
Orang dewasa mengatakan bahwa tidak ada gunanya bagi seorang gadis untuk memiliki nilai yang bagus di sekolah dasar.Dikarenakan di saat SMP atau SMA dia perlahan-lahan akan mundur, soalnya gadis-gadis akan dewasa lebih awal daripada anak laki-laki, dan cenderung akan tertarik ke dalam beberapa hal, seperti minat pada pakaian dan kosmetik yang indah, semakin banyak menaruh perhatian pada tubuh dan penampilan mereka sendiri, bahkan isi hati mereka akan lebih cepat terisi pada sosok laki-laki.
Pernyataan ini bias, tetapi ada juga sedikit kebenaran, setidaknya, digunakan pada Barsha, dapat dianggap terpenuhi.
Selama duduk bersama Kelvin enam tahun di kelas SD, Nilai Barsha rata-rata jatuh di posisi menengah, tapi ketika SMP, hasil ujian semester pertama, Barsha terkejut mau pingsan melihat nilainya di kelas.
Total 47 orang, Daniel dapat rank 1, Kelvin rank 2, sedangkan Barsha rank 41.
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, cuaca baik-baik saja, tetapi Barsha merasakan awan gelap besar di atas kepalanya. Dia kesal dan mendesah, benar-benar ingin menjatuhkan dirinya di jalan biar kakinya patah dan bisa diantar ke rumah sakit, dengan begitu mungkin ayah dan ibunya tidak akan memarahinya.
Setelah Barsha dan Kelvin kembali ke halaman mereka bersama,mereka memarkirkan sepeda mereka di gudang. Kelvin membungkuk dan mengambil tas sekolah di rangka belakang sepeda. Melihat Barsha masih berdiri dungu di samping sepedanya, jadi Kelvin menyapa, "Ndut,ayo pulang."
Barsha menatapnya dan berkata dengan wajah pahit, "Kelvin, tolong menemani aku untuk berjalan di luar sementara waktu. aku tidak berani pulang."
Mereka berjalan ke timur, dan mereka berhenti di depan sebuah KFC, Barsha dan Kelvin berjalan masuk dan duduk di meja kecil di pojok yang berada di lantai dua.
Barsha mengeluarkan kertas ujiannya sendiri dari dalam tasnya, bahasa 72, matematika 63, bahasa Inggris 65, melihat banyak salib merah besar dan kecil yang mengejutkan di kertas tes, dia sangat putus asa.
Setelah ujian tengah semester, sekolah tidak mengadakan konferensi orang tua sama guru, tetapi kertas ujian membutuhkan tanda tangan orang tua.Barsha mengamati skor di kertas sebentar dan bertanya kepada Kelvin, "Apa menurutmu mengubah 6 ini menjadi angka 8 tidak akan mudah ketauan? "
Mulut Kelvin berkedut dan bertanya, "Lalu bagaimana kamu mengubahnya kembali ketika memberikannya kepada gurumu?"
"Olesi dengan larutan, atau rekatkan dengan pita perekat......Bagaimana? " Melihat ekspresi Kelvin yang tidak yakin, Barsha cemberut memikirkannya dan kemudian berkata, "atau, Kelvin, tolong kau bantu tanda tangani di hasil ujian ku. Tulisan tanganmu bagus dan bisa meniru tanda tangan ayahku."
"Kalo papamu minta hasil ujian samamu, apa yang akan kau kasih ke dia?" Tanya Kelvin.
"Bilang aja belum dikasih sama guru." Ucap Barsha sambil menggarut-garut kepalanya." Ahhh, bagaimana ini? Kelvin, tolonglah bantui aku!"
Barsha terisak pelan, dan Kelvin tidak punya pilihan selain duduk menemaninya di samping dengan diam.
Pada saat itu, seseorang datang dengan membawa makanan bertanya kepada mereka, "Siswa kecil, apakah kalian sudah selesai makan?"
__ADS_1
Barsha menyeka air matanya dan mendongak, menemukan bahwa KFC sudah penuh dengan orang-orang di puncak jam makan. Orang-orang mengira mereka tidak akan makan lagi, tetapi dia tetap tidak berani pulang lalu dia berkata, "Belum selesai,Kami baru mau beli sesuatu untuk dimakan!"
Orang yang membawa makanan melihat mereka dalam kebingungan, Kelvin malu dan berkata, "Ndut, mengapa kita tidak pulang."
"Mengapa? Kita memang datang kesini untuk makan." Ujar Barsha sambil berdiri, air mata masih tergantung di sudut matanya, lalu dia bertanya kepada Kelvin, "Apa yang ingin kamu makan, aku akan turun dan membelinya."
Melihat dia mengatakan demikian, orang-orang yang mencari tempat duduk di samping hanya bisa pergi, Kelvin menatap Barsha dan berkata, "Apa kamu benar-benar ingin makan?"
