Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa

Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa
Bab 10


__ADS_3

Tidak lama setelah Kelvin kembali, semester baru dimulai.


Apa yang ditanyakan oleh Barsha, setelah sebulan tiba-tiba datang jawaban sendiri.


Di hari itu, Kelvin sangat berbeda dari biasanya, kelihatannya sangat semangat dan juga gugup, kadang juga akan tertawa sendiri tanpa alasan.


"Kamu kenapa,"Tanya Barsha dengan bingung.


Kelvin menggeleng-geleng kepalanya sambil menggambar sesuatu di kertas tanpa tujuan,katanya," Ndut, malam ini bisa kau main ke rumahku?"


"Ada apa?" Ucap Barsha penasaran.


"Kau datang aja, 10 menit juga tidak apa-apa, bolehkah?" Ucap Kelvin dengan semangat.


Barsha mengangguk," Boleh, setelah aku makan ya."


Saat malam, Barsha ke rumah Kelvin sesuai janjinya. Bu Nina membuka pintu untuknya dan berkata dengan senyum," Barsha, Kelvin lagi menunggumu di kamarnya."


Barsha membuka pintu kamar Kelvin dan menyapa," Kelvin, aku masuk ya." Dia mencondong ke samping dan menjulurkan kepalanya ke dalam kamar Kelvin.


Kelihatannya di dalam kamar yang agak genap, seseorang sedang berdiri di depan meja.


Barsha tau itu adalah Kelvin, dia amat kenal dengan sosoknya. Cuma terasa aneh, Kelvin yang saat ini kelihatan sedikit berbeda dengan yang biasanya.


Dia masuk ke dalam kamar, berdiri di depan Kelvin, anak laki-laki itu kelihatan gugup, ada butiran keringat kecil di dahinya.


Barsha baru menyadari apa perbedaan Kelvin yang saat ini dengan biasanya, di bawah bahunya terlihat sepasang tangan yang utuh.

__ADS_1


Kelvin sengaja mengenakan kemeja lengan panjang dan berdiri tegak di depan Barsha. Barsha mengenal kemeja itu, di mana lengan kemejanya selalu kelihatan kosong saat dipakai kelvin waktu dulu. Sedangkan sekarang, rupanya dia tampak tidak ada bedanya sama anak-anak lain di sekolah, punya tangan utuh dan sehat, bahkan lebih tampan dan segar dibandingkan anak lain.


Kelvin menatap Barsha yang lagi bingung dengan mata jernihnya, setelah beberapa saat kemudian, dia kembali menunduk melihat sepasang tangannya yang keras dan kaku sambil menjelaskan," Ini adalah tangan palsu yang dibuat di Jakarta saat liburan kemaren. Kata papaku, tahun depan aku akan masuk SMP, jadi dia ingin aku pergi ke sekolah dengan mengenakan tangan palsu ini, bisa kelihatan lebih bagus."


Barsha mencoba menyentuh tangan palsu Kelvin, yang dirasakannya bukan kulit halus tapi sebuah benda yang keras tanpa suhu.


Kemudian Barsha mencoba memegang tangannya, Kelvin tetap tidak bergerak. Jari dan telapak tangan yang dirasakan Barsha tetap keras dan dingin, perasaan itu tidak enak membuatnya terpikir dengan orang-orangan yang ada di mall.


"Kelvin, apa tangan ini bisa dipakai?" Tanya Barsha setelah sekian lama berdiri.


"......" Kelvin terdiam sejenak dan berkata," Sepertinya tidak bisa."


"Tidak bisa pakai buat makan, menulis, ambil barang, lalu apa gunanya?" Ucap Barsha agak kecewa.


Mendengar kata Barsha, mata Kelvin jadi redup, tapi dia berusaha tersenyum dengan nada sedikit gemetar dia bertanya," Ndut, aku seperti ini bagus tidak?"


"Tidak bagus!" Barsha menarik balik tangannya sambil berkata dengan mencibir," Bagus apanya, tangan palsu tidak berguna! Sungguh jelek sekali!"


Sebelum Kelvin berkata, Barsha sudah melarikan diri.


Setelah itu, Barsha tidak lagi melihat Kelvin memakai tangan palsu itu, dia bahkan belum sempat melihat benda itu secara teliti, belum tau bagaimana caranya benda itu bisa tersambung di lengan Kelvin. Dia cuma tau, setelah Kelvin mendengar kata-katanya, dia pertama kali menolak permintaan pak Andy, dengan tegas tidak akan memakai tangan palsu ke sekolah.


Tentu saja pak Andy sangat marah, pertama kali menampar Kelvin dengan keras.


Bagaimana mungkin pak Andy tidak marah. Awalnya dia sudah memilih satu sekolah swasta yang unggul buat Kelvin melalui bantuan temannya. Kepala sekolah itu mau menerima Kelvin asalkan Kelvin memakai tangan palsu ke sekolah. Dengan begitu, setidaknya anak itu dapat terlihat normal dan tidak terlalu menakutkan saat keluar masuk sekolah atau beraktivitas di kelas.


