Move On Jalur Langit

Move On Jalur Langit
12.


__ADS_3

..."Kepergian sosok yg di kasihi tidak pernah menjadi kemauan, dan kehilangan adalah ketakutan paling nyata yang membayang dengan menancap seribu luka tanpa kata "...


...@kak_py...


Haura bangkit dan bersandar di kepala ranjang, ia memegang kepalanya yg terasa pusing dan mulai mengingat-ingat kejadian sebelumnya.



"Sya aku kenapa, kok bisa disini" tanya Haura pada Kesya dengan memperhatikan sekeliling



"Alhamdulillah kamu sadar, tadi kamu pingsan Ra, jadi di bawa kesini" jawab Kesya



"ini kenpa kok ada suara rame-rame yah, ada acara apa" tanya Haura lagi



"euk, uuk itu a, a, ayah kamu Ra" jawab Kesya terbata karena takut Haura terkejut dan pingsan lagi



"Ayah aku kenpa Sya" tanya Haura lagi mulai panik



"Ayah kamu u, ud, dah gak ada Ra" jawab Kesya lagi mulai terisak


__ADS_1


"ha aa a, Ayah, Ayah udah gak ada" ucap Haura dengan lidah kaku dan terisak yang amat sesak menghantam dadanya.



Kesya merangkul Haura memberi pelukan kekuatan, agar ia tenang. Haura yang biasanya ceria, hari ini terlihat sangat hancur dan terlihat jelas raut kesedihan disana. Kesya sangat tau bagaimana perasaan Haura saat ini, karena ia juga pernah dalam situasi itu, ayahnya meninggal 2 tahun lalu. Ditinggal seseorang yang begitu kita sayangi bukan hal mudah untuk diterima, mungkin mulut bisa mengatakan baik-baik saja dan ikhlas, tapi nyatanya keadaan dan perasaan tidak begitu. Berat bagi Haura yang dikejutkan dengan meninggalnya sang ayah.



Setelah Haura kembali melihat jenazah ayahnya yang tanpa ekspresi itu, air matanya jatuh begitu saja tak tertahankan, saudara dan orang-orang terdekatnya menghampiri menyampaikan bela sungkawa, menepuk bahunya memberi kekuatan agar tetap kuat, sabar dan ikhlas. Haura terdiam dengan pikiran yang tidak pada tempatnya, rasanya akan ada beban baru yang harus dipikul Haura kedepannya yang mau tidak mau harus ia emban.



Selesai sudah proses pemakaman "Teuku Reksa Angkasa Bin Tengku Imam Angkasa", ayah dari Haura. Hari terakhir ia melihat wajah ayahnya yg berseri dengan senyuman ketenangan. Mereka semua kembali kerumah, Haura menatap rumahnya rumahnya dengan pikiran kembali ke hari-hari dimana keluarganya masih lengkap, penuh canda tawa dengan kehangatan yang selalu ia rindukan bila ia berangkat kuliah.



Dan hari ini hingga seterusnya waktu akan mengajarkannya untuk bisa ikhlas bahwa itu semua sudah tidak sama lagi, akan ada yang berbeda. Entah bagaimana nantinya, apa mungkin rumahnya akan seceria dulu atau tidak, ia masih tidak bisa menebaknya. Haura hanya mengikuti bagaimana takdir membawanya menjalani alur cerita hidup penuh tanya ini.




Kembali ke Meulaboh 💛


Hari ini hp Haura tidak henti-henti nya berbunyi notif group WhatsApp. Para teman-teman nya sedang heboh membahas kegiatan perkuliahan yg di hentikan dan dilakukan dari rumah akan kembali di laksanakan secara tatap muka. Mereka semua gembira, karena akan kembali bertemu teman-teman dan menjalani kesibukan yang sudah mereka rindukan.



