
..."Ketika semesta tak mengizinkan beberapa hal untuk bersatu, itu karena memang tidak di takdirkan untuk saling berdampingan, tetapi bukan berarti tidak dapat saling mendukung"...
...@kak_py...
"yaudah terserah abang aja kalau emng itu yang abang mau, Ura bisa apa. Makasih yah untuk selama ini, Ura minta maaf kau udah buat abang bosan" balas Ura dengan tangan bergetar dan air mata yang terus menetes di seberang sana
Setelah itu Jaka tidak lagi membalas pesan dari Haura. Haura masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, entah angin apa yang membuat Jaka mengakhiri hubungan yang baik-baik saja itu. Bagaimana Haura tidak hancur, harusnya besok adalah ulang tahun Jaka dan Haura tentu saja sudah menyiapkan kejutan untuk Jaka, ia sudah menyiapkan sebuah kado dari dua Minggu lalu. Dan sekarang Jaka malah ingin berpisah, andaipun Haura mempunyai salah harusnya Jaka mengatakannya dengan jelas, bukan melakukan tindakan sesuka hati seperti itu.
Dulu Jaka yang ingin mereka berpacaran dan mengatakan sangat mencintai Haura dan justru dia yang malah pergi begitu saja dengan beralasan bosan, apa Jaka kira perasaan sesimpel itu. Dia sama sekali tidak memikirkan hati Haura. Mungkin jika dia berkata ingin mencari perempuan lain yang jauh lebih baik dari Haura, ia akan lebih menerima itu, di banding di patahkan tidak beralasan seperti ini.
Beberapa hari berlalu setelah kejadian mengecewakan di malam itu. Haura sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Jaka, bukan karena Haura sudah melupakannya dan memaafkannya, tetapi karena Jaka memutuskan komunikasi dengannya. Jaka memblokir nomer handphone Haura dan semenjak saat itu pula mereka tidak pernah bertemu. Haura masih sangat sedih dan mengingat setiap hal saat bersama Jaka, ia masih ingin mendengar penjelasan Jaka secara langsung bukan lewat chat atau telpon. Haura ingin tahu untuk memastikan semuanya, agar ia benar-benar bisa melepas Jaka tanpa rasa bersalah.
#Dua Minggu Kemudian
Drettt
Drettt
Drettt
__ADS_1
"halo Assalamu'alaikum, maaf ini siapa?" tanya Hauratanpa lupa mengucapkan salam
"halo Waalaikumsalam, maaf ganggu, saya Arvin temannya Jaka" jawab seseorang di seberang sana
"Iya gapapa, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Haura sopan
"heumm boleh minta waktunya bentar?" Balas orang itu dan kembali tanya dengan hati-hati
"iya silahkan" jawab Haura singkat
"aku cuma mau nyampein sesuatu, Jaka mau ketemu sama kamu besok di pantai XX, ada hal penting yang mau dibicarakan, apa kamu ada waktu?" tanya orang itu lagi menyampaikan maksudnya
"Ummm jam berapa?" tanya Haura balik
"sore, selesai sholat ashar, gimana!" balasnya lagi
"baiklah, makasih" ucap orang itu
"iya ga masalah, ok aku tutup yah, Assalamu'alaikum" ucap Haura lagi
"Waalaikumsalam" jawab orang itu
Panggilan pun berakhir, Haura langsung meletakkan handphone nya. Ia bingung setelah dua Minggu kini Jaka ingin bertemu dirinya, tapi kenapa harus melalui orang lain dan bukan dirinya sendiri yang menyampaikan maksud itu. Haura tidak habis pikir dengan Jaka yang harus menyuruh teman nya untuk menghubungi Haura hanya untuk kepentingan nya.
