Move On Jalur Langit

Move On Jalur Langit
23


__ADS_3

..."Jika setelah hujan saja akan ada pelangi, mengapa kita tidak bisa tersenyum setelah bersedih. Tidak ada yang benar-benar utuh setelah melalui proses jatuh, entah itu luka atau sekedar memar biasa, tetapi setidaknya akan membuat sedikit rasa perih"...


...@kak_py...


panggilan pun di akhiri, Haura kembali mengerjakan tugasnya yang tertunda karen ada yang menelpon. Tapi ia justru tidak fokus karena bimbang harus jawab apa ke Ricky. Haura suka dan kagum sama sikap Ricky, tapi dia juga tidak yakin.



karena laki-laki akan bersikap baik agar mendapatkan apa yang dia mau, Jaka pun dulu seperti itu. Tapi setelah mendapatkan Haura sikapnya berbeda dan malah selingkuh.



Setelah berpikir panjang akhirnya Haura mengirim pesan WA kepada Ricky untuk jawaban atas perasaannya bahwa Haura mau menjadi pacar Ricky.



***Ting***...


"Ki, aku udah mikirin baik-baik apa jawaban ku. Dan aku mau jadi pacar kamu, tapi kamu harus tau bahwa aku gak sebaik yang kamu pikir. Mungkin awalnya kamu nyaman tapi setelahnya belum tentu, jadi kamu pun harus pikirin itu baik-baik jangan sampai menyesal"



"Makasih yah Ra udah mau terima aku, aku seneng banget. Aku janji gak bakal nyakitin kamu, dan gak akan seperti mantan kamu. Aku mau kita saling jaga, saling ngingetin"



"Aku hanya butuh bukti dari kamu untuk kepercayaan yang aku kasih. Dan kalau kamu ragu-ragu atau suatu hari nanti ingin ingin mundur karena nemuin orang yang jauh lebih baik dari aku, tolong kasih tau aku dan bilang di mana salahnya"



"Iya Ra kamu tenang aja, percay sama aku"



"Aku pegang kata-kata kamu"



"Besok kita bisa jumpa gak, aku mau denger langsung dari kamu "



"Heumm kalau besok kayaknya gak bisa aku ada janji sama temen-temen, lusa bisa"


__ADS_1


"Ok lusa jug boleh"



"Ok fiks"



"Ra aku kerja dulu yah, see you"



"See you to"



Setelah hari jadian dan akhirnya kedua pasangan baru itu memutuskan untuk bertemu. Dan itu hari pertemuan sekaligus perpisahan karena Haura harus pulang kampung karena libur semester.



Waktu terus berlalu tanpa terasa hubungan Haura dan Ricky sudah berjalan 1 tahun. Seiring waktu mereka sering bertemu, menghabiskan waktu bersama dan saling berbagi entah suka maupun duka. Banyak masalah di hubungan mereka meski tidak sampai membuat mereka berpisah.


Dan lima bulan belakangan sikap Ricky aneh, Haura yang tau banyak hal tentang Ricky kekasihnya, tentu saja merasakan perubahan itu. Komunikasi antara mereka pun seakan renggang, hubungan mereka seolah berjarak.


Semakin banyak masalah yang tidak terkendali di hubungan dua insan itu. Mereka berdua sering berdebat hal-hal sepeleh yang akan di besar-besarkan dan masalah besar diabaikan. Ricky semakin sibuk sulit di ajak berdiskusi atau sekedar bercerita untuk menyelesaikan masalah itu.


Banyak sekali kecurigaan Haura kepada kekasihnya. Ricky seperti menyembunyikan banyak hal dari Haura. Hingga membuatnya bertanya-tanya apa yang salah antara mereka.


Ricky sering kirim pesan yang tidak biasanya, namun katanya itu salah kirim. Tidak mengangkat sambungan telpon jika sedang bersama Haura, jika di angkatpun pasti ia menjauh dari Haura dengan banyak alasan yang tidak masuk akal.


