang melarang seluruh pekerja di rumahnya memberitahu V keberadaan Lynelle Éclair yang sebenarnya. Ia khawatir jika nanti V tidak bisa menerima keadaan Lynelle Éclair jika ia tahu apa yang telah terjadi terhadap sosok Mamah barunya.


✌••••• BERSAMBUNG •••••✌


Catatan Penulis:


Débutante [Perancis] \= Secara bahasa, wanita pemula. Secara istilah, pesta dansa mewah dari kalangan bangsawan yang bertujuan untuk memperkenalkan para wanita yang telah berumur dewasa kepada para bujangan dan keluarga mereka, dengan pandangan untuk menikah dalam lingkaran pilihan.


İstana Bougenville \= Bougenville; Bunga kertas. Kerajaan Prussia mempunyai beberapa İstana yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Salah satunya İstana Bougenville yang biasanya digunakan sebagai tempat perayaan tahunan.

__ADS_1


__ADS_2