
..."Sandyakala di ujung langit, mengingatkan tentang melankolia yg nestapa, sirnanya hasra dalam asa"...
...@kak_py...
Ricky sangat menyayangi keluarganya, terlihat dari bagaimana ia sangat mengkhawatirkan adiknya. Dan bagaimana ia berinteraksi dengan keluarganya. Ada rasa haru dan nilai plus di hati Haura dengan apa yang dia lihat hari ini. Ia sangat apresiasi dengan sikap Ricky perduli terhadap orang terdekatnya. Padahal dari obrolanlan mereka sebelumnya, Ricky umurnya lebih mudah dari Haura, tapi pikirannya cukup dewasa.
Setelah berlalu dari rumah nenek Ricky sekarang mereka berdua berniat pulang, namun tiba-tiba arah perjalanan mereka berubah, bukan lagi menuju arah jalan pulang, tapi ke ujung karang.
"ini kan bukan arah jalan pulang, kita mau kemna lagi?" tanya Haura mengawali percakapan
"inikan masih jam 3 sore, jadi kita mojok aja dulu di ujung karang. Lagian kita kan blom sempat makan siang juga tadi, karena harus ngurus adek aku, jadi aku gak mau kamu pulang dalam keadaan laper, untuk itu kita makan dulu baru nanti pulang. Tar kamunya gak mau lagi aku ajakin karena dibuat laper pas diajak jalan" ucap Ricky panjang
"heum iya deh, terserah aja gimana enaknya" balas Haura
Mereka pun sampai ditujuan, dan menjadi pondok untuk tempat neduh dan menikmati menu yang tersedia di sekitaran situ. Mereka memilih tempat paling ujung yang tidak terlalu ramai, dan pandangannya langsung menuju laut biru yg menenangkan. Hanya suara ombak yang beralun seperti melodi yang bersahut-sahutan membuat sejenak melupakan masalah yang tersisa kedamaian.Haura dan Ricky pun turun dan duduk di sisi yg berbeda, saling berhadapan. Kemudian datang seorang pelayan yang memberi daftar menu.
"silahkan bg, kak, mau pesan apa, ini di pilih aja biar saya tuliskan pesanannya" ucap pelayan itu ramah seraya memberikan buku menu
"Saya pesan mie Aceh goreng satu porsi sama kopi hitam pancung nya satu gelas" ucap Ricky
"Ra mau pesan apa?" tanya Ricky pada Haura
"umm, mie bakso satu sama es kelapa murni, itu aja" jawabnya
"oke bang, jadi kami pesan mie Aceh goreng, bakso, es kelapa murni sama kopi nya yah, dan jangan lupa air putih juga" ucap Ricki menjelaskan pada pelayan
"baik bang, ditunggu yah" ucap pelayan itu berlalu pergi
Haura memandang kearah laut, yang terdapat beberapa kapal kecil yang mengangkut batu bara berjarak beberapa meter dari bibir pantai. Pandangannya lurus lurus dan fokus, namun juga seperti kosong, entah apalah yang sedang ada dalam pikiran Haura. Sedangkan Ricky terus memandang Haura tanpa berkedip, ia masih mengingat bagaimana Haura bisa merayu adiknya tadi. Merasa Haura benar-benar beda dan terlihat tulus melakukan itu semua. Bahkan Nabilla yang biasanya susah akrab dan cuek kepada orang yang baru di kenal bisa seakrab itu dengan Haura yang baru pertama kali ia bawa bertemu Nabilla.