Inilah hal paling ditunggu oleh Haura, kembali menjalani rutinitas dalam berjuang menyelesaikan studi nya sampai menjadi sarjana. Karena itu adalah salah satu harapan ayahnya yang dititip padanya. Sempat terpikir oleh Haura untuk berhenti kuliah, karena merasa tidak punya tujuan lagi, namun ia kembali terpikir bahwa ia masih punya mama yang harus ia bahagiakan dan di buat bangga, sebab itu janjinya pada sang ayah sebelum dia meninggal dunia.


__ADS_1


Untuk itu bagaimana pun sulitnya, Haura akan tetap bertahan sampai cita-cita nya terwujud, setidaknya ayahnya akan bangga telah mendidik dan memberi pelajaran berharga pada Haura sebelumnya dengan baik, hingga akan membawa Haura pada puncak kesuksesan walau ayahnya tidak akan melihat itu semua lagi. Tapi tak apa, ia akan buktikan bahwa ia punya ayah yang hebat, hingga membuatnya menjadi kuat dan tangguh.



Akhirnya Haura sampai juga di kota Meulaboh, tempatnya menempuh pendidikan itu, kembali bertemu dengan dua sahabat Bar-bar nya yang amat ia rindukan. Kembali ke kos sederhana yang penuh kenangan bersama para curut yang ia sayangi.



"Uraaaaaaaa" teriak Tiara dan Silvia bersamaan yang langsung memeluk erat Haura, ketika baru saja memijak kan kakinya di depan kosan



"Astagfirullah ya Allah, anak dua ini emng paling ahli buat orang jantungan" Haura mengelus dadanya, karena terkejut dengan kelakuan sahabatnya , dan membalas pelukan tulus penuh kerinduan itu



Iya mereka berdua yaitu Tiara dan Silvia sudah duluan sampai dikosan, dan berniat mengejutkan Haura. Dan tentu saja mereka berhasil, tapi juga sangat senang karena bisa berkumpul bersama lagi menghabiskan banyak waktu dengan canda tawa dan kehangatan yang sudah seperti keluarga. Meskipun setiap harinya mereka selalu video call, tapi tetap saja bertemu adalah obat dari kerinduan.



Hari-hari pun mereka lalui dengan bahagia. Haura mulai terbiasa dengan kepergian sang ayah, dan menjalani rutinitasnya seperti biasa. Mulai bisa tersenyum ceria, meski sesekali masih menangis di malam harinya, tetapi tidak sesering sebelumnya. Berkat dia sahabat absurd nya itu, ia mulai terbiasa dan bisa menerima setiap keadaan. Dua sahabatnya selalu memberi kekuatan dan semangat kepada Haura.



Semua begitu cepat berlalu, tidak terasa Haura dan kedua sahabatnya akan memasuki semester baru. Minggu ini mereka akan selesai UAS (Ujian Akhir Semester) dan memasuki semester 5 yang tentunya akan membuat mereka semakin sibuk dengan tugas dan MK yang semakin banyak dan sulit.


Setelah UAS nanti waktunya mereka libur panjang, dan tentunya itu membuat ke-3 gadis itu sedih, karena harus terpisah untuk beberapa waktu. Sebab mereka akan pulang ke kampung masing-masing yang jaraknya tidak dekat. Jadi mereka akan menghabiskan waktu bersama sebelum pulang nanti, masih ada beberapa hari untuk mereka lewati bareng-bareng. Jadi kesempatan itu tidak akan mereka lewatkan begitu saja dengan sia-sia.


Ujian akhir semester pun usai, Haura, Tiara dan Silvia sangat lega. Hanya tinggal menunggu hasil dari perjuangan mereka selama ujian dan mengisi KRS untuk semester berikutnya yg dapat di kerjakan secara Online.


Hari ini Haura, Tiara, Silvia dan teman satu prodi mereka akan melaksanakan outbound di pantai Lhok Bubon. Sebagai acara perayaan selesainya ujian dan akan berpisah beberapa waktu untuk akhirnya memasuki awal baru yang lebih menantang. Mereka bakar-bakar ikan, dan memasak makanan lainnya untuk di santap.

__ADS_1


__ADS_2