
Selalu mengurusi kehidupan orang lain tanpa melihat kehidupan sendiri. Terlalui fokus memandang orang lain dan lupa berkaca dan introspeksi diri, padahal mereka tidak jauh lebih baik dari yang mereka bicarakan, atau bahkan jauh lebih buruk. Padahal jika orang itu salah sekalipun, harusnya mereka tegur baik-baik, bukan malah menjadikan nya buah bibir, dan menebar kebencian pada orang lain.
Dika sudah berlalu kembali ke kosan Satya, ia bingung mengapa banyak sekali yang memperhatikan ketika ia mengantar Haura tadi, bisa ia tebah sih dari tatapan mereka, ada yang suka dan tidak suka, ya g sepertinya Haura ini punya banyak musuh perempuan dan pengagum yaitu laki-laki. Dika berpikir sepopuler itukah gadis yang dia cintai secara diam-diam itu. Wajar Haura banyak ya g suka, karna memang dia cantik dan pintar kilah Dika menenangkan dirinya sendiri.
"kenapa sih hari ini, hidup aku ngeselin banget, ada aja yang buat mood jadi buruk" omel Haura berbicara pada dirinya sendiri saat memasuki kamar
"kau kenapa Ura, pulang nongrong mukanya gak semangat gitu" tanya Silvia yang melihat sahabatnya itu pulang dengan lemas
"iya qe ini kenpa, putus cinta" timpal Tiara asal
"ihhhh nih lagi anak, putus cinta pula" kesal Haura dengan celotehan Tiara yang asal
"yah terus kenapa" ucap serempak Tiara dan Silvia kesal dengan jawaban Haura yang tidak langsung pada intinya
"ihhh kalian kenapa sih malah teriakin aku gtu, bikin tambah badmood aja" ujar Haura dibuat makin kesal
"yaudah coba di jelasin sayang" ucap kedua sahabatnya secara serempak lagi dengan nada pelan dan dibuat selembut mungkin tidak seperti tadi
"aku tuh kesel tau, hari ini aku apes banget, dari pagi sampe sore aku sial terus, buat mood jadi buruk" ucap Haura panjang lebar
Singkatnya Haura menceritakan semua kejadian yang ia alami hari ini, dan hanya di balas tawa oleh kedua sahabat laknat nya itu. Mereka menertawakan penderitaan yang menimpa Haura. Hingga membuat mereka kejar-kejaran yang berakhir saling tertawa bersama dan Haura tidak badmood lagi.
__ADS_1
Besoknya Dika sudah kembali ke Banda Aceh, karena ada banyak pekerjaan yang sudah menunggunya disana, ia pamit pada Haura hanya lewat WA. Karena Haura sedang ada matkul dan tidak bisa melihat kepergian Dika, dan lagipun mereka pasti akan sering video call untuk melepas rindu.
#Seminggu kemudian
Hari ini ada acara seminar kepemimpinan yang di adakan BEM di aula utama kampus, Haura merupakan salah satu pengurus badan eksekutif mahasiswa itu, Haura yang di percayakan sebagai sekretaris sedang sibuk mengurus segala berkas dan keperluan yang dibutuhkan agar acara berjalan dengan lancar dan sukses.
Ditengah-tengah kesibukan, getaran dering handphone Haura mengganggu pendengaran, hingga Haura dengan malas dan berat hati melihat hp nya yang terlihat panggilan masuk dari nomer baru yang tidak ia kenal. Haura awalnya tidak berkenan untuk mengangkat, sebab ia berfikir mungkin hanya orang iseng dan tidak penting, karena memang bnyak sekali nomer masuk akhir-akhir ini, yang membuat nya Terganggu dan tidak nyaman. Tapi setelah berulang kali panggilan itu masuk lagi dari nomer baru yang sama, akhirnya ia mengangkat nya, takut mungkin itu panggilan penting.
