Move On Jalur Langit

Move On Jalur Langit
26


__ADS_3

..."Bersembunyi Dalam Kebohongan Hanya Akan Membuka Masalah Baru Untuk Kehidupan Selanjutnya"...


...@kak_py...




"Kenapa pulang sama Tiara? Tadikan perginya sama aku, jadi biar aku anter aja nanti. Lagian katanya kamu mau ngomong?"



"Aku kaya nya gak enak badan, nanti aku chat aja apa yang mau aku sampein"



"Gak, ngomong sekarang aja, cepat!!" Ujar Ricky mulai kesal dan meninggikan satu oktaf suaranya.



Haura yang sedang campur perasannya, di tambah bentak dari sang kekasih membuat air matanya lolos tak tertahan lagi. Padahal sedari tadi ia berusaha untuk tetap tegar, tapi Ricky memancing membuatnya terisak.



Haura menunduk kan kepala, menautkan kedua tangan agar saling menggenggam, untuk menyembunyikan air mata yang luruh begitu saja. Ricky menatapnya penuh tanda tanya, merasa bingung sekaligus kaget dengan perubahan Haura.



"Kamu kenapa sih, coba lihat aku dan jangan menunduk seperti itu" ucap Ricky penuh penekanan menunggu jawaban



"Ki sejak kapan kamu selingkuh, siapa orang itu?" Bukan jawaban yang Ricky dapatkan, melainkan pertanyaan dari Haura yang membuat lelaki itu terdiam dan berfikir



"Jawab Ki? Aku udah tau semuanya, kamu gak perlu nutupin atau berbohong lagi, jawab Ki" tuntut Haura dengan suara mulai meninggi, serak dan bergetar karena tangisan serta masih menggenggam hp Ricky



"Aku bisa jelasin, tapi kamu tentang dulu. Kita pindah tempat disini rame, malu Tau!!" Balas Ricky yang melihat sekeliling yang mulai rame pengunjung di tempat itu

__ADS_1



"Ok kita pindah tempat, dan kamu jelasin semuanya tanpa terlewatkan"



"Iya iya aku jelasin kamu tenang dulu" ucap Ricky menggenggam tangan Haura mencoba meyakinkan gadis itu



Ricky membawa Haura ke salah satu tempat wisata di pantai yang tidak jauh dari tempat mereka tadi. Dan di tempat ini jauh dari keramaian, karena pondok untuk tempat singgah para pengunjung memiliki jarak lumayan jauh antar satu sama lain. Tempat itu aman untuk mereka melupakan emosi masing-masing terutama Haura.



"Sekarang jelasin semuanya Ki, siapa orang itu?"



"Ia aku memang ada hubungan sama dia, tapi aku gak ada perasaan ke dia sama sekali, itu aku lakukan karena kamu cuekin aku Ra. Lagi pula dia yang duluan deketin aku dan akhirnya kami jadi dekat"



"Kenapa kamu bisa lakuin ini ke aku Ki, padahal aku selalu ngikutin apa mau kamu, bahkan temen-temen aku semua aku hindarin demi kamu. Aku jaga perasaan kamu, tapi apa yang kamu buat ke aku Ki. Mudah kamu ngomong gitu padahal aku bisa menghargai dan ngertiin kesibukan kamu tanpa mrnuntut apapun" Sura Haura bergetar, kepalanya menunduk tidak sanggup menatap lelaki di depannya




"Ohhh jadi karena kamu butuh perhatian makanya kamu cari orang lain. Lalu aku, kamu bahkan tidak pernah mengabari aku lebih dulu, tidak pernah bertanya aku kenapa dan ada masalah apa. Kamu sibuk dengan dunia dan kerjaan kamu. Aku maklumi semuanya, hanya karena aku cuek kamu selingkuh. Ki apa kamu tau? Aku berantem dengan sahabat aku demi belain kamu yang dianggap buruk oleh mereka" Haura tidak habis pikir dengan isi kepala Ricky yang bisa berkata demikian.



