Move On Jalur Langit

Move On Jalur Langit
11.


__ADS_3

..." perpisahan akan selalu menjadi jalan kembali setelah pertemuan, pulang dengan senyum atau tangis yang masih dalam tanya oleh alasan dengan satu tujuan"...


...@kak_py...


Duo sahabat Haura masih belum pulang, mereka pergi keluar ngebakso sewaktu Haura belum pulang, tetapi mereka sudah pamit pada Haura, agar dia tidak khawatir. Haura tidur dengan sangat nyenyak tanpa terganggu sedikit pun, padahal hp nya dari tadi terus berdering dan ada beberapa notif chat yang masuk. Padahal biasanya mendengar suara dan pergerakan ia akan langsung terbangun, tapi kali ini tidak, mungkin karena kegiatan melelahkannya seharian dikampus


Sesampainya Tiara dan Silvia pun iya tidak sadar. Karena memang mereka berdua berjalan mengendap agar tidak berisik ketika melihat Haura yang tertidur sangat pulas. Biasanya mereka jail, tapi mereka gak enak juga karena melihat wajah teduh Haura yang terlihat capek. Itulah mereka yang bercanda pun ada tempatnya, dan saling mengerti. Padahal mereka sudah membeli nasi goreng kesukaan Haura, namun tidak jadi membangunkan Haura dan menyimpan nasgor itu di dapur, mana tau Haura nanti terbangun atau bisa di makan untuk besok saja.


Dan Haura tiba-tiba terbangun, karena merasa lapar, ia melihat kedua sahabatnya yang telah di alam mimpi berbaring di sampingnya. Haura melihat jam di HP nya, yang ternya sudah pukul 02:30, ia terkejut karena bisa sampai tidak tersadar dengan kedatangan para sahabatnya itu, ia pun kedapur melihat Setok apa yang tersisa untuk dapat di makan atau untuk di masak terlebih dulu. Namun, ia melihat ada sebungkus nasgor di lemari penyimpanan makanan dan secarik notes yang menempel dengan bertuliskan 'nasgor untuk Haura bawel, by your best friend😊'. Ia tersenyum membacanya, kemudian membuka bungkusan nasgornya untuk di pindahkan ke piring. Begitulah duo sahabatnya itu, meskipun kadang mereka suka beda pendapat, dan punya sifat dan karakter yang berbeda, tapi tetap peduli dan perhatian satu sama lain.

__ADS_1


Covid-19😷


Awal 2020 di gemparkan dengan virus covid yang mengakibatkan lockdown, hingga kegiatan perkuliahan dan pendidikan lainnya harus dilakukan dari rumah atau secara daring. Bukan itu saja seluruh kegiatan lainnya pun di batasi, masyarakat dilarang berinteraksi secara langsung untuk pencegahan penyebaran virus tersebut. Semua tempat yang biasanya ramai kini terlihat sepi seperti kota mati.


Dan hal ini membuat Haura, Tiara dan Silvia terpaksa harus berpisah untuk pulang ke kerumah mereka di kampung masing-masing. Virus yang tidak dapat di perkirakan sampai kapan ini, membuat mereka takut tidak dapat bertemu dalam jangka waktu yang lama pastinya. Gak tau dari mana datanya penyakit yang satu ini, tapi yang jelas dampaknya luar biasa. Bukan hanya di Aceh tapi seluruh Indonesia bahkan dunia.


Haura dan para sahabatnya pun sudah pulang dan kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga, mereka bercerita hanya lewat sambungan telepon atau melakukan video call sebagai pengobat rindu. Perkuliahan juga dilakukan secara daring dengan aplikasi zoom , classroom, email atau group WA. Berada dirumah terus menerus membuat Haura bosan, karena tidak dapat keluar untuk kumpul-kumpul bersama teman. Kuliah pun bosan dan terasa sangat ribet selama daring. Keadaan itu membuat Haura rindu dengan kampus, kegiatan organisasi, kosan dan teman-teman nya disana.


