Move On Jalur Langit

Move On Jalur Langit
13.


__ADS_3

..."Jatuh cinta adalah mencintai tanpa paksaan, hati berdebar tanpa di perintahkan, lupa menggunakan logika kesadaran, memberi kesempatan tumbuhnya harapan"...


...@kak_py...



Setelahnya mereka menghabiskan waktu dengan kegiatan game seru seruan serta hal lainnya yang menyenangkan, di akhiri mandi dan berenang di laut bebas dengan suasana pantai yang indah. Matahari mulai menunduk di ujung langit, awan mulai berwarna jingga, seakan memberi tahu waktu hampir senja, saatnya melangkah pulang untuk meninggalkan tempat sekarang.



Rombongan outbound itupun bergegas pulang ke kediaman masing-masing, beristirahat melepas penat seharian. Berkumpul menghabiskan waktu bersama orang-orang yang akan dirindukan nantinya adalah hal yang tidak dapat di ulang dengan cerita yang sama. Menikmati kesempatan sebaik mungkin adalah cara menghargai setiap waktu yang ada. Menulis kisah-kisah dalam buku cerita untuk menjadi sejarah yang akan tetap terkenang suatu saat nanti. Meninggalkan jejak bila ingatan mulai memudar di makan usia yang tak abadi.



Haura dan dua curut kesayangan nya kini sudah sampai di kos, mereka mandi bersama, karena malas mengantri. Emang sudah kebiasaan mereka seperti itu. Begitulah persahabatan banyak hal yang akan dilakukan bersama termasuk hal-hal yang bagi sebagian orang itu memalukan, tapi bagi mereka tidak sama sekali.



Kadang-kadang Haura, Silvia dan Tiara sering makan minum satu piring bertiga, bertukar pakaian, make up dan barang lainnya. Mereka tidak malu atau keberatan, justru hal-hal itulah yang membuat mereka saling melengkapi kekurangan dan pengertian. Jika yang satu sedang kesusahan maka yang lainnya akan membantu begitu pula sebaliknya.



Usai mandi bersama mereka pun bersiap-siap untuk tidur, karena merasa lelah. Kecuali, Haura yang masih terbagun di saat ke dua sahabatnya sudah terlelap. Tidak tau kenapa perasaan nya tidak baik, namun ia juga tidak tahu di sebabkan apa. Namun tiba-tiba telpon genggamnya berdering, pertanda panggilan video call. Haura pindah dari kamar ke dapur takut membangunkan Tiara dan Silvia yang sudah terlelap. Dia pun memakai jilbab terlebih dulu sebelum mengangkat panggilan itu.



"Assalamu'alaikum ' salam seseorang dari seberang sana



'Waalaikumsalam" jawab Haura membalas salam



"halo Haura, apa kabar?" sapa orang itu sembari bertanya



"Alhamdulillah baik, kamu gimana?" jawab Haura balik bertanya



"aku baik juga, oyah kamu sibuk gak nih? takut ganggu" tanyanya lagi



"engga sih, tadi aku mau tidur, cuma gatau kenapa susah aja, jadi main hp deh" jawab Haura jujur



"ow gitu, ga apa nih kan aku telpon, takut ada yg marah pula!" ucap orang itu



"heee heee ga papa kok, santai aja lah, gada yang marah juga" jawab Haura tertawa



"oke deh, takut aja pacar kamu ngamuk malam-malam di telpon cowok lain" ucapnya lagi memancing


__ADS_1


"heum gada pacar jadi tenang aja lah" saut Haura yang paham maksud orang itu



"wihhh cantik- cantik masa gak ada pacar sih, gak yakin nih" pancing orang itu yang makin penasaran



"ihh emang punya pacar itu harus yah, kan engga" ucap Haura lagi



"iya sih, tapikan di jaman sekarang jarang di temukan cewe cantik kaya kamu jomblo" sambung orang itu



"yah berarti ada, akulah orang nya, ada juga beberapa teman aku yang lain yang jomblo kok" jawab Haura