__ADS_1
"Ra boleh nanya gak?" tanya Ricky memecahkan lamunan Haura
"iya, apa tanya aja!" jawab Haura melihat ke arah Ricky sekilas kemudian kembali melihat ke arah laut
"kamu pernah pacaran? Mulai dari kapan?" tanya Ricky ragu-ragu
"heum pacaran yah!, Belum pernah sama sekali" jawab Haura seadanya
"kenapa?" tanya Ricky lagi
"belum tertarik aja" jawabnya lagi
"umm tapi kalau yang kamu suka pasti ada kan?" lanjut Ricky
"ada, kenapa nanya gitu?" balas Haura
"ada sih beberapa yang deketin, ada juga yang nyatain perasaannya, dan aku peka, cuma akunya engga gimana, kan perasaan gak bisa di paksain" jawab Haura panjang
"ia jarang aja yang gak pacaran di jaman sekarang, katanya gak gaul dan ngenes" sambung Ricky
"yah aku sih bodo amat sama pendapat orang, lagian pacaran itu bukan suatu keharusan, akupun masih betah sendiri" jawan Haura
"iya sih bener apa kata kamu Ra" ucap Ricky
"kamu sendiri gimana, udah ada pacar?" tanya Haura balik
__ADS_1
"aku masih jomblo, gada yang mau hee hee hee" jawab Ricky di iringi candaan
"aku sih lebih gak yakin kalau ini, kamu udah kerja, ganteng iya. Dari semua segi jangan kan pacar jadi suami pun kayanya gak di ragukan lagi" ucap Haura kurang yakin
"Yee kan itu bukan berarti udah ada yang punya juga. Ada juga sih beberapa yg dekat, cuma yah gitulah belum ada yg cocok" jawab nya
"alasannya?" tanya Haura lagi
"aku dulu pernah sayang banget sama seseorang, cuma dia lebih milih orang lain. Waktu itu aku masih belum kerja kayak sekarang, jadi wajarlah. Dan sejak saat itu aku belum bisa buka hati lagi" jawab Ricky panjang menceritakan masa lalunya.
"ohh gtu, maaf yah jadi ngingetin kamu sama masa lalu" ujar Haura merasa bersalah
"udah gapapa, udah lama juga" balas Ricky
"aku dulu sebenarnya pernah sih pacaran, cuma gada yang tau, termasuk sahabat aku sendiri gatau. Aku emang sengaja nutup kisah itu, gak mau ingat-ingat. Dan kamu orang pertama yang aku ceritain tentang ini" sambung Haura yang menceritakan masa lalu yang telah ia kubur lama
"heum jadi kamu sebelumnya pernah pacaran, sama siapa, dan kenapa kamu mau cerita ke aku?" ucap Ricky kembali bertanya
"Namanya Jaka Adiyatama, aku sama dia cuma beda setahun umurnya. Dia kakak leting aku SMA, tapi kami beda sekolah, aku ketemu dia karena kegiatan sekolah. Waktu itu seluruh SMA se-Indonesia ikut berpartisipasi dalam rangka perlombaan yang di selenggarakan dari Dikti. Dan acara di Jakarta yang berlangsung selama seminggu, jadi sekolah aku ikut berpartisipasi dan aku sebagai salah satu pesertanya. Dan kenapa aku mau cerita ini ke kamu, karena aku rasa kamu bisa di percaya dan gak tau kenapa aku nyaman aja cerita ini. Dan semoga kamu bisa nyimpen buat kamu sendiri yah" cerita Haura panjang
"sebelumnya makasih yah mau cerita ke aku. Trus sekarang kalian hubungannya gimna?" tanya Ricky masih penasaran
"kami udah putus lama dari aku kelas 12. Dia yg mutusin aku tepat di hari ulang tahunnya. Tapi kami sempat balikan, sebelum akhirnya benar-benar putus dan dia milih bersama orang lain, sedangkan aku tetap sendiri sampai sekarang" lanjut Haura menceritakan kisahnya
\#***Flashback***
"Yoana, aku kebelet ni, temenin ke toilet yuk udah gatahan lagi" ajak Haura pada Yoana teman satu sekolahnya yg juga ikut sebagai salah satu peserta.
"yaudah yuk, aku juga kebelet" jawab nya
__ADS_1
Mereka pun berdua buru-buru ke toilet sambil sesekali bercanda karena melihat hal-hal lucu di sekeliling, dan mereka tidak terlalu memperhatikan jalan, karena terlalu asyik.