Dari semua teman chatnya tidak ada yang spesial, kecuali Dika yang masih bertanya di hatinya. Sempat beberapa kali haura bertemu dengan Dika selama pulang kampung, karena Dika ada beberapa kerjaan di kampung. Tetapi mereka tidak dapat ngobrol lama atau nongkrong, jadi tetap ngobrol lama melalui HP.

__ADS_1


Tapi gak tau beberapa hari ini Haura mulai jarang chat dengan Dika dan lebih sering dengan Ricky. Gak tau kenapa ia dan Ricky mulai nyambung ngomongnya. Banyak sekali yang mereka bahas sampai kadang lupa waktu. Padahal Haura tidak pernah nelpon lama berjam-jam, kecuali sama Dika, tapi beberapa waktu terakhir ini iya menghabiskan waktu dengan Ricky berjam-jam lamanya. Dan Haura pun terlihat mulai nyaman dengan komunikasinya dan Ricky. Mereka pun sempat beberapa kali bertemu di kampung, karena Ricky libur kerja.


Beberapa bulan kemudian♡


Hari yg teramat berat bagi Haura, ia kehilangan sosok cinta pertamanya yang dipanggil "Ayah". Pahlawan penuh cinta kasih yang tulus dan tak akan pernah tergantikan itu pergi untuk selamanya, karena sakit jantung. Rasanya ini seperti mimpi banginya, hal tidak pernah terbayang dalam hayalan Haura sedikitpun. Sosok yang penuh ketegasan, yang tidak pernah lelah menasehati, mengajarkan Haura tentang hidup yg keras, dan tempat Haura berbagi cerita banyak hal, kini tidak akan pernah kembali lagi selamanya.


Yah Haura memang lebih dekat dengan Ayahnya, ketimbang mamanya. Sebab, mama Haura adalah sosok kalem yang agak sedikit cuek, tapi peduli dan penyayang. Sedangkan Ayah nya adalah seorang yang humoris, dan suka bercerita yang sudah seperti sahabat bagi Haura. Jadi bisa dibayangkan bagaimana berartinya sosok Ayah itu untuk Haura dan bagaimana terpukulnya ia dengan kepergian ayahnya.


Dunia Haura tiba-tiba terasa begitu hampa dan kosong. Meskipun sekelilinya ramai, karena banyak orang yg melayat kerumahnya untuk bertakziah dan menyampaikan salam berduka. Hp Haura pun terus berbunyi dan ada banyak notif dari keluarga, orang terdekat dan teman-teman nya. Namun, ia enggan meski hanya untuk sekedar mengeceknya saja.

__ADS_1


Haura masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, rasanya baru kemaren ia masih bercengkrama dengan banyaknya candaan bersama sang ayah, tapi hari ini ia harus melihat ayahnya terbujur kaku dan dingin dengan wajah pucat pasi tak berdarah. Dada Haura sesak, nafasnya tak beraturan, jantung Haura pun berdetak cepat tapi bukan jatuh cinta, Isak nya mulai tak terdengar, tetapi bukan karena ia berhenti menangis, melainkan membuatnya tercekat dengan air mata yang tanpa izin terus membanjiri pipi chabi itu dan pandangan Haura mulai meremang. Hingga, akhirnya ia terjatuh dan gak sadarkan diri.


Orang-orang sekeliling Haura yang melihatnya jatuh pingsan, menghampiri dan mencoba membangunkan Haura, namun tidak terbangun, akhirnya mereka membawa Haura ke kamar dan menidurkannya disana dengan di temani oleh Kesya teman baik Haura sedari kecil yang datang karena mendengar kabar duka Ayah dari Haura.Beberapa saat kemudia Haura pun terbangun dan melihat di sebelahnya ada Kesya yang menunggui.


__ADS_2