
Tak lama setelah pertunjukan, ujian semester akhir pun menyusul.
Barsha merasa sangat gugup. Karena akan ada penyesuaian kelas sesuai dengan hasil nilai ujiannya. Dia menduduki peringkat ke 40 di kelas saat ujian tengah semester. Bagaimanapun dia hanya merupakan murid terbodoh di kelas saat ini.
Barsha juga memiliki harga diri. Kelvin yang selalu mendapat rank 1 atau 2 di kelas, jadi sebagai teman sebangkunya, Barsha sangat malu kalo dirinya selalu menduduki ranking terbelakang di kelas. Oleh karena itu, dia sangat menyayangi tes ujian ini dari tes ujian apapun yang pernah dia alami sebelumnya.
Anehnya, Kelvin juga sangat mementingkan tes ujian ini, yang membuat Barsha sedikit bingung.
Meskipun nilai Kelvin selalu sangat bagus, dia tidak selalu menjadi yang pertama di sekolah dasar.Tapi dia tidak pernah kesal. Oleh karena itu, pada ujian tengah semester pertama setelah masuk sekolah menengah pertama, dia mendapat rank ke-2 di kelas. Bagi Barsha, itu sudah sangat bagus.
Tapi kali ini, Kelvin tampak sangat tidak puas dengan dirinya sendiri.
Sebelum ujian akhir, Kelvin mengerjakan banyak soal dan berusaha menghafal semua materi bahasa Inggris. Barsha tercengang melihat Kelvin belajar terus sepanjang hari, dengan penasaran Barsha berkata kepadanya: "Kelvin , kamu jangan terus duduk di kursi, keluarlah main sebentar. "
Kelvin mengangkat kepala untuk menatapnya, lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Mereka duduk di dekat jendela di lantai tiga dengan posisi itu dapat melihat taman bermain sekolah. Di lapangan basket, beberapa anak sedang bermain basket dan Daniel ada di dalamnya.
__ADS_1
Kelvin menarik kembali pandangannya, menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya, dan berkata, "Aku akan mengikuti ujian. Setelah ujian selesai, aku baru akan pergi main."
"Setelah ujian, kita akan berlibur." Ucap Barsha dengan nada menyindir," kamu adalah orang yang paling membosankan , kamu juga selalu diam di rumah aja selama liburan."
Kelvin menatapnya, tidak membantah, hanya menundukkan kepalanya, sekali lagi menjepit pena di antara jari kakinya, dan mulai mengerjakan soal matematika baru.
Barsha masih menunggu Kelvin untuk datang bercekcok dengan dirinya, seperti yang mereka lakukan di sekolah dasar, tetapi sekarang dia menemukan bahwa Kelvin tampaknya semakin jarang berbicara di sekolah. Kadang-kadang dirinya menusuknya dengan pena, mengolok-oloknya, bahkan memukulinya, tapi Kelvin tetap tidak peduli padanya.
Barsha merasa dirinya sedikit konyol dan membosankan. Dia berbaring di atas meja dan melihat teman sekelas lainnya di kelas. Mereka akan bergiliran pindah tempat duduk dalam kelompok besar setiap minggu. Selain teman sebangku, mereka masing-masing akan memiliki teman kelas yang berbeda di sekitar mereka setiap minggu.Danita dan Angelina menjadi teman yang lebih akrab, karena mereka berada di meja depan dan belakang; meskipun Barry dan Indah selalu bertengkar, tetapi ketika Barry jatuh sakit dan tidak masuk sekolah, Indah mengirimkan pekerjaan rumah ke rumahnya; teman sebangku Daniel bernama Friska, dia adalah seorang gadis kecil, sepertinya tidak terlalu akrab dengannya, sebaliknya, dia bersama Arabelle yang di meja depan kelihatan mereka sangat dekat. Arabelle selalu akan menoleh ke belakang ketika jam istirahat, dan berbicara dengan Daniel sambil tersenyum. Masih ada Irfan,setelah masuk SMP, dia dan Kelvin tidak sering main bersama, dia mendapat teman baru dan hanya membantu Kelvin saat dia perlu ke kamar mandi.
