
..."Jika dia meminta hujan karena ingin melihat pelangi, harusnya aku tidak perlu menjadi payung untuk nya berteduh lagi"...
...@kak_py...
\#***Perpisahan***
Seluruh kegiatan perlombaan telah usai, dan waktunya berpamitan dan berpisah dengan peserta lainnya, dan akan meninggalkan kota ini. Kota yang sangat berkesan dan menuliskan satu garis sejarah dalam cerita hidup Haura. Kembali pada rutinitas sebagai seorang siswa.
Haura dan Yoana tidak dapat juara dalam perlombaan yang mereka ikuti, namun mereka termasuk dalam kategori peserta terbaik. Meskipun begitu mereka tidak berkecil hati. Karena dengan kesempatan itu mereka dapat bertemu dengan orang-orang pintar dan hebat jadi bisa lebih banyak belajar lagi dan merasa bangga karena dapat menjadi perwakilan sekolah untuk sampai di tempat itu.
Masa SMA adalah masa-masa remaja paling membahagiakan bagi Haura. Banyak hal menarik yang iya lewati, sampai ketika iya bertemu Jaka di acara perlombaan di Jakarta tempo hari. Jaka dan Haura mengikuti perlombaan yang sama, dan tidak sengaja bertabrakan. Hingga perjumpaan itu membuat mereka saling berkenalan sampai mempunyai hubungan spesial.
Semenjak mereka bertukar nomor telepon di malam pengenalan hari itu, hingga hari ini mereka masih sering komunikasi, berawal dari obrolan sekolah dan beberapa pengalaman masing-masing sampai berlanjut ke obrolan yang mulai serius. Mulai tumbuh benih-benih suka sama suka di antar mereka berdua.
Haura dan Jaka pun sempat beberapa kali bertemu entah itu di acara Pesta dan kegiatan sekolah. Atau aktivitas luar sekolah lainnya. Bahkan Meraka pernah janjian untuk bertemu. Sampai akhirnya di hari di mana Jaka menyatakan perasaan kepada Haura. Mereka berdua bertemu di sebuah kafe yang banyak di datangi anak remaja seusia mereka, Karena kafe itu tempatnya anestetik dan nyaman.
"Ra aku mau ngomong something boleh?" tanya Jaka setelah mengumpulkan keberanian
"Iya kak boleh, ngomong aja" jawab Haura
"hufff, eum aku sebenarnya udah suka sama kamu, dari pertama kita jumpa di Jakarta aku terus kepikiran kamu" ucap Jaka deg-degan dan keringat dingin
"jadi kakak maunya gimana" jawab Haura yang juga deg-degan karna melihat Jaka dengan ekspresi seriusnya
"Haura, kamu mau gak jadi pacar aku?" ucap Jaka penuh harap menyampaikan maksudnya
"U, Ura mau kak" balas Haura terbata
"bener Ra kamu mau?" tanya Jaka memastikan
"iya bener kak" jawabnya singkat dengan malu-malu
"makasih yah Ra udah mau jadi pacar aku, berarti hari ini kita resmi jadian" timpal Jaka lagi kegirangan seraya menggenggam tangan Haura
__ADS_1
"heum" gumam Haura tersenyum tulus pada Jaka
Mereka berdua ber-selfie mengabadikan momen bahagia itu. Terpancar Wajah penuh kebahagiaan dari keduanya. Dan ini merupakan momen pertama bagi Haura yang sebelumnya tidak pernah berpacaran. Jadi Jaka adalah pacar pertama bagi Haura dan ia berharap mereka akan selalu baik-baik saja menjalani hubungan ini.
Hari-hari berikutnya mereka jalani seperti biasa, dengan berbagai rutinitas. Dan mulai ada panggilan kata sayang diantara keduanya. Namun meskipun sudah berpacaran, hubungan mereka tidak mereka publik, hanya ada beberapa teman dekat saja yg mengetahui. Sebab Haura belum di perbolehkan untuk berpacaran oleh keluarga nya. Mereka ingin Haura fokus sekolah dulu, agar tidak terganggu dengan hal tidak penting.