"Iya." Barsha mengangguk, "Aku memang tidak lapar sekarang, tetapi baunya sangat enak di sini, aku jadi lapar tiba-tiba."
"Kalo begitu kamu beli aja beberapa makanan, aku tidak makan." Jawab Kelvin sambil berpikir dan kemudian bertanya, "Apa kamu ada uang cukup?"
Barsha mengendus, dengan mata masih basah dia mengeluarkan uang sepuluh ribu dari saku celananya dan berkata, "apa ini cukup."
Barsha membeli kentang goreng kecil dan satu es krim untuk dirinya sendiri. Melihat beberapa koin yang ada di tangannya, dia cukup tertekan, sepuluh ribu adalah uang makannya selama seminggu, dan ini sudah mau dihabiskannya dalam sekali makan saja.
Berbaring 'head to head' di atas meja dengan Kelvin, Barsha menjilat es krimnya sambil membandingkan kertas hasil ujian mereka.
"Kelvin punya nilai penuh dalam matematika! Nilai penuh! Apakah dia manusia?!" Gumam Barsha dalam hatinya.
Barsha frustrasi sampai mati, tetapi dia masih bermulut keras.
__ADS_1
"Aku bisa mengerjakan soal ini dengan benar. Itulah yang kupikirkan, tapi kenapa jadi salah? Aduh, sayang sekali lima poin hangus! "
Setelah habis makan es krim, dia mengambil kentang goreng, mencelupkannya ke dalam saus tomat dan mengirimkannya ke mulut, lalu lanjut melihat soal yang salah berikutnya, "Hei, apakah ini benar B jawabannya? pada saat itu, kupikir itu baik B atau D, sayangnya juga.Nasibku benar buruk! "
Kelvin "..."
Barsha mengambil kentang goreng lain, mencelupkannya ke dalam saus tomat dan tiba-tiba menyerahkannya ke mulut Kelvin, "ayo, buka mulutmu."
Kelvin menyusut kembali sejenak, mendongak dengan cepat melihat ke sekeliling. Menyadari tidak ada yang memperhatikan mereka, Kelvin tersipu dan membuka mulutnya menggigit kentang goreng.
"Makan sendiri. Aku tidak makan." Ucap Kelvin dengan suara rendah sambil mengunyah kentang dengan lembut.
Barsha meliriknya dan berkata, "Aku memang membelinya untuk makan bersama."
Kelvin tidak berkata lagi. Barsha lanjut membandingkan satu persatu jawabannya dengan Kelvin.
Dalam proses itu, dia cukup adil membagikan kentang goreng, satu untuk dirinya sendiri dan satu lagi untuk Kelvin, tetapi dia sedikit egois, kentang yang diberikannya ke Kelvin akan mendapatkan saos tomat yang sangat sedikit.
"Kenapa kamu bisa mendapat skor 98 dalam bahasa Inggris." Barsha sangat bingung, "Mengapa aku bisa jauh lebih buruk dari kamu. Jelas, kita mulai belajar bahasa Inggris bersama."
Melihat Kelvin tidak mengatakan apa-apa, Barsha berkata lagi, "Tapi Daniel bahkan lebih baik darimu, dia mendapat nilai sempurna!"
Mendengarkan pujian Barsha terhadap Daniel, Kelvin menjadi tidak senang dan berkata, "Aku bisa mendapatkan nilai sempurna, tapi aku hanya sedikit ceroboh."
"Kamu masih ingin pamer ya!" Barsha dengan frustrasi memasukkan kentang goreng ke dalam mulutnya dan berkata, "Salahkan mejamu terlalu rendah! Aku jadi tidak bisa melihat jawabanmu di ujian! Kami duduk di sudut pojok, jika kau menunjukkan jawaban padaku sedikit aja, aku tidak akan mendapatkan nilai ujian seburuk ini! "
Kelvin menjilat sudut mulutnya, sepertinya ada sedikit saus tomat di sana, asam dan manis. Lalu dia berkata dengan nada keras, "Boleh kalo aku menunjukkanmu pada saat itu, dan kamu mendapat nilai tinggi, bagaimana dengan ujian semester sekolah lain setelah itu?"
Barsha mendorong kertas ujian itu dan berkata dengan cemberut, "Ujian semester! Masih lama ujian semester!"
Kelvin menatapnya lama dan tiba-tiba bertanya, "Ndut, apa kau mengerjakan semua PR dan menghafal teks yang biasanya diberikan oleh guru bahasa Inggris di rumah?"
__ADS_1
Barsha melotot, "Tentu saja!"
"Beneran?" Kelvin masih menatapnya dengan sedikit ketidakpercayaan di matanya, begitu dilihat olehnya, Barsha berangsur-angsur jadi layu, berbisik, "Kamu tahu, aku tidak memiliki kebiasaan mengerjakan PR di rumah......semua itu adalah hasil salinan dari teman."