"halo, assalamu'alaikum" sapa Haura memberi salam
"waalaikumsalam" jawab si penelepon di seberang sana
"Terganggu dan tidak nyaman. Tapi setelah berulang kali panggilan itu masuk lagi dari nomer baru yg sama, akhirnya ia mengangkat nya, takut mungkin itu panggilan penting.maaf ini dengan siapa? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Haura bersikap formal, sebab dari seberang si penelpon seperti nya adalah seorang pria, terdengar dari suaranya. Dan tentunya Haura tidak mengenali suara itu
"ohhh iya ingat, kenapa?" tanya Haura lagi
"engga mau nelpon aja sih, gak boleh yah, atau saya ganggu yah" jawab orang itu lagi merasa tidak enak
"boleh sih, engga ganggu juga cuma lagi ada sedikit kegiatan aja di kampus, apa ada yang bisa aku bantu" ucap Haura seadanya dan kembali bertanya
"owww gitu, maaf yah waktunya gak tepat, aku gak ada perlu apa-apa sih. Cuma mau nelpon kamu aja, mau temenan" jawab Ricky meminta maaf
__ADS_1
"heumm iya boleh kok" ucapnya mengiyakan
"eh tapi btw kamu dapat nomer aku dari mana?" Tanya Haura lagi, karena pertemuan sebelumnya ia merasa belum sempat bertukar nomer
"oh itu dari temen, maaf yah gak minta izin dulu" jawabnya singkat dan meminta maaf, karena takut Haura tidak suka
"iya ga apa-apa, kalau gitu aku lanjut kegiatan dulu yah, gak enak sama yg lain" ucap Haura, karena memang waktu istirahat sudah habis dan waktunya melanjutkan pekerjaan
"ok, tapi kapan-kapan gapapa kan aku telpon atau jumpa gitu dimna?" tanya orang itu
"iya boleh, okelah aku tutup telponnya yah, assalamu'alaikum" jawab Haura seadanya, karena gada salah nya juga silaturahmi pikirnya, karena masih sodara juga dan mengakhiri panggilan
"waalaikumsalam" jawab Ricky di balik telpon dan menutup panggilan
Ricky sangat senang karena Haura mengangkat panggilannya, meski harus beberapa kali baru di jawab, dia tidak pantang menyerah. Ricky masih sangat penasaran dengan kepribadian Haura yg beda dari cewek-cewek yang dia kenal sebelumnya.
Jadi Ricky tertarik untuk berusaha mendekati Haura, apalagi setelah iya tanya pada beberapa temannya yang satu kampus sama Haura. Kata mereka Haura cantik banyak yang naksir, dan Haura pun baik. Dikampus banyak yang mengenal nya, karena Haura mengikuti banyak organisasi baik internal maupun eksternal. Dan dari beberapa teman Ricky pun ada yang menyukai Haura dan pernah iseng chat Haura tapi langsung di blokir atau gak direspon.
Maka dari itu jiwa Ricky semakin tertantang, ia ingin melihat secuek apa seorang Haura, ia bermaksud ingin mendekati Haura lebih jauh lagi. Dan akan dia buktikan pada teman-teman nya bahwa iya bisa menaklukkan hati Haura yg dikata mereka dingin itu.
Ricky mencari tau tentang Haura dari beberapa temannya, termasuk nomer hp Haura, Ia melihat sosial media milik Haura dan memfollow nya. Dan mulai beraksi mencoba menghubunginya, dan langkah selanjutnya iya berniat mengajak Haura ketemuan di luar, agar lebih akrab.
__ADS_1
Setelah acara selesai Haura langsung pulang, merasa badannya sudah pegal-pegal dan bau asem. Ia langsung bergegas mandi kemudian sholat Magrib, karena memang dijalan tadi sudah adzan. Setelah sholat Haura makan malam lalu beristirahat dengan tenang tanpa membuka hp lagi, kegiatan hari ini cukup membuat nya lelah.