Move On Jalur Langit

Move On Jalur Langit
25.


__ADS_3

..."Tuhan selalu punya cara eastetik yang tidak terpikir oleh manusia. Entah baik ataupun tidak namun itulah yang akan membuat manusia bersyukur suatu ketika"...


...@kak_py...



Ting...


Ting...


Ting...



Suara notif dari hp sang kekasih kembali berbunyi, Haura mulai penasan tapi masih enggan untuk mengecek. Karen menurutnya itu adalah privasi Ricky dan mungkin saja itu kerjaan. Tapi hp Ricky tidak biasanya tertinggal dan tergelat di atas meja begitu saja. Dan selalu dalam mode terkunci yang sampai hari ini Haura tidak tahu password hp itu dan Ricky pun tak pernhah memberitahunya. Meski hp Haura selalu di cek oleh Ricky disetiap pertemuan mereka.



Lagi-lagi Haura mulai curiga, apa mungkin Ricky lupa membawa hp nya dan itu adalah pertanda dia harus melihatnya. Begitulah pikir Haura yang masih bimbang. Ia pun berusaha menggapai hp itu dengan rasa penasaran yang tidak terindahkan, karena menurutnya tidak mungkin hanya orang iseng mengirim pesan sebanyak itu.



Ting...


Ting...


Ting...


"Assalamualaikum calon imam"


"Pagi sayangku♥️"


"Lagi ngapain?"


"Udah sarapan belom"


"Ihhh kok gak di bales sih syg😔"


"Sayang oh sayang....."


"Yaudah deh, adek mau ke kampus dulu yah ada kelas hari ini"


"Bye sayang yg sok sibuk"


"Love you 😘"



Beberapa isi pesan itu cukup mengejutkan Haura, tangan nya bergetar, jantungnya berpacu dengan cepat, dan dadanya mendadak sesak, nafas tertahan, dan air mata itu luruh begitu saja tanpa di perintah. Haura terdiam dan terpaku di tempatnya dengan berbagai pertanyaan di kepala nya yang membuatnya pusing dan lemas.



Melihat kontak yang di beri nama "You🖤" dan membaca isi percakapan dalam chat itu dari awal sampai akhir. Bisa Haura simpulkan hubungan mereka sudah berjalan beberapa bulan dan bukan hanya sekedar sebatas teman tapi lebih dari itu.



Lebih syoknya lagi Haura melihat nama kontaknya tidak ada sama sekali di hp sang kekasih, bahkan tidak tersimpan. Riwayat panggilan dan pesan pun dihapus semua. Jadi selama ini hubungan mereka sebatas setatus tapi Haura tidak penting sama sekali di hidup lelaki itu.



Dadanya semakin sesak, Haura mengusap mukanya dengan kedua tangan. Merutuki kebodohannya yang tertipu dengan pembohong seperti Ricky. Menutup semua kemungkinan dan kecurigaannya. Mempercayai lelaki itu 100% tanpa perduli orang ngomong apa tentang dia.Sakit? Tentu saja, semua tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.



Haura mencoba mengontrol diri dan mengusap air matanya, karena dari kejauhan gadis itu melihat Ricky yang keluar dari toilet dan berjalan ke arahnya. Ia kembali merilekskan dirinya dan meletakkan kembali hp itu agar Ricky tidak curiga.



"Udah dari toiletnya?"



"Udah"



"Kok lama banget, ngapain aja"

__ADS_1



"Iya perut aku mules, terus merokok bentar, soalnya kamu kan gak suka nyium asap rokok"



"Heum, yaudah nikmati dulu pesanannya udah dateng tuh, tar dingin"



Ricky sangat menikmati hidangan yang mereka pesan, namun tidak dengan Haura yang hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di depnnya. perasaannya campur aduk, Ia menjadi tidak selera untuk makan. Padahal baru ingin menyendokkan makanan itu kemulutnya, tetapi rasanya malah membuat mual.