Tapi sekarang, semua jadi kacau gara-gara Kelvin tidak mau memakai tangan palsu.

__ADS_1


Pak Andy memandang Kelvin dengan tatapan dingin,katanya," Kamu tau tidak kalo tidak mau terima bantuan papa, SMP mana yang akan kamu masuk? SMP Negeri 7! Anak-anak yang belajar di sekolah itu jarang yang bisa masuk SMA yang bagus. Kelvin, mudah-mudahan kamu tidak menyesal perbuatanmu hari ini dan kedepannya jangan berharap papa membantumu apa lagi."


Kelvin menolehkan kepalanya dan berkata dengan keras kepala," Papa juga tidak pernah peduli samaku, setelah tanganku tidak ada, papa tidak pernah datang ke sekolah waktu pertemuan orangtua."


Pak Andy tambah marah setelah mendengarkan kata anaknya, dia langsung menampar Kelvin. Kelvin yang ditampar langsung menabrak tembok yang di belakangnya karena tidak bisa mengendalikan keseimbangan.


Kelvin merasa pusing dan kesakitan, sementara bu Nina berusaha menghalangi pak Andy. Hanya di rumah dan di depan istri dan putranya pak Andy baru pernah berlagak seperti ini. Dia menunjukan jari ke arah Kelvin dengan suara gemetar, dia berteriak," Apa, apa yang kamu katakan!"


Kelvin akhirnya berhasil berdiri, dia menundukkan kepalanya, mengusap pipi kirinya ke bahu, pipinya terasa sakit, dia berbisik," Papa, saya bersedia pergi ke SMP Negeri 7, saya berjanji kepadamu bahwa saya akan lulus dan dapat SMA yang bagus! Bahkan bersama Barsha juga."


Dia terus menunduk dan tidak pernah menoleh ke arah pak Andy. Akhirnya dengan nada lebih kecil dia berkata," Papa, saya tidak akan mempermalukanmu."


Setahun kemudian, Kelvin dan Barsha lulus dari SD Harapan dan berhasil masuk SMP Negeri 7 yang berjarak 3 kilometer dari rumah mereka.


Karena rekomendasi dari guru SD,Kelvin dan Barsha sekali lagi ditempatkan di kelas yang sama. Guru kelas mereka menyetujui mereka jadi teman sebangku setelah mengetahui situasi Kelvin.


Pak Bambang juga lagi ke sekolah mengukur ukuran meja di sekolah baru dan sekali lagi meminta tukang kayu membuat meja baru khusus buat Kelvin. Hal-hal lain kedua anak mereka juga dibereskan olehnya bersama bu Nina, sedangkan pak Andy tidak membantu apa-apa. Pak Andy selalu pergi dan pulang kerja dengan muka dingin, kalo melewati sisi Kelvin bahkan tidak pernah menatap sesekali anaknya.


Tapi Kelvin tetap memanggilnya papa, kadang kalo ada kesulitan dalam kehidupan, dia juga akan pergi mencari bantuan pak Andy. Misalnya minta dia bantu membuka tutup botol yang keras atau mengambil sesuatu yang diletakkan di tempat tinggi, bahkan meminta ayahnya untuk membantu melepas celana dan menyeka pantatnya setelah BAB.


Pada saat itu, pak Andy akan membantu secara diam-diam dan kemudian pergi tanpa kata setelah menyelesaikan pekerjaan.


Dia tahu dirinya keterlaluan, sebagai seorang pria yang paruh baya, kenapa bisa sampai bermusuhan sama putranya sendiri secara terus. Tapi, setiap hari berhadapan dengan Kelvin, hati pak Andy selalu tertekan oleh sesuatu, dia takut setelah bicara dengan putranya, dia tidak dapat menahan emosinya. Biarpun Kelvin tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi pak Andy tetap tidak ingin bertemu dengannya, tidak ingin melihat penampilannya, tidak ingin melihatnya hidup pakai kaki, apalagi sikapnya saat menghadapi dirinya selalu dengan hormat, sopan, tapi terasing.


Situasi itu bertahan satu bulan, pada suatu hari, Kelvin dan bu Nina sedang duduk bersama makan semangka. Semangka yang sudah dipotong dan diletakkan di atas meja, Kelvin menunduk dan menggerogoti semangka tanpa pegangan. Setelah mukanya dikotori oleh jus semangka, bu Nina akan membantu membersihkannya pakai handuk.


Tiba-tiba Kelvin berkata dengan tenang," Mama, mama sudah umur 39 tahun, jadi ada baiknya mama sama papa melahirkan anak lagi satu."

__ADS_1


Malam itu, bu Nina menutup pintu kamar dan berkomunikasi dengan pak Andy secara serius dengan air mata berlinang. Suasana memang sedikit berat ketika mereka membicarakan topik ini lagi setelah bertahun-tahun. Mereka sudah tidak lagi muda!


Akhirnya mereka sepakat bahwa mereka tidak akan menggunakan kontrasepsi di masa depan dan membiarkan segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya.


__ADS_2