#Esoknya
__ADS_1
"Hay, lama yah gak jumpa, abang rindu sama Ura" sapa Jaka dengan muka sedih
"Udalah bang langsung aja ke intinya, Ura males basa basi" Ucap Haura sok cuek padahal ia sedang bersusah payah menahan tangisnya dengan pura-pura kuat
"Ura, abang tau ini kesannya jahat dan abang tau itu juga salah. Tapi, setelah dua Minggu kita putus, abang gak bisa lupain Ura, abang mau kita kayak dulu lagi. Ura mau kan?' Ucap Jaka mengakui kesalahannya serta mencoba membujuk Haura kembali
"Ura gak mau bg, Abang minta pisah tanpa alasan yang jelas, ngilang tanpa kabar, bahkan ngeblock Ura gitu aja. Ura kebingungan dan gak tau salah nya dimana dan sekarang tiba-tiba Abang datang minta balikan. Maksudnya ini apa bg?" ucap Ura dengan tubuh bergetar karena isat tangis yang lolos begitu saja
"Iya Abang tau cara yang Abang ambil salah, dan gak seharusnya Abang ngelakuin itu. Tapi Ra jujur Abang masih sayang sama Ura. Abang pengen kita balikan kaya dulu, memperbaiki dan mulai dari awal. abang tiba-tiba minta putus karena kesal sama adek yang gak mau temuin abang, padahal abang pengen kenalin sama teman-teman abang" Ucap Jaka panjang berharap Haura mau memperbaiki hubungan di antara mereka
"Terus kenapa kemaren Abang gak bilang gitu ke Ura, dan harus menghindar. Ura bisa ngerti kalau Abang marah sama Ura, tapi gak perlu ngilang dan buat keputusan sekonyol itu" balas Haura yg masih terisak.
"iya Abang minta maaf, Ura mau kan memulai lagi dari awal sama Abang?" tanya Jaka menggenggam tangan Haura penuh harap
"eum iya Ura mau, tapi Abang harus janji gak buat keputusan sepihak lagi kaya kemaren" balas Haura seraya mengangguk kan kepalanya tanda setuju
"makasih, makasih sayang, I love you ♥️" sambung Jaka sangat bahagia
"sama-sama, me too" balas Haura tersenyum bahagia
Hari demi hari dan waktu demi waktu berlalu. Tak terasa sudah sebulan setelah kejadian berbaikannya Haura dan Jaka di pantai yang di bantu oleh teman Jaka sebagai perantara di antara mereka. Dan setelahnya hubungan Jaka dan Haura kembali baik-baik saja. Namun beberapa hari ini Haura merasa ada yang aneh dari Jaka, ada perubahan yang berbeda. Jaka jadi susah di hubungi, nomernya selalu sibuk atau berapa pada panggilan lain. Dan setiap kali Haura bertanya ia selalu mengalihkan pembicaraan.
Dan Jaka pun menghubungi Haura seperti terjadwal di waktu tertentu. Dan setelah itu nomernya akan kembali sibuk serta susah di hubungi. Haura curiga Jaka ada perempuan lain, tapi ia tidak ingin menebak-nebak yang membuatnya pusing sendiri.
Zidan Khalik Ibrahim teman dekat nya sering mengatakan bahwa dia pernah melihat Jaka dengan cewe lain. Berkali-kali Zidan mengatakan itu, dan meminta Haura untuk putus dari Jaka. Tapi Haura enggan untuk mempercayai itu, meskipun ia juga percaya Zidan tidak mungkin membohonginya. Karena Zidan adalah teman baiknya, mereka kenal sudah cukup lama dari SD.
__ADS_1
Haura berharap kecurigaan dan apa yang di katakan Zidan tidak benar dan jika pun benar ia hanya menunggu Jaka yang akan mengakui dengan sendirinya. Haura hanya mendiami perasaan curiganya dan tetap terlihat biasa saja, walau banyak pertanyaan di kepalanya tentang Jaka. Sikap Jaka akhir-akhir ini membuat Haura bingung. Dan Haura hanya mencoba membuang semua pikiran negatif nya yang membuat iya takut.