"kamu hebat berarti yah, limited edition" ucap orang itu



"wkwkwk bisa aja dah, biasa aja sih sebenarnya, mungkin belum Nemu yg cocok aja" sambung Haura seadanya



"emang kriteria cowo yang kamu mau gimana?" tanya orang itu




"ow heum yah yah" ucap orang itu mengangguk mengiyakan



"emang kenapa nanya gitu?" tanya Haura balik



"yah mau tau aja, mana tau aku masuk kriteria kamu kan" jawab orang itu



"he he he emangnya kamu masuk gak kaya yang aku sebutin barusan?" tanya Haura cengengesan



"kalau di bilang masuk, yah masuk sih ada lebih nya lagi malah kan, ganteng, udah kerja dan perhatian" di jawab candaan oleh orang itu yang sukses membuat Haura tertawa namun salting



"kamu yah bisa aja bercandanya, tapi kamu emng ganteng kok. Baik, asyik dan humor juga ternyata" timpal Haura lagi masih tergelak



"Aku seneng deh lihat kamu ketawa gini, suara kamu merdu dan terlihat makin cantik,apalagi pas lesung pipi kelihatan makin buat terpesona" gombal orang itu tapi jujur


__ADS_1


"kamu nih gombalnya bisa banget, kebiasaan ngerayu apa gimna nih?" ucap Haura menanyakan



"ih aku bukan gombal, tapi emang beneran. Kamu nya aja gak nyadar, bahkan di sekeliling kamu banyak yang suka kamu loh" ucap orang itu lagi



"heum makasih deh atas pujiannya, aku sangat tersanjung, bentar lagi telinga aku makin panjang nih ha ha haaa" ucap Haura tertawa dan salting



"eh iya, Besok kamu sibuk gak, temenin aku ke pesantren adek aku mau gak?" tanya orang itu



"ngapain ke pesantren?" tanya balik Haura



"mau nganter jajan adek, sekaligus lihat dia, katanya lagi kurang sehat, gimna mau" jawab orang itu



"boleh sih, cuma gak apa gitu aku ikut, malu loh" ucap Haura



"yah gak apa, tar pulang dari pesantren kita makan bakso di ujung karang" sambung orang itu lagi



"okedeh boleh" jawab singkat Haura



"ok besok aku jemput aja yah jam 10 an gitu yah" sambung orang itu lagi memastikan



"Iya sip, tar kabari aja" saut Haura mengiyakan



"Yaudah tidur sana, jangan begadang, gak baik perempuan begadang tar cantiknya hilang" timpal orang itu



"eh iya, aku juga dah ngantuk nih, yaudah aku tutup yah, assalamu'alaikum" ucap Haura mengucap salam



"waalaikumsalam" jawab diseberang sana menutup panggilan



Usai menutup panggilan Haura kekamar mandi membersikan wajah sebelum kembali kekamar untuk beristirahat. Setelah video call Haura jadi senyum-senyum sendiri. Bahkan dia sudah jarang komunikasi dengan Dika dan lebih sering bertukar kabar dengan Ricky. Yah tadi yang menelpon adalah Ricky sepupu Dika yang sedang dekat dengan Haura akhir-akhir ini. Gak tau kenapa Haura merasa nyama berkomunikasi dengan Ricky, padahal biasanya dia sangat cuek dengan laki-laki yg baru ia kenal.



Adzan subuh sudah berkumandang, Haura pun membangunkan dua sahabat rusuhnya yg tidur seperti kerbau, sangat susah untuk di bangunkan. Meskipun mereka bar-bar dan tidak berpakaian alim, namun untuk sholat lima waktu mereka tidak lupa mengerjakannya, walau kadang-kadang masih suka bolong. Tapi mereka tetap berusaha mengerjakannya sesibuk apapun. Dengan usahanya Haura berhasil membangunkan Silvia dan Tiara dan bergegas sholat subuh berjamaah yang di imami oleh Haura.

__ADS_1


__ADS_2