Awalnya, dia masih bisa bertengkar dengan Kelvin, tetapi sekarang,tidak tahu mengapa Kelvin tampaknya semakin diam . Barsha sedikit kesal, dan hanya berharap ujian akan segera berakhir dan liburan sekolah akan datang lebih cepat. Namun, Barsha juga merasa sedikit putus asa ketika memikirkan semester baru setelah liburan sekolah, kehidupan masih akan mandek seperti sekarang.
Dia hanya ingin mencari seseorang yang bisa menemaninya pergi ke toko buku untuk menyewa komik, makan jajan bareng di jalan, bermain sepatu roda dengannya di taman hiburan, berbelanja di mall, atau hanya duduk bersamanya dan berbisik tentang berbagai gosip ... Di antara semua itu, Kelvin hanya bisa menemaninya melakukan sebagian. Tetapi bahkan untuk bagian itu, setelah Kelvin pergi, dia tidak akan bermain apa pun, tidak makan apa-apa juga, dan itu akan membuat Barsha juga merasakan bosan bermain dengannya.
Pada ujian akhir selesai, Barsha mendapatkan ranking ke 22, sedangkan Kelvin berhasil mendapat ranking pertama di kelas.
__ADS_1
Setelah Barsha melihat daftar peringkat yang dipasang di papan tulis, dia berlari kembali ke sisi Kelvin dengan penuh semangat, menarik lengan bajunya dan berkata, "Wow! Kelvin! Kamu yang ranking pertama di kelas! Kamu benar-benar melampaui Daniel! Itu luar biasa! ! "
Sudut bibir Kelvin hanya sedikit menekuk, dan sebelum senyum keluar dari matanya, alisnya berkerut dan berkata, "Tapi sepertinya...kamu tidak masuk ke 20 besar."
Barsha merasa bahwa ini sama sekali bukan masalah. Dia sangat puas dengan peringkatnya. Dia adalah orang yang punya kemajuan paling besar di kelasnya. Dia tahu bahwa ini semua berkat bantuan Kelvin.
Barsha berkata," Kelvin, aku telah menyelesaikan ujian dengan baik! Aku akan berusaha lebih keras semester depan dan aku pasti akan bisa masuk 20 besar!" Dia tersenyum bahagia, menepuk dadanya dan berkata dengan murah hati, "Aku akan traktir kamu minum! "
Barsha melakukan apa yang dia katakan. Setelah pelajaran kelas, dia pergi ke kantin untuk membeli sebotol Cocacola untuk Kelvin, ketika kembali di kelas dia membantu Kelvin membuka tutup dan memasukkan sedotan ke dalamnya dan menempatkannya di samping kaki Kelvin.
Ketika itu dia tidak memperhatikan tatapan aneh dari teman sekelasnya, banyak orang diam-diam melihat setiap gerakan antara dia dan Kelvin. Ketika sekolah akan berakhir, ketua kelas berjalan ke Barsha dan berkata kepadanya bahwa pak Cakra sedang mencarinya.
Barsha tidak kenal baik dengan para guru. Dia adalah tipe gadis yang memiliki rasa kehadiran yang lemah di depan guru, dia tidak pernah bertanya, dan tidak pernah memegang posisi kelas apapun, dia bahkan tidak pernah bekerja sebagai perwakilan kelas atau ketua kelompok.
Dalam benak para guru, satu-satunya label Barsha adalah teman sebangku Kelvin. Mereka semua telah mendengar bahwa Barsha dan Kelvin telah berada di meja yang sama dari sekolah dasar selama enam tahun. Di mana dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, Barsha akan membantu Kelvin. Oleh karena itu, setelah Barsha masuk SMP Negeri 7, dia bisa dimasukkan ke kelas cepat, itu juga berkat Kelvin. Kalo menurut nilainya, dia hanya bisa berada di kelas lambat.
__ADS_1