Tidak pernah ada masalah serius dalam hubungan mereka berdua. Mereka tidak pernah bertengkar, setiap masalah di atasi baik-baik. Jaka pun selalu berkata lembut terhadap Haura meski iya sedang marah. Namun meski sudah berpacaran mereka jarang jalan bareng, jarang ketemuan, dan semua hanya lewat sambungan telpon dan SMS.
Padatnya kegiatan sekolah yang dikarenakan persiapan kelulusan. Membuat mereka harus lebih berfokus untuk belajar. Ditambah ada ke giatan Les untuk persiapan menghadapi Ujian. Jadi menghalangi sepasang kekasih itu untuk bertemu dan harus LDR, karena mereka beda sekolah.
#Beberapa bulan kemudian
Drettt
Drettt
"Halo Assalamu'alaikum sayang" sapa Haura memberi salam
"Waalaikumsalam, Ra lagi dimna?" jawab Jaka di seberang sana
"oh iya lupa, bisa datang ke taman bentar gak, abang mau ngomong sesuatu Ura, penting!!" sambung Jaka lagi
"gak tau nih, soalnya kan udah jam 22:00 wib, takut gak di izinin, tapi coba Ura usahain yah, bisa atau engga nya nanti Ura kabarin lagi boleh?" tanya nya hati-hati
"oke kabari secepatnya yah, Abang udah nungguin di taman nih" ucap Jaka
Tut
Tut
Tut
Sambungan telpon pun terputus, pertanda keduanya telah mengakhiri panggilan. Hubungan Haura dan Jaka sudah berjalan 9 bulan, dan dalam waktu itu mereka baik-baik saja, tidak adalah masalah besar, dan saling memaklumi kesibukan masing-masing. Haurapun sangat mencintai Jaka yang merupakan pacar pertamanya. Meski hubungan mereka masih di sembunyikan dari orang-orang tapi tidak membuat hal itu menjadi masalah untuk mereka.
Drettt
Drettt
__ADS_1
Drettt
"Halo Assalamu'alaikum Ra, jadi gimna?" tanya Jaka
"Waalaikumsalam, maaf yah sayang, Ura gak bisa, gak di izini keluar' jawab Haura sedih merasa bersalah
'Yaudah deh, Abang yang kesana gimna?" tanya Jaka lagi
"ehhh jangan, nanti berabe loh, taukan Ura ga di bolehin pacaran sama keluarga" ucapnya takut
"yaudah lah terserah, emang adek gada niat mau jumpa Abang"
"bukan gitu, tapi.......tut, tut ut, tut " ucapnya terpotong karena Jaka mengakhiri panggilan secara sepihak
Setelah berakhirnya panggilan Haura benar-benar merasa bersalah. Karena Jaka tidak biasanya marah dan bersikap seperti itu, biasanya dia akan selalu memaklumi. Ia menjadi khawatir dan mencoba menelpon Jaka berkali-kali, namun Jaka tidak mengangkatnya sekalipun. Hal tersebut semakin membuat Haura kepikiran.
Ting..
Ting..
"Dek sebelumnya maaf yah, Abang kaya nya gak bisa lagi sama adek"
"abang tau ini salah, dan adek gak salah, tapi Abang mau kita putus"
Kedua pesan dari Jaka seperti petir bagi Haura, bukan main kaget dirinya. Hatinya berdebar tapi bukan jatuh cinta melainkan getaran ketakutan. Haura terpaku di tempat, bingung mau berkata apa, sebab itu terlalu tiba-tiba.
"maksudnya ini apa bg, Ura gak ngerti" balas Ura bergetar dan was-was
"abang mau kita putus" balas Jaka lagi
"iya, alasannya apa, kenapa minta putus" balas Haura
"gak ada alasan, abang cuma bosan, dan Abang tetap pada keputusan abang untuk putus" balas Jaka
"Tapi kenapa, Ura buat salah apa, kenapa Abang buat ke putusan sepihak gini" balas Haura lagi
"Ura gak salah kok, Abang aja yang udah bosan, dan ini gak bisa di ganggu gugat" balas Jaka teguh dengan pendiriannya
__ADS_1