
..."Pada akhirnya dia hanyalah orang asing yang tau segalanya tentang diriku, seseorang yang pernah menjadi objek percakapan dan pandangan dalam tulisan buku lama yang tidak akan pernah ku baca kembali"...
...@kak_py...
Haura pun berusaha untuk happy dan tidak bersedih, lagian itu juga keputusan yang baik, jadi dia bisa fokus untuk ujian kelulusan dan mewujudkan impiannya agar dapat di terima di universitas negeri yang dia harapkan.
Sepeninggalan Haura, Jaka dengan sederet perasaan bersalahnya merasa sangat jahat. Ia sebenarnya tidak ingin melepaskan Haura, tapi sudah terlanjur jatuh cinta pada orang lain. Dan Jaka tidak ingin menjadi semakin egois membuat Haura dalam keadaan tanpa kejelasan. Iya tidak ingin semakin menyakiti Haura lagi, makanya ia memiliki berpisah.
Haura adalah perempuan satu-satunya yang paling baik dari pacar Jaka sebelumnya. Ia dan Haura tidak pernah bertengkar, karena Haura selalu berbicara lembut dengan sikap yang santun dan manis. Haura juga selalu bisa mengerti Jaka. Tidak ada yang kurang dari Haura, hanya saja Jaka tidak bisa jauh saat pacaran. Dan pacarnya yang sekarang dekat dengannya. Dan mau di ajak kemanapun. Beda dengan Haura yang hubungan mereka harus ditutupi.
\#***Ujian kelulusan***
Haura dan para sahabatnya baru saja menyelesaikan ujian terakhir kelulusan mereka. Jadi, mereka hanya menunggu pengumuman hasil akhirnya yang akan menentukan mereka lulus atau tidak.
"Kalian bertiga kalau lulus rencana mau lanjut kuliah apa engga?" Tanya Kesya
"Heum aku rencana kuliah, tapi bingung juga mau bawa dimana" jawab Haura
"Kalau aku sih gak pasti, niat ada, cuma lihat nanti lah" balas Bima
"Aku mau coba tes TNI dulu, kalau gak lulus baru kuliah" timpal Ando
"Semoga aja kita semua lulus dan apapun jalan selanjutnya yang bakalan kita ambil Allah permudah dan kita bisa sukses bareng, aamiin" sambung Kesya penuh pengharapan
"Aamiin" jawab serempak Ando, Bima dan Haura
Beberapa hari kemudian hasil yang mereka berempat tunggu-tunggu keluar. Dan Alhamdulillah seperti yang diharapkan. Mereka lulus dengan nilai yang memuaskan, tidak sia-sia mereka belajar dengan sungguh-sungguh. Rasa syukur dan bahagia menyertai ke empat manusia itu.
__ADS_1
Dan dalam beberapa hari ini pula Haura mulai disibukan dengan pengurusan berkas pendaftaran untuk masuk universitas. Haura berencana mengikuti beasiswa karena tidak ingin menyusahkan orang tuanya. Ada beberapa undangan dari kampus yang di tawarkan sekolah pada Haura, karena nilai dan prestasinya memuaskan. Haura berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Ia pun tidak ingin menolak rezeki yang memang sudah di depan mata.
Setelah beberapa Minggu Haura mulai melupakan Jaka, karena kesibukan barunya. Beberapa hari lagi ia dan Kesya akan berangkat ke Banda Aceh untuk mengikuti tes dari perusahaan tinggi yang di tuju mereka. Dan mereka satu tempat ujian yang sama, itu membuat mereka berdua sangat senang karena bisa bareng-bareng.
Jadi, gitulah cerita masa lalu aku tentang percintaan di masa SMA, sampai aku enggan untuk memulai hubungan baru lagi. Rasanya sulit percaya dan takut di kecewakan lagi. Butuh waktu untuk beradaptasi dan berdamai pada diri sendiri dalam keadaan dengan beberapa sudut kenangan yang sesekali Masih terlintas dan membayang.