Awalnya Haura maklum mungkin itu kerjaan, dan privasi penting yang tidak perlu di ketahui Haura. Tapi lama-lama ia juga bosan, dan seperti di bodohi. Haura tidak ingin ambil pusing, ia hanya diam dan menunggu Ricky sendiri yang akan berbagi padanya.


Tapi lama kelamaan hubungan mereka berdua bukan semakin baik, namun malah terasa semakin jauh, komunikasi semakin butuh hanya beralasan sibuk, mereka seperti orang asing yang saling mengenal, sikap Ricky semakin tidak tertebak.


Lelaki itu suka marah-marah, bahkan tidak jarang berlaku kasar. Entah itu perkataan atau bahkan fisik, tapi Haura selalu bisa memaafkan orang itu hanya dengan rayuan. Padahal Haura sebelumnya tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu. Bahkan Jaka mantannya tidak pernah kasar sekalipun, hanya satu kesalahan mantannya itu yaitu selingkuh.


Drettt


Drettt


Drettt


"Halo, assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


"Yank, lagi dimana?"


"Dirumah"


"Engga ngantor?"


"Ini baru pulang"


"Yank kamu sebenarnya kenapa sih, akhir-akhir ini berubah, ada masalahapa? Coba cerita mana tau aku bisa bantu" tanya Haura yang mulai tak tanya dengan keadaan antara mereka, padahal Haura ngomong baik-baik, Ricky seakan terpaksa dan cuek.


"Emang nya aku kenapa? Kamunya aja yang baperan, orang aku baik-baik aja juga" jawab Ricky tak senang


"Terus kamu kenapa marah-marah gak jelas, salahnya di mana, perasaan aku gak buat salah"


"Udah deh yah aku lagi males berantem, kamu gak usah mancing-mancing"


"Kalau aku ada salah bilang, jangan gini, aku jadi bingung. Kalau kesel sama orang lain atau ada masalah di luar cerita, bukan lampiasin ke aku"


"Aku capek baru pulang kerja, yaudah aku tutup telpon nya yah, ngomong sama kamu makin emosi"


"Aku.."


Tut...


Tut...


Tut...


Ucapan Haura terpotong karena panggilan itu terputus, diakhiri secara sepihak oleh Ricky. Haura sabar, tapi khawatir Setok sabarnya menipis, apalagi kalau sampai kecurigaan nya selama ini benar.


Untuk yang satu itu dia ragu, ia takut jika antara mereka berdua terus seperti ini, ia yang akan berubah dan tidak perduli. Ricky sama sekali tidak menghubungi atau sekedar memberi kabar jika bukan Haura duluan yang bertanya.


Haura seperti tidak dianggap, bahkan Ricky tidak segan membanding-bandingkan Haura dengan teman wanitanya. Setiap Haura ingin bercerita tentang masalahnya, Ricky sibuk dengan urusannya.


Ting...


"Ki, besok kamu sibuk? Bisa kita ketemu? Aku mau ngomong penting"


Sebuah pesan terkirim, Haura menatap layar hp nya menunggu balasan


Ting...


"Besok aku libur, tapi gak tau ada kegiatan apa engga, aku usahain, nanti malam aku kabari kalau bisa"


Haura membaca isi pesan itu dengan tatapan tak terbaca. Namun, raut wajahnya sedih dan pikirannya berisik dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu.

__ADS_1


Belakangan Haura menjadi murung, dan itu menjadi tanda tanya bagi kedua sahabat baiknya. Tiara dan Silvia mengkhawatir Haura, perihalnya anak itu semenjak pacaran dengan Ricky mulai jadi sosok yang berbeda. Tidak seceria dulu, banyak masalah dan sering bersedih.


Tiara dan Silvia tidak terlalu menyukai Ricky, bukan tanpa alasan. Karena, feeling mereka tidak baik setiap melihat lelaki itu. Meraka jadi jarang kumpul dan cerita bersama Haura, karena banyaknya aturan dari Ricky yang harus terus laporan padanya. Padahal dia sendiri tidak melakukan hal yang sama.


__ADS_2