"Ra, iya ini memang salah, tapi aku buat gitu karena kesal dengan sikap kamu"



"Kamu salah, tapi kamu jadikan aku alasannya lucu sekali. Bahkan kontak aku aja gak ada di HP kamu. Kamu menjelaskan dan mengklarifikasi setiap bertengkar dengan selingkuhan kamu, tapi tidak pernah kamu lakukan padaku. Bahkan obrolan kalian jauh lebih intens, dan mesra di banding denganku. Aku jauh lebih asing di hidup kamu di banding perempuan itu. Padahal hari ini aku cuma mau kasih undangan Yudisium dan wisuda aku yang baru kamu orang pertama yang ingin aku tunjukin sebelum keluarga aku. Aku mengganggap kamu penting tapi kamu sebaliknya" ucap Haura dengan tangis yg luruh sedari tadi, memegang dadanya yang sesak. Nafasnya mulai tidak beraturan menahan segala emosi yang sulit terkontrol



"Ra aku tau aku salah, tapi kali ini aku mohon maafin aku Ra. Aku memang sempat ada hubungan sama perempuan itu tapi sekarang udah engga, aku sayang kamu bukan dia" sambung Ricky membela diri

__ADS_1



"Kamu mau ngeles dan bohong apa lagi sih, isi chat kalian udah cukup jelas. Dari kapan kalian mulai dekat dan sampai hari ini. Kamu sembunyikan perempuan itu rapat-rapat dari aku. Supaya apa? Jawab?"



"Aku gak sembunyikan dia, tapi dia yang duluan deketin aku. Dan ketika kamu sibuk dia datang dan aku menerima itu"



"Ha ha ha, ternyata aku yang bodoh, percaya dan gak sadar kamu bohongin. Aku pikir kamu beda dari cowok lain, dulu awal kita memulai hubungan kamu bilang gak akan nyakitin aku, ternyata itu cuma bulshit belaka. Dan nyatakan kamu paling jahat, egois dan brengsek. Gak mengakui kesalahn yang kamu buat dan malah nyalahin orang lain"



"Kamu selalu belain teman-teman kamu, dan bandingin aku dengan mereka, wajar aku gini. Dan perempuan itu datang dengan cinta dan kasih sayang. Penuh perhatian dan jauh lebih baik dari kamu"



"Kamu gak perlu libatin teman aku, bahkan demi kamu aku berdebat dengan mereka. Kalau dia jauh lebih baik dari aku terus kenapa kamu gak tinggalin aku dan harus duain aku gini Ki? Kenapa kamu buat aku gini?" Balas Haura memukul lengan Ricky dengan tangis yang masih menghiasi pipi manis yang penuh amarah itu



"Udahlah Ra lupain semua itu, aku bakalan ninggalin perempuan itu dan kita perbaiki semuanya" ucap Ricky seolah semua baik-baik saja



"Semudah itu semua masalah bagi kamu Ki, kamu cuma mikirin diri kamu dan kesenangan kamu. Di saat aku ada masalah dan butuh kamu, kamu hilang entah kemana dengan beralasan sibuk dengan pekerjaan. Ternya itu arti kesibukan kamu, karena selingkuhan kamu itu. Pantas saja susah dihubungin dan larangan-larangan aku. Posesif gak jelas dan nuduh aku, cuma buat nyembunyiin kebohongan kamu. Teriak Haura dan memukul meja yang ada di depan mereka.



"Ra tenangin diri kamu, itu semua gak seperti yang kamu bayangin"



"Udah Ki cukup!! Aku gak sekuat yang kamu lihat dari selama ini. Mungkin aku bukan yang terbaik buat kamu, mari kita akhiri hubungan ini?"



"Kamu ngomong apa sih, mudah banget kamu ngomong pisah"


__ADS_1


"Ohhh jadi sewaktu kamu duain aku kamu pernah mikir gak? Dan sekarang aku yang salah?"


__ADS_2