Aku tidak benci sama sekali, tapi untuk tersenyum saat bersapa rasanya seakan kaku dan mendadak menjadi asing. Perasaan itu sudah hilang dan tidak tersisa sama sekali, tapi lupa itu tidak mungkin, karena dia pernah menjadi salah satu objek penting dalam alur skenario dan bab di cerita ku.
"Berarti sekarang kamu masih belum siap buka hati karena terauma sama masa lalu yah?" Tanya Ricky hati-hati
"Yah gitu lah, mungkin bukan belum siap tapi belum nemu yang bisa di percaya lagi, karena dari beberapa orang yg datang coba mendekati juga sama aja"
"Heum kalau aku bilang aku beda gimana?"
"Maksudnya?"
"Iya, aku mau matahin persepsi kamu tentang cowok sama aja"
"Caranya?"
"Jujur yah dari awal kita jumpa sampe sekarang aku udah tertarik sama kamu, dan di beberapa kesempatan kita ngobrol banyak hal, aku mulai nyaman dan ada perasaan"
"Aku gak bilang aku baik, cuma aku mau coba lebih baik, dan kita punya kisah yang sama. Aku pengen kita bisa memulai hubungan yang bisa memperbaiki masa lalu itu"
"Jadi ceritanya kamu nembak aku nih?"
"Aku yang sekarang sama nanti setelah dekat bisa jadi berbeda, karena yang kamu lihat sekarang belum sepenuhnya. Mungkin bisa aja sekarang kamu nyaman dan cocok sama aku, tapi belum tentu nanti"
"Aku serius sama kamu Ra, aku pengen punya hubungan yang dewasa untuk kejenjang serius. Umur sekarang bukan waktunya main-main"
"Aku gak tau, aku belom bisa jawab sekarang, ini harus dipikiri baik-baik dulu"
"Iya ga masalah, aku mau kamu pikir-pikir dulu gimana. Aku pengen saling menjaga aja, dan mau buat kamu bahagia dan gak akan nyakitin kamu. Dan apapun jawabannya aku terima"
"Sebenarnya aku ada sedikit rasa ke kamu, apalagi dari interaksi kita yang makin intens,tapi aku masih belum yakin"
"Iya gapapa, aku maklum kok, jadi aku tunggu jawaban kamu"
"Oke, makasih udah mau jujur tentang perasaan kamu"
"Iya Ra"
Sore dipantai itu menjadi tempat kedua manusia itu saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Kedekatan keduanya mulai tumbuh benih-benih asmara yang tidak mereka sadari satu sama lain.
__ADS_1
"Ki pulang yuk, udah sore nih"
"Oh iya boleh, aku anterin kamu pulang"
"Oke yuk"
Ricky pun mengantarkan Haura untuk pulang. Dia hanya perlu menunggu jawaban Haura tentang perasaannya. Dan Ricky berharap itu adalah kabar baik.
Beberapa hari telah berlalu usai pertemuan Haura dan Ricky, dan komunikasi mereka tiba-tiba merenggang. Haura masih bingung dengan perasannya, ia takut di kecewakan seperti dulu. Jadi ia belum berani untuk memberi keputusan pada Ricky.
Drettt
Drettt
Drettt
"Halo assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Hay Ra apa kabar?"
"Alhamdulillah baik Ki, kamu sendiri?"
"Aku baik juga"
"Heum tumben nih nelpon kenapa?"
"Aku mau mastiin jawaban kamu aja Ra, gimana?"
"Aku gak bisa jawab sekarang, boleh kasih aku waktu sampe nanti malam? Aku bakal jawab lewat WA boleh?"
"Iya boleh, gimana nyamannya aja"
"Ok makasih yah udah mau ngerti"
"Iya santai aja"
"Ok aku tutup yah telponnya, soalnya lagi buat tugas nih"
"Oh iya boleh"
"Assalamu'alaikum "
"Waalaikumsalam"
panggilan pun di akhiri, Haura kembali mengerjakan tugasnya yang tertunda karen ada yang menelpon. Tapi ia justru tidak fokus karena bimbang harus jawab apa ke Ricky. Haura suka dan kagum sama sikap Ricky, tapi dia juga tidak yakin.
__ADS_1