"Yank aku boleh pinjem hp kamu bntar gak, mau nelpon Tiara bentar, hp aku mati lupa ngechas semalem" tanya Haura memecah keheningan



"Heum, iya, cuma bentar kan?" Ucap Ricky memastikan



"Iya"



Ricky memberikan hpnya tanpa curiga sama sekali, karena pikirnya Haura pasti tidak akan memeriksa hp nya secara detail. Karena gadis itu sangat menghargai privasi, tapi sayang nya Ricky tidak tau saja jika Haura sudah tahu kebohongannya.



Drettt


Drettt


Drettt


"Halo assalamu'alaikum" sapa seseorang di seberang sana




"Maaf ini siapa?" Tanya seseorang di seberang sana yang menunjukkan nada bingung yang kentara. Karena suara Haura mungkin yang membuat orang itu bertanya-tanya



"Ihh aku loh, masa gak tanda sih suaranya" jawab Haura sok kenal agar tidak menarik perhatian Ricky



"Serius ini siapa?" Tanya orang itu



"Kamu sendiri?" Tanya balik Haura



Tut...


Tut...


Tut...


Panggilan terputus sepihak, orang itu mungkin sengaja mengakhirinya. Tapi Haura tidak kehabisan akal, ia ingin tau seperti apa orang itu. Kemudia Haura kembali menghubungi orang itu dengan panggilan video call.



Drettt


Drettt


Drettt


"Kok di matiin sih?"


"Halo"

__ADS_1


Ucap Haura namun tidak ada jawaban dari seberang sana. Hanya gedung kampus yang sangat di kenal oleh Haura yang terlihat di kamera. kampus tempat beberapa temannya menempuh pendidikan dan gadis itupun sempat beberapa kali main ke kampus itu. Dan orang itu kembali memutus panggilan begitu saja. Beberapa kali Haura mencoba menghubungi kembali, namun di tolak. Akhirnya Karena mulai jengah Haura mengirim pesan pada orang itu.



"Maaf, kamu siapanya Iky?" Tanya Haura



"Cuma temen, kamu sendiri siapa?"



"Aku juga cuma temen"



"Terus ada perlu apa?"



"Aku serius nanya? Aku pacarnya, dan kamu gak perlu nutupin hubungan kamu sama Iky. Aku udah baca isi chat kalian di hp dia. Dan untuk sebatas teman itu tidak wajar, terlalu mesra. Dan kamu sendiri pake cadar tapi ngirim foto ke dia ga pake jilbab. Jadi, gak mungkin cuma teman seberani itu, mending kamu jujur deh aku gak marah"



"Iya aku ada hubungan sama dia, tapi kita jangan chat disini, chat dari WA kamu aja"



"Iya boleh, akupun gak mau dia curiga"



"Ok nanti kita bahas, aku ada MK sekarang mau masuk kelas dulu"



"Ok thanks "



Haura menyalin nomer kontak perempuan itu ke hp nya dengan cepat, dan menghapus riwayat panggilan dan chat nya tadi dengan seseorang di seberang sana. Ia hanya tidak ingin rencana untuk membongkar kecurigaannya akan di ketahui oleh Ricky. Karena Ricky pasti punya seribu alasan untuk menutupi kebohongan itu. Jadi ia ingin melihat pendapat kedua pihak bukan hanya sebelah pihak saja.



Padahal hanya mengetik pesan saja, tapi tangan Haura bisa sangat gemetar dan keringat dingin. Ketegangan yang di rasakan Haura tidak luput dari pandangan Ricky yang mulai merasa aneh dengan sikap Haura. Wajah gadis itu tidak bersemangat, tatapannya kosong, ada kegelisahan yang membuatnya tak nyaman.



"Kamu kenapa Ra? Kok pucat gitu? Tangan nya juga gemetaran, sakit?" Tanya Ricky sedikit khawatir



"Aku gapapa, cuma gak selera aja makan, lambung aku gak enak" jawab



"Makan aja, sikit boleh!! nanti sakit loh!!"



"Udah aku coba tapi malah mau muntah"



"Yaudah di bungkus aja yah?"



"Iya"



Ricky pun meminta pelayan untuk membungkus makanan milik Haura.



"Ki aku mau pulang, bisa? Biar di jemput sama Tiara aja dia lagi belanja di Suzuya" ucap Haura yang mulai tak nyaman dengan perasannya

__ADS